alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Sidoarjo Call Center 112 Terima 147 Laporan, Ada yang Iseng Panggilan Nakal

SIDOARJO – Layanan aduan Sidoarjo Call Center 112 kini sudah bisa dinikmati warganya. Selama sepekan, sudah ada 147 aduan yang masuk.

Aduan yang diterima operator dari 20-26 Juni itu terdiri dari sejumlah kategori. Paling banyak adalah kategori informasi umum dengan total 73 aduan, kemudian 22 aduan PLN, 7 aduan Penerangan Jalan Umum (PJU), 6 kamtibmas, 6 kecelakaan, 5 jalan rusak, 4 traffic light padam, dan 4 sertifikat vaksin.

Lalu aduan dengan jumlah masing masing dua kategori yakni evakuasi kendaraan, pilkades, kependudukan, banjir air sungai, ODGJ, dan pendidikan. Sisanya aduan kategori sengketa tanah, tiang listrik roboh, ambulans, evakuasi orang, laka air, pengeprasan pohon, kemacetan, dan KDRT.

Plt Kepala Bidang Pengelolaan dan Informasi Diskominfo M Wildan mengungkapkan, yang masuk dalam informasi umum adalah aduan yang di luar kategori kegawatdaruratan.

“Seperti setting handphone, lupa password, hingga aduan tidak bisa isi pulsa,” jelasnya.

Aduan yang masuk ke 112 akan diteruskan operator ke dinas atau instansi terkait. Misalnya soal PJU mati, akan langsung diteruskan ke Dinas Perhubungan agar segera ditangani. Termasuk aduan permintaan ambulans atau adanya banjir. Akan langsung diteruskan ke dinas yang terkait.

Tapi selama melayani masyarakat, operator Sidoarjo Call Center 112 juga tidak sedikit mendapat panggilan “nakal”. Seperti telepone dari anak-anak iseng.

“Langsung kami nasihati, agar tidak mengulang. Semua percakapan juga terekam,” sebut salah satu operator di kantor bekas Radio Suara Sidoarjo itu.

Nomor Sidoarjo Call Center 112 memang sama dengan yang dimiliki Pemkot Surabaya. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir, asal berada di wilayah Sidoarjo, maka sambungan akan terhubung dengan Sidoarjo Call Center 112. Kalaupun terhubungnya dengan Surabaya operator juga bisa langsung meneruskan ke Sidoarjo. Begitu sebaliknya, karena layanan aduan itu juga telah terkoneksi. (son/vga)

SIDOARJO – Layanan aduan Sidoarjo Call Center 112 kini sudah bisa dinikmati warganya. Selama sepekan, sudah ada 147 aduan yang masuk.

Aduan yang diterima operator dari 20-26 Juni itu terdiri dari sejumlah kategori. Paling banyak adalah kategori informasi umum dengan total 73 aduan, kemudian 22 aduan PLN, 7 aduan Penerangan Jalan Umum (PJU), 6 kamtibmas, 6 kecelakaan, 5 jalan rusak, 4 traffic light padam, dan 4 sertifikat vaksin.

Lalu aduan dengan jumlah masing masing dua kategori yakni evakuasi kendaraan, pilkades, kependudukan, banjir air sungai, ODGJ, dan pendidikan. Sisanya aduan kategori sengketa tanah, tiang listrik roboh, ambulans, evakuasi orang, laka air, pengeprasan pohon, kemacetan, dan KDRT.

Plt Kepala Bidang Pengelolaan dan Informasi Diskominfo M Wildan mengungkapkan, yang masuk dalam informasi umum adalah aduan yang di luar kategori kegawatdaruratan.

“Seperti setting handphone, lupa password, hingga aduan tidak bisa isi pulsa,” jelasnya.

Aduan yang masuk ke 112 akan diteruskan operator ke dinas atau instansi terkait. Misalnya soal PJU mati, akan langsung diteruskan ke Dinas Perhubungan agar segera ditangani. Termasuk aduan permintaan ambulans atau adanya banjir. Akan langsung diteruskan ke dinas yang terkait.

Tapi selama melayani masyarakat, operator Sidoarjo Call Center 112 juga tidak sedikit mendapat panggilan “nakal”. Seperti telepone dari anak-anak iseng.

“Langsung kami nasihati, agar tidak mengulang. Semua percakapan juga terekam,” sebut salah satu operator di kantor bekas Radio Suara Sidoarjo itu.

Nomor Sidoarjo Call Center 112 memang sama dengan yang dimiliki Pemkot Surabaya. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir, asal berada di wilayah Sidoarjo, maka sambungan akan terhubung dengan Sidoarjo Call Center 112. Kalaupun terhubungnya dengan Surabaya operator juga bisa langsung meneruskan ke Sidoarjo. Begitu sebaliknya, karena layanan aduan itu juga telah terkoneksi. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/