alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Tangani Serius Soal Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

SIDOARJO – Kasus kekerasan perempuan dan anak di Sidoarjo menurun tiga tahun terakhir. Hal itu seiring dengan upaya perlindungan perempuan dan anak yang diperkuat pemkab melalui Unit Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).

Kepala UPTD PPA Prastiwi Trijanti merinci selama 2019 total kasus yang ditangani sebanyak 155 kasus. Terdiri dari KDRT sebanyak 73 kasus yang ditangani sampai tuntas. Penanganan mitigasi dan non mitigasi ada yang ditangani dengan mediasi ada juga yang dirujuk ke PPA Polresta Sidoarjo untuk penanganan hukum lanjutan.

Sedangkan kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 16 kasus. Kekerasan ekonomi seperti suami lepas tanggung jawab nafkah, penelantaran istri dan anak sebanyak 6 kasus. Pelecehan seksual 7 kasus,  pencabulan 13 kasus, perkosaan 2 kasus. Semua kasus sudah ditangani UPTD PPA dirujuk ke PPA Polresta. Penganiayaan perempuan dan anak 3 kasus. Kasus lain-lain seperti rebutan hak asuh anak 35 kasus.

Sementara itu, selama 2020 KDRT 56 kasus, Kekerasan Terhadap Anak (KTA) ada 19 kasus, kekerasan dalam pacaran 1 kasus, kekerasan ekonomi 10 kasus, pencabulan 15 kasus, trafficking 4 kasus, penganiyaan 3, kasus lain-lain 25 kasus.

Total ada 140 kasus. Pengaduan menurun karena masa pandemi dan PPKM.

Selama 2021 KDRT 52 kasus, KTA 15 kasus, kekerasan ekonomi 8 kasus, pelecehan seksual 9 kasus, pencabulan 27 kasus, lain-lain 29 kasus. Total pengaduan yang masuk UPTD PPA sampai akhir Nopember 2021 sebanyak 140 kasus,” kata Prastiwi.

Menanggapi tingkat kekerasan perempuan dan anak yang menurun, Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor mengatakan, Sidoarjo harus menjadi wilayah yang ramah perempuan dan anak.

“Kita tangani serius soal kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Dirinya akan memantau langsung pendampingan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilakukan UPTD PPA.

Muhdlor menjelaskan, UPTD PPA dibentuk untuk menangani dan mendampingi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Dirinya meminta pengelola UPTD PPA harus terus berkreasi dan berinovasi dalam menangani kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak dengan melibatkan berbagai organisasi perempuan maupun instansi terkait.

“Saya akan memperkuat ini dengan program terintegrasi, mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga pemandirian perempuan korban kekerasan,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Kasus kekerasan perempuan dan anak di Sidoarjo menurun tiga tahun terakhir. Hal itu seiring dengan upaya perlindungan perempuan dan anak yang diperkuat pemkab melalui Unit Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).

Kepala UPTD PPA Prastiwi Trijanti merinci selama 2019 total kasus yang ditangani sebanyak 155 kasus. Terdiri dari KDRT sebanyak 73 kasus yang ditangani sampai tuntas. Penanganan mitigasi dan non mitigasi ada yang ditangani dengan mediasi ada juga yang dirujuk ke PPA Polresta Sidoarjo untuk penanganan hukum lanjutan.

Sedangkan kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 16 kasus. Kekerasan ekonomi seperti suami lepas tanggung jawab nafkah, penelantaran istri dan anak sebanyak 6 kasus. Pelecehan seksual 7 kasus,  pencabulan 13 kasus, perkosaan 2 kasus. Semua kasus sudah ditangani UPTD PPA dirujuk ke PPA Polresta. Penganiayaan perempuan dan anak 3 kasus. Kasus lain-lain seperti rebutan hak asuh anak 35 kasus.

Sementara itu, selama 2020 KDRT 56 kasus, Kekerasan Terhadap Anak (KTA) ada 19 kasus, kekerasan dalam pacaran 1 kasus, kekerasan ekonomi 10 kasus, pencabulan 15 kasus, trafficking 4 kasus, penganiyaan 3, kasus lain-lain 25 kasus.

Total ada 140 kasus. Pengaduan menurun karena masa pandemi dan PPKM.

Selama 2021 KDRT 52 kasus, KTA 15 kasus, kekerasan ekonomi 8 kasus, pelecehan seksual 9 kasus, pencabulan 27 kasus, lain-lain 29 kasus. Total pengaduan yang masuk UPTD PPA sampai akhir Nopember 2021 sebanyak 140 kasus,” kata Prastiwi.

Menanggapi tingkat kekerasan perempuan dan anak yang menurun, Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor mengatakan, Sidoarjo harus menjadi wilayah yang ramah perempuan dan anak.

“Kita tangani serius soal kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Dirinya akan memantau langsung pendampingan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilakukan UPTD PPA.

Muhdlor menjelaskan, UPTD PPA dibentuk untuk menangani dan mendampingi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Dirinya meminta pengelola UPTD PPA harus terus berkreasi dan berinovasi dalam menangani kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak dengan melibatkan berbagai organisasi perempuan maupun instansi terkait.

“Saya akan memperkuat ini dengan program terintegrasi, mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga pemandirian perempuan korban kekerasan,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/