alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Dewan Minta Pemkab Sidoarjo Atasi Potensi Defisit Anggaran

SIDOARJO – Tidak ingin APBD 2022 mengalami defisit anggaran yang tinggi, kalangan legislatif meminta pemkab melakukan sejumlah langkah. Upaya dan antisipasi yang terukur dalam mengelola anggaran perlu dilakukan.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo Sudjalil berharap upaya yang akan dilakukan pemkab dipikirkan secara matang. Jangan sampai untuk menekan defisit anggaran, mengorbankan kepentingan lain. Terutama yang terkait dengan belanja pegawai. Seperti pembayaran TPP dan lainnya.

Dia mengaku kondisi defisit dianggap tidak haram dalam proses pemerintahan. Namun, hal ini harus terukur supaya keseimbangan keuangan daerah bisa terjadi. ”Kami mendorong bagaimana solusi pemerintah untuk defisit tahun sebelumnya diatasi di tahun berjalan supaya tidak terus menjadi beban,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi potensi defisit anggaran di tahun ini. Pertama, dengan memfokuskan belanja hanya pada pekerjaan yang mendukung pencapaian 17 program prioritas.

Selanjutnya, merasionalisasi belanja yang tidak prioritas. ”Seperti belanja barang milik daerah yang masih bisa ditunda tahun depan,” ujarnya.
Selain menekan anggaran belanja, pihaknya juga berupaya menambah pendapatan. Yakni dengan mengoptinalkan peningkatan capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kemudian pemkab juga berupaya mencari alternatif pembiayaan.

”Baik dari pemerintah pusat maupun sektor wisata,” imbuhnya.
Langkah terakhir adalah penagihan utang secara intensif. Subandi berharap semua langkah yang disiapkan oleh pemkab bisa berjalan dengan maksimal. Sehingga tahun ini defisit anggaran bisa diminimalisir. (nis/vga)

 

SIDOARJO – Tidak ingin APBD 2022 mengalami defisit anggaran yang tinggi, kalangan legislatif meminta pemkab melakukan sejumlah langkah. Upaya dan antisipasi yang terukur dalam mengelola anggaran perlu dilakukan.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo Sudjalil berharap upaya yang akan dilakukan pemkab dipikirkan secara matang. Jangan sampai untuk menekan defisit anggaran, mengorbankan kepentingan lain. Terutama yang terkait dengan belanja pegawai. Seperti pembayaran TPP dan lainnya.

Dia mengaku kondisi defisit dianggap tidak haram dalam proses pemerintahan. Namun, hal ini harus terukur supaya keseimbangan keuangan daerah bisa terjadi. ”Kami mendorong bagaimana solusi pemerintah untuk defisit tahun sebelumnya diatasi di tahun berjalan supaya tidak terus menjadi beban,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi potensi defisit anggaran di tahun ini. Pertama, dengan memfokuskan belanja hanya pada pekerjaan yang mendukung pencapaian 17 program prioritas.

Selanjutnya, merasionalisasi belanja yang tidak prioritas. ”Seperti belanja barang milik daerah yang masih bisa ditunda tahun depan,” ujarnya.
Selain menekan anggaran belanja, pihaknya juga berupaya menambah pendapatan. Yakni dengan mengoptinalkan peningkatan capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kemudian pemkab juga berupaya mencari alternatif pembiayaan.

”Baik dari pemerintah pusat maupun sektor wisata,” imbuhnya.
Langkah terakhir adalah penagihan utang secara intensif. Subandi berharap semua langkah yang disiapkan oleh pemkab bisa berjalan dengan maksimal. Sehingga tahun ini defisit anggaran bisa diminimalisir. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/