alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Pemkab Sidoarjo Bangun Depo Arsip di Lebo Tahun Depan

SIDOARJO – Rencana pembangunan depo arsip harus segera direalisasikan. Sebab Sidoarjo sudah memiliki perda nomor 1 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kearsipan. Di dalamnya disebutkan bahwa lembaga kearsipan daerah wajib memiliki depo arsip maksimal 2 tahun setelah perda disahkan.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo Warih Andono mengatakan, lokasi pembangunan depo arsip dipindah. Semula rencananya menggunakan eks kantor BPN di Jalan Jaksa Agung Soeprapto. Namun tahun ini diputuskan lokasinya pindah ke Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo.

Warih menjelaskan, di lokasi tersebut ada lahan milik Pemkab seluas 17.769 meter persegi. Sedangkan pembangunan depo arsip membutuhkan lahan seluas 600 meter persegi.

Hanya saja, diakuinya pembangunan belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab sejumlah anggaran ada yang direfocusing sebagai upaya antisipasi defisit. ”Tapi sudah masuk rencana kerja tahun depan,” katanya.

Dia menambahkan, pembangunan depo arsip tersebut diusulkan Rp 20 miliar dalam pembahasan APBD 2021. Namun pihaknya belum bisa memastikan berapa anggaran yang disiapkan untuk tahun depan.

Terkait durasinya sendiri, dia menyatakan proyek pembangunan tersebut akan dilakukan dalam durasi waktu satu tahun pengerjaan. Sedangkan untuk spesifikasi pembangunannya disesuaikan dengan ketentuan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). (nis/vga)

 

SIDOARJO – Rencana pembangunan depo arsip harus segera direalisasikan. Sebab Sidoarjo sudah memiliki perda nomor 1 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kearsipan. Di dalamnya disebutkan bahwa lembaga kearsipan daerah wajib memiliki depo arsip maksimal 2 tahun setelah perda disahkan.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo Warih Andono mengatakan, lokasi pembangunan depo arsip dipindah. Semula rencananya menggunakan eks kantor BPN di Jalan Jaksa Agung Soeprapto. Namun tahun ini diputuskan lokasinya pindah ke Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo.

Warih menjelaskan, di lokasi tersebut ada lahan milik Pemkab seluas 17.769 meter persegi. Sedangkan pembangunan depo arsip membutuhkan lahan seluas 600 meter persegi.

Hanya saja, diakuinya pembangunan belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab sejumlah anggaran ada yang direfocusing sebagai upaya antisipasi defisit. ”Tapi sudah masuk rencana kerja tahun depan,” katanya.

Dia menambahkan, pembangunan depo arsip tersebut diusulkan Rp 20 miliar dalam pembahasan APBD 2021. Namun pihaknya belum bisa memastikan berapa anggaran yang disiapkan untuk tahun depan.

Terkait durasinya sendiri, dia menyatakan proyek pembangunan tersebut akan dilakukan dalam durasi waktu satu tahun pengerjaan. Sedangkan untuk spesifikasi pembangunannya disesuaikan dengan ketentuan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/