alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Bed Occupancy Rate Rumah Sakit di Sidoarjo Masih Tinggi

SIDOARJO – Januari adalah puncak tertinggi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat diketahui dari bed occupancy rate (BOR) 11 rumah sakit rujukan coronavirus disease 2019. Dari 891 tempat tidur yang disediakan rumah sakit, telah terpakai 85 persen dari total keseluruhan bed yang ada.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidoarjo, Abdillah Segaf Al Hadad mengatakan, BOR yang disediakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, misalnya. Dari 225 tempat tidur (TT), hingga Rabu (27/1) terpakai 94 persen.

Sementara itu di RS Siti Hajar, 88 persen terisi dari 126 TT yang disediakan. RS Anwar Medika menyediakan 84 TT, hingga kemarin telah terisi 88 persen. “Di RS rujukan lainnya hampir penuh. 69 persen hingga 90 persen,” ungkapnya, Kamis (28/1).

Direktur RSUD Sidoarjo Atok Irawan mengatakan, tingkat keterisian ruang perawatan di RSUD Sidoarjo dinamis. Bahkan sempat menyentuh angka di atas 100 persen atau overload. Pada Senin pekan ini BOR terisi 97 persen.

“Baru hari ini (Kamis 28/1) bisa turun pasien yang dirawat. 185 pasien dari 225 bed. Tapi ICU masih full,” katanya.

Sedangkan dua pasien yang harusnya masuk ICU dan membutuhkan ventilator pun juga stagnan di Intalasi Gawat Darurat (IGD). Kemudian, 30 persen angka kematian disumbangkan dari pasien yang dirawat di ruang ICU RSUD Sidoarjo.

Atok mengungkapkan jika mayoritas pasien Covid-19 yang datang ke RSUD Sidoarjo adalah pasien dewasa yang sudah dalam kondisi cukup parah, seperti menderita penyakit pneumonia berat dan kerusakan pada paru-parunya.

“Ada yang masih umur 32 tahun tanpa penyakit bawaan murni Covid-19 yang meninggal, karena kondisi paru-parunya sudah rusak,” ungkap dokter spesialis paru itu.

Selama masa pandemi ini, RSUD Sidoarjo sendiri sudah merawat setidaknya 5.460 pasien dengan tingat kematian pasien mencapai 16 persen. Ia juga mengungkap jika tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Sidoarjo membutuhkan waktu untuk berelaksasi karena kerja yang tiada henti, karena pasien Covid-19 membutuhkan perawatan penuh (full treatment) dan tidak bisa dirawat keluarga.

“Dari total 1.120 nakes hampir separuh yang merawat pasien Covid-19,” pungkasnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Januari adalah puncak tertinggi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat diketahui dari bed occupancy rate (BOR) 11 rumah sakit rujukan coronavirus disease 2019. Dari 891 tempat tidur yang disediakan rumah sakit, telah terpakai 85 persen dari total keseluruhan bed yang ada.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidoarjo, Abdillah Segaf Al Hadad mengatakan, BOR yang disediakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, misalnya. Dari 225 tempat tidur (TT), hingga Rabu (27/1) terpakai 94 persen.

Sementara itu di RS Siti Hajar, 88 persen terisi dari 126 TT yang disediakan. RS Anwar Medika menyediakan 84 TT, hingga kemarin telah terisi 88 persen. “Di RS rujukan lainnya hampir penuh. 69 persen hingga 90 persen,” ungkapnya, Kamis (28/1).

Direktur RSUD Sidoarjo Atok Irawan mengatakan, tingkat keterisian ruang perawatan di RSUD Sidoarjo dinamis. Bahkan sempat menyentuh angka di atas 100 persen atau overload. Pada Senin pekan ini BOR terisi 97 persen.

“Baru hari ini (Kamis 28/1) bisa turun pasien yang dirawat. 185 pasien dari 225 bed. Tapi ICU masih full,” katanya.

Sedangkan dua pasien yang harusnya masuk ICU dan membutuhkan ventilator pun juga stagnan di Intalasi Gawat Darurat (IGD). Kemudian, 30 persen angka kematian disumbangkan dari pasien yang dirawat di ruang ICU RSUD Sidoarjo.

Atok mengungkapkan jika mayoritas pasien Covid-19 yang datang ke RSUD Sidoarjo adalah pasien dewasa yang sudah dalam kondisi cukup parah, seperti menderita penyakit pneumonia berat dan kerusakan pada paru-parunya.

“Ada yang masih umur 32 tahun tanpa penyakit bawaan murni Covid-19 yang meninggal, karena kondisi paru-parunya sudah rusak,” ungkap dokter spesialis paru itu.

Selama masa pandemi ini, RSUD Sidoarjo sendiri sudah merawat setidaknya 5.460 pasien dengan tingat kematian pasien mencapai 16 persen. Ia juga mengungkap jika tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Sidoarjo membutuhkan waktu untuk berelaksasi karena kerja yang tiada henti, karena pasien Covid-19 membutuhkan perawatan penuh (full treatment) dan tidak bisa dirawat keluarga.

“Dari total 1.120 nakes hampir separuh yang merawat pasien Covid-19,” pungkasnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/