alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Jalan Rusak di Sukolegok Bakal Dibeton

SIDOARJO – Beberapa ruas jalan rusak di Sidoarjo saat ini tengah dilakukan peningkatan dengan beton dan pemeliharaan dengan aspal oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA). Namun ada beberapa ruas jalan rusak yang belum diperbaiki. Sebab perbaikannya menunggu proses lelang di LPSE Pemkab Sidoarjo.

Seperti di ruas Panjunan – Suko Dusun Sukolegok RT 15 Kecamatan Sukodono. Jalan penghubung antara Kecamatan Taman dan Sukodono itu rusak parah. Jalan aspal sudah tidak lagi berbentuk.

Sebagai informasi pada warga, DPUBMSDA telah memasang papan pengumuman bahwa ruas jalan tersebut bakal dibeton. Merujuk hasil lelang di LPSE, nilai kontrak paket pengerjaan betonisasi Panjunan – Suko disepakati Rp 1,158 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan jika dihitung, panjang ruas jalan dari Balai Desa Suko sampai masuk Desa Panjunan Sukodono, total panjang jalan mencapai 3 kilometer.

“Yang dikerjakan 300 meter. Kurang dari sepekan lagi akan dimulai. Sisanya, akan dilanjutkan tahun depan,” terangnya.

Sigit mengungkapkan, tahun ini proyek betonisasi jalan masih dilakukan dalam skala kecil hingga sedang. “Tahun depan perbaikan akan dilakukan dengan skala besar,” ungkapnya

Karena itu, perbaikan jalan yang rusak belum bisa tuntas seratus persen. Tahun depan, pengerjaan dalam satu paket jalan bisa sekaligus sepanjang 5 kilometer. “Tidak 1 kilometer-an lagi. Misalnya dari proyek lanjutan betonisasi Becirongengor bisa lanjut sampai Junwangi, Krian,” ujar Sigit.

Baik betonisasi, maupun pengaspalan, pihaknya akan memilah mana yang harus dibeton dan cukup diaspal. Jalan aspal yang sudah rusak dan kondisinya banjir saat hujan, maka mutlak dibeton. “Karena 20 tahun ke depan tidak memikirkan pemeliharaan lagi kalau dibeton,” pungkasnya.

Sigit menyebut, tahun ini total ada 35 paket perawatan jalan. Tahap pertama yang dimulai ada 19 paket perbaikan. Sebanyak 13 dibeton dan enam diaspal. Tahap itu, yang saat ini sudah dikerjakan. Sedangkan 16 paket lainnya masih proses akhir lelang. Namun, dirinya optimistis Desember rampung semuanya. Karena itu, dirinya tidak memungkiri memang masih ada jalan yang kondisinya rusak parah.

Pelaksana Tugas Camat Sukodono Mukhammad Makhmud menjelaskan rusaknya ruas Panjunan – Suko dikarenakan selama ini jalan tersebut tidak memiliki saluran pembuangan air. “Ya ketika hujan, air tidak bisa mengalir. Itu merusak aspal. Pengerjaan beton nanti, lengkap dengan pemasangan u ditch untuk saluran air,” katanya.

Selain ruas jalan tersebut, betonisasi juga akan berlangsung di ruas jalan  Kebonagung – Sukodono. (rpp/nis)

SIDOARJO – Beberapa ruas jalan rusak di Sidoarjo saat ini tengah dilakukan peningkatan dengan beton dan pemeliharaan dengan aspal oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA). Namun ada beberapa ruas jalan rusak yang belum diperbaiki. Sebab perbaikannya menunggu proses lelang di LPSE Pemkab Sidoarjo.

Seperti di ruas Panjunan – Suko Dusun Sukolegok RT 15 Kecamatan Sukodono. Jalan penghubung antara Kecamatan Taman dan Sukodono itu rusak parah. Jalan aspal sudah tidak lagi berbentuk.

Sebagai informasi pada warga, DPUBMSDA telah memasang papan pengumuman bahwa ruas jalan tersebut bakal dibeton. Merujuk hasil lelang di LPSE, nilai kontrak paket pengerjaan betonisasi Panjunan – Suko disepakati Rp 1,158 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan jika dihitung, panjang ruas jalan dari Balai Desa Suko sampai masuk Desa Panjunan Sukodono, total panjang jalan mencapai 3 kilometer.

“Yang dikerjakan 300 meter. Kurang dari sepekan lagi akan dimulai. Sisanya, akan dilanjutkan tahun depan,” terangnya.

Sigit mengungkapkan, tahun ini proyek betonisasi jalan masih dilakukan dalam skala kecil hingga sedang. “Tahun depan perbaikan akan dilakukan dengan skala besar,” ungkapnya

Karena itu, perbaikan jalan yang rusak belum bisa tuntas seratus persen. Tahun depan, pengerjaan dalam satu paket jalan bisa sekaligus sepanjang 5 kilometer. “Tidak 1 kilometer-an lagi. Misalnya dari proyek lanjutan betonisasi Becirongengor bisa lanjut sampai Junwangi, Krian,” ujar Sigit.

Baik betonisasi, maupun pengaspalan, pihaknya akan memilah mana yang harus dibeton dan cukup diaspal. Jalan aspal yang sudah rusak dan kondisinya banjir saat hujan, maka mutlak dibeton. “Karena 20 tahun ke depan tidak memikirkan pemeliharaan lagi kalau dibeton,” pungkasnya.

Sigit menyebut, tahun ini total ada 35 paket perawatan jalan. Tahap pertama yang dimulai ada 19 paket perbaikan. Sebanyak 13 dibeton dan enam diaspal. Tahap itu, yang saat ini sudah dikerjakan. Sedangkan 16 paket lainnya masih proses akhir lelang. Namun, dirinya optimistis Desember rampung semuanya. Karena itu, dirinya tidak memungkiri memang masih ada jalan yang kondisinya rusak parah.

Pelaksana Tugas Camat Sukodono Mukhammad Makhmud menjelaskan rusaknya ruas Panjunan – Suko dikarenakan selama ini jalan tersebut tidak memiliki saluran pembuangan air. “Ya ketika hujan, air tidak bisa mengalir. Itu merusak aspal. Pengerjaan beton nanti, lengkap dengan pemasangan u ditch untuk saluran air,” katanya.

Selain ruas jalan tersebut, betonisasi juga akan berlangsung di ruas jalan  Kebonagung – Sukodono. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/