alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Air Sungai Pelayaran Meluber, Plengsengan Retak

SIDOARJO – Meski masih musim kemarau, air sungai Pelayaran meluber hingga ke Jalan Raya Krembangan-Tawangsari, Kecamatan Taman, Senin (28/9). Tepatnya di perbatasan RT 16/RW 4 Dusun Penambangan, Desa Krembangan dan di Tawangsari RT 01 RW 01 sebelah timur Masjid Al Badri.

Kejadian itu bukan sekali saja. Tapi sudah berkali-kali terulang. Jika sudah masuk musim penghujan, sungai tersebut bisa meluber hingga ke rumah warga. “Perjalanan pengendara sedikit terganggu dengan adanya genangan air tersebut,” kata Arif Budiman, salah seorang pengendara motor.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Shanty Wahyu Anggraini menjelaskan, kemarin ada permintaan tambahan pasokan air baku dari PDAM Delta Tirta.

Fiskal atau ketinggian air sungai yang biasanya 38-40 sentimeter, naik jadi 50 sentimeter. Sehingga debit air yang mengalir ke daerah itupun juga bertambah.

Lalu, mengapa luber? “Air baku untuk minum cukup, tapi pemanfaatan untuk air irigasi sedikit berkurang,” katanya.

Sebab, menurut fungsinya, sungai di Tawangsari tersebut tidak hanya sebagai sumber air baku untuk minum, tapi juga untuk kebutuhan air irigasi lahan pertanian. Apalagi saat ini para petani banyak masuk masa panen. Sehingga kebutuhan air irigasi tidak terlalu besar.

Selain itu, imbuhnya, plengsengan di pinggir sungai Pelayaran sudah mulai retak. Air masuk melalui sela retakan itu. Shanty menegaskan, plengsengan sungai Pelayaran banyak yang patah dan perlu direhab di daerah Pertapan, Krembangan.

Sedangkan untuk perbaikannya bukan menjadi wewenang DPUBMSDA Sidoarjo. Melainkan, masuk wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS).

Dan untuk menahan luberan yang terjadi kemarin, pihaknya sudah memerintahkan penjaga pintu air di Tawangsari untuk menurunkan kembali debit air tersebut. “Menormalkan kembali ke pasokan awal,” pungkasnya. (rpp/nis)

SIDOARJO – Meski masih musim kemarau, air sungai Pelayaran meluber hingga ke Jalan Raya Krembangan-Tawangsari, Kecamatan Taman, Senin (28/9). Tepatnya di perbatasan RT 16/RW 4 Dusun Penambangan, Desa Krembangan dan di Tawangsari RT 01 RW 01 sebelah timur Masjid Al Badri.

Kejadian itu bukan sekali saja. Tapi sudah berkali-kali terulang. Jika sudah masuk musim penghujan, sungai tersebut bisa meluber hingga ke rumah warga. “Perjalanan pengendara sedikit terganggu dengan adanya genangan air tersebut,” kata Arif Budiman, salah seorang pengendara motor.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Shanty Wahyu Anggraini menjelaskan, kemarin ada permintaan tambahan pasokan air baku dari PDAM Delta Tirta.

Fiskal atau ketinggian air sungai yang biasanya 38-40 sentimeter, naik jadi 50 sentimeter. Sehingga debit air yang mengalir ke daerah itupun juga bertambah.

Lalu, mengapa luber? “Air baku untuk minum cukup, tapi pemanfaatan untuk air irigasi sedikit berkurang,” katanya.

Sebab, menurut fungsinya, sungai di Tawangsari tersebut tidak hanya sebagai sumber air baku untuk minum, tapi juga untuk kebutuhan air irigasi lahan pertanian. Apalagi saat ini para petani banyak masuk masa panen. Sehingga kebutuhan air irigasi tidak terlalu besar.

Selain itu, imbuhnya, plengsengan di pinggir sungai Pelayaran sudah mulai retak. Air masuk melalui sela retakan itu. Shanty menegaskan, plengsengan sungai Pelayaran banyak yang patah dan perlu direhab di daerah Pertapan, Krembangan.

Sedangkan untuk perbaikannya bukan menjadi wewenang DPUBMSDA Sidoarjo. Melainkan, masuk wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS).

Dan untuk menahan luberan yang terjadi kemarin, pihaknya sudah memerintahkan penjaga pintu air di Tawangsari untuk menurunkan kembali debit air tersebut. “Menormalkan kembali ke pasokan awal,” pungkasnya. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/