alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Memprihatinkan, 11 Ribu Rumah Tangga di Sidoarjo Belum Punya Jamban

SIDOARJO – Data Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa 11 ribu rumah tangga di Sidoarjo hingga saat ini masih belum mempunyai jamban. Akibatnya untuk Buang Air Besar (BAB) mereka melakukan di beberapa tempat. Seperti sungai, ada juga yang di sawah.

Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Sidoarjo Supaat Setia Hadi mengatakan, perilaku tersebut tidak higienis. Sehingga dampaknya tidak hanya lingkungan yang tercemar, estetika kota pun hilang. Selain itu Sidoarjo sampai saat ini tidak bisa menjadi kabupaten yang masuk dalam penilaian bebas dari buang air besar sembarangan atau Open Defication Free (ODF).

Tahun lalu, nilai ODF Sidoarjo berada di bawah angka 50 persen. “Padahal syarat ikut penilaian tersebut, nilai ODF kabupaten atau kota pada tahun itu minimal harus 60 persen,” katanya.

Pada tahun 2023 mendatang Sidoarjo kembali kecil kemungkinan bisa ikut acara yang digelar tiap 2 tahun sekali tersebut. Sebab, syarat nilai ODF pada tahun itu, naik lagi, yakni minimal sebesar 80 persen.

Tidak hanya untuk mengejar penilaian, namun adanya jamban yang sehat juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Menurut dia, untuk pembangunan jamban sehat diutamakan pada desa-desa yang kurang sedikit pembangunan jambannya. Misalnya desa yang kurang 10 jamban. Sedangkan desa yang kurang 50 jamban, ditinggal sementara.
”Strategi ini akan bisa menambah jumlah nilai desa ODF di Sidoarjo,” pungkasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Data Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa 11 ribu rumah tangga di Sidoarjo hingga saat ini masih belum mempunyai jamban. Akibatnya untuk Buang Air Besar (BAB) mereka melakukan di beberapa tempat. Seperti sungai, ada juga yang di sawah.

Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Sidoarjo Supaat Setia Hadi mengatakan, perilaku tersebut tidak higienis. Sehingga dampaknya tidak hanya lingkungan yang tercemar, estetika kota pun hilang. Selain itu Sidoarjo sampai saat ini tidak bisa menjadi kabupaten yang masuk dalam penilaian bebas dari buang air besar sembarangan atau Open Defication Free (ODF).

Tahun lalu, nilai ODF Sidoarjo berada di bawah angka 50 persen. “Padahal syarat ikut penilaian tersebut, nilai ODF kabupaten atau kota pada tahun itu minimal harus 60 persen,” katanya.

Pada tahun 2023 mendatang Sidoarjo kembali kecil kemungkinan bisa ikut acara yang digelar tiap 2 tahun sekali tersebut. Sebab, syarat nilai ODF pada tahun itu, naik lagi, yakni minimal sebesar 80 persen.

Tidak hanya untuk mengejar penilaian, namun adanya jamban yang sehat juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Menurut dia, untuk pembangunan jamban sehat diutamakan pada desa-desa yang kurang sedikit pembangunan jambannya. Misalnya desa yang kurang 10 jamban. Sedangkan desa yang kurang 50 jamban, ditinggal sementara.
”Strategi ini akan bisa menambah jumlah nilai desa ODF di Sidoarjo,” pungkasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/