alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Dua Tahun Tanpa Murid Baru, SDN Mindi I Porong Ditutup

SIDOARJO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo berencana menggabungkan satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terletak di ujung timur Kecamatan Porong dengan SDN lain. Langkah itu diambil menyusul terus berkurangnya jumlah siswa baru di sekolah terkait.

“Di SDN tersebut siswa baru terus berkurang. Tinggal empat siswa saja. Saat ini masih ditelaah, apakah ada siswa tersebut. Kami usulkan agar dimerger saja,” kata Kepala Bidang Sekolah Dasar Dikbud Sidoarjo Bambang Eko Wiroyudho, kemarin (27/7).

Bambang tidak menyebutkan secara gamblang nama SDN tersebut. Yang pasti, Bambang menjabarkan, sekolah tersebut terletak di kawasan tambak. Akses jalan menuju sekolah tersebut terbilang sulit. Hanya ada jalan setapak khas daerah tambak. “Menuju ke sana pun kita harus melewati jalur laut dengan perahu,” ungkapnya.

Selain merger, satu SDN terdampak lumpur panas, yakni SDN Mindi 1 Porong, mulai kemarin (27/7), resmi ditutup. Sebab, selama dua tahun, sekolah itu tidak memiliki siswa baru. “Surat sudah kami sampaikan dan menunggu keputusan resmi Bupati,” tambahnya.

Mulai kemarin satu kepala sekolah dan lima guru disebar mengajar di sekolah lain yang masih berada di wilayah Kecamatan Porong. Seperti M Syukron Dian, salah satu guru dipindahtugaskan ke SDN Juwet Kenongo.

Menurut keterangannya, lima tenaga pendidik lain disebar mengajar di SDN Gebang 1, SDN Kesambi, SDN Kebkalan, dan SDN Kebon Agung. Sedangkan kepala sekolah dipindahtugaskan ke SDN Candi Pari 1. “Semua data akan dikeluarkan dari Dapodik SDN Mindi 1. Data tersebut bisa ditarik oleh sekolah yang baru,” kata Dian yang juga operator Dapodik SDN Mindi 1. (rpp/nis/opi)

SIDOARJO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo berencana menggabungkan satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terletak di ujung timur Kecamatan Porong dengan SDN lain. Langkah itu diambil menyusul terus berkurangnya jumlah siswa baru di sekolah terkait.

“Di SDN tersebut siswa baru terus berkurang. Tinggal empat siswa saja. Saat ini masih ditelaah, apakah ada siswa tersebut. Kami usulkan agar dimerger saja,” kata Kepala Bidang Sekolah Dasar Dikbud Sidoarjo Bambang Eko Wiroyudho, kemarin (27/7).

Bambang tidak menyebutkan secara gamblang nama SDN tersebut. Yang pasti, Bambang menjabarkan, sekolah tersebut terletak di kawasan tambak. Akses jalan menuju sekolah tersebut terbilang sulit. Hanya ada jalan setapak khas daerah tambak. “Menuju ke sana pun kita harus melewati jalur laut dengan perahu,” ungkapnya.

Selain merger, satu SDN terdampak lumpur panas, yakni SDN Mindi 1 Porong, mulai kemarin (27/7), resmi ditutup. Sebab, selama dua tahun, sekolah itu tidak memiliki siswa baru. “Surat sudah kami sampaikan dan menunggu keputusan resmi Bupati,” tambahnya.

Mulai kemarin satu kepala sekolah dan lima guru disebar mengajar di sekolah lain yang masih berada di wilayah Kecamatan Porong. Seperti M Syukron Dian, salah satu guru dipindahtugaskan ke SDN Juwet Kenongo.

Menurut keterangannya, lima tenaga pendidik lain disebar mengajar di SDN Gebang 1, SDN Kesambi, SDN Kebkalan, dan SDN Kebon Agung. Sedangkan kepala sekolah dipindahtugaskan ke SDN Candi Pari 1. “Semua data akan dikeluarkan dari Dapodik SDN Mindi 1. Data tersebut bisa ditarik oleh sekolah yang baru,” kata Dian yang juga operator Dapodik SDN Mindi 1. (rpp/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/