alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Kelompok 48 KKN UPN Veteran Jatim, Beri Solusi Penanganan Sampah

SIDOARJO – Penanganan sampah masih menjadi problematika yang belum terselesaikan di Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo. Berdasarkan hal tersebut, kelompok KKN 48 UPN Veteran Jawa Timur akan memberikan pendampingan dalam mengatasi masalah sampah.

Sekretaris Desa Jati, Ilyas mengatakan, pihaknya membutuhkan alat untuk bisa membakar sampah dengan kapasitas tertentu. Yakni, dengan api yang besar tapi asap yang dikeluarkan kecil.

Dosen dari Jurusan Teknik Kimia, Kamto, menyarankan untuk membuat alat yang dinamakan incinerator sederhana. Dengan dibantu kader lingkungan Suntrimo, proses pembuatan alat ini membutuhkan waktu sekitar 2 minggu.

Cara pengunaan alat ini yaitu, dimulai dari memasukkan sampah melalui pintu atas. Lalu memasukkan beberapa bahan bakar dan menyalakan blower sebagai asupan oksigen dengan proses pembakaran 2 jam. Serta pendinginan selama 1 jam.

Kamto mengungkapkan, asap yang timbul akan dikontakkan dengan aliran air melalui selang yang dipompa dari timba berisi air. Arang atau abu yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pupuk anorganik.

“Alhamdulillah program ini terlaksana dengan baik, dengan harapan bisa mengurai limbah sampah yang menumpuk,” ujar Praja Firdaus N, M.Hub, Int selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN kelompok 48.

Kelompok 48 KKN ini juga mempunyai program utama. Yaitu pemberdayaan ekonomi kreatif, UMKM dan BUMDes serta inovasi teknologi tepat guna permasalahan sampah hingga video edukasi vaksinasi Covid-19. Begitu pula program pendukung lainnya seperti, pelatihan software dan after movie. (san/vga)

SIDOARJO – Penanganan sampah masih menjadi problematika yang belum terselesaikan di Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo. Berdasarkan hal tersebut, kelompok KKN 48 UPN Veteran Jawa Timur akan memberikan pendampingan dalam mengatasi masalah sampah.

Sekretaris Desa Jati, Ilyas mengatakan, pihaknya membutuhkan alat untuk bisa membakar sampah dengan kapasitas tertentu. Yakni, dengan api yang besar tapi asap yang dikeluarkan kecil.

Dosen dari Jurusan Teknik Kimia, Kamto, menyarankan untuk membuat alat yang dinamakan incinerator sederhana. Dengan dibantu kader lingkungan Suntrimo, proses pembuatan alat ini membutuhkan waktu sekitar 2 minggu.

Cara pengunaan alat ini yaitu, dimulai dari memasukkan sampah melalui pintu atas. Lalu memasukkan beberapa bahan bakar dan menyalakan blower sebagai asupan oksigen dengan proses pembakaran 2 jam. Serta pendinginan selama 1 jam.

Kamto mengungkapkan, asap yang timbul akan dikontakkan dengan aliran air melalui selang yang dipompa dari timba berisi air. Arang atau abu yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pupuk anorganik.

“Alhamdulillah program ini terlaksana dengan baik, dengan harapan bisa mengurai limbah sampah yang menumpuk,” ujar Praja Firdaus N, M.Hub, Int selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN kelompok 48.

Kelompok 48 KKN ini juga mempunyai program utama. Yaitu pemberdayaan ekonomi kreatif, UMKM dan BUMDes serta inovasi teknologi tepat guna permasalahan sampah hingga video edukasi vaksinasi Covid-19. Begitu pula program pendukung lainnya seperti, pelatihan software dan after movie. (san/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags