alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Boleh Mudik, Jasa Penukaran Uang di Sidoarjo Kembali Marak

SIDOARJO – Jasa penukaran uang baru di Sidoarjo mulai marak. Lokasinya di antaranya di Jalan Pahlawan dan ada juga di Jalan Perumahan Taman Pinang Indah (TPI). Sejak pandemi, jumlahnya memang tidak sebanyak dulu. Namun, para pedagang tersebut mengaku masih banyak warga yang memanfaatkan jasanya.

Salah satu pedagang Samini mengaku tahun ini antusiasme warga cukup tinggi. Sebab pemerintah sudah memperbolehkan mudik. Sehingga banyak masyarakat yang pulang kampung dan hendak membagikan angpau Lebaran kepada keluarga.

Samini dibantu suaminya buka jasa penukaran sejak hari pertama Ramadan. Dia mengaku sudah berjualan selama empat kali Ramadan. Nilai uang yang mereka sediakan adalah pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 2 ribu.

Samini mengaku pada awal Ramadan dirinya belum mendapatkan pelanggan sama sekali. “Awal-awal Ramadan biasanya masih sepi,” katanya.

Menurut dia, masyarakat Sidoarjo biasanya mulai menukarkan uang baru sekitar seminggu sebelum Lebaran. Walaupun begitu, dia tetap membuka lapaknya setiap hari hingga hari H Lebaran nanti.

Dalam menjual jasa tukar uang baru, Sarmini mengambil untung sekitar Rp 10 hingga Rp 15 ribu rupiah.

“Kalau mau tukar Rp 100 ribu, bayarnya Rp 110 ribu. Kalau Rp 200 ribu ya bayar Rp 215 ribu saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, pecahan yang paling banyak ditukar adalah pecahan Rp 10 ribu sedangkan yang paling jarang adalah pecahan Rp 20 ribu. Jika mendekati Lebaran, dalam sehari dia bisa mendapatkan sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. (nis/vga)

SIDOARJO – Jasa penukaran uang baru di Sidoarjo mulai marak. Lokasinya di antaranya di Jalan Pahlawan dan ada juga di Jalan Perumahan Taman Pinang Indah (TPI). Sejak pandemi, jumlahnya memang tidak sebanyak dulu. Namun, para pedagang tersebut mengaku masih banyak warga yang memanfaatkan jasanya.

Salah satu pedagang Samini mengaku tahun ini antusiasme warga cukup tinggi. Sebab pemerintah sudah memperbolehkan mudik. Sehingga banyak masyarakat yang pulang kampung dan hendak membagikan angpau Lebaran kepada keluarga.

Samini dibantu suaminya buka jasa penukaran sejak hari pertama Ramadan. Dia mengaku sudah berjualan selama empat kali Ramadan. Nilai uang yang mereka sediakan adalah pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 2 ribu.

Samini mengaku pada awal Ramadan dirinya belum mendapatkan pelanggan sama sekali. “Awal-awal Ramadan biasanya masih sepi,” katanya.

Menurut dia, masyarakat Sidoarjo biasanya mulai menukarkan uang baru sekitar seminggu sebelum Lebaran. Walaupun begitu, dia tetap membuka lapaknya setiap hari hingga hari H Lebaran nanti.

Dalam menjual jasa tukar uang baru, Sarmini mengambil untung sekitar Rp 10 hingga Rp 15 ribu rupiah.

“Kalau mau tukar Rp 100 ribu, bayarnya Rp 110 ribu. Kalau Rp 200 ribu ya bayar Rp 215 ribu saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, pecahan yang paling banyak ditukar adalah pecahan Rp 10 ribu sedangkan yang paling jarang adalah pecahan Rp 20 ribu. Jika mendekati Lebaran, dalam sehari dia bisa mendapatkan sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/