alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Gali Makam, Temukan Uang Kuno Dinasti Tiongkok

SIDOARJO – Uang kuno yang diduga ada sejak Dinasti Song atau Yuan ditemukan tukang gali makam Dusun Sigit, Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon, Minggu (27/6) dini hari. Saat dikumpulkan, uang dari Tiongkok itu jumlahnya cukup banyak. Hingga satu ember.

Suntoro, salah satu penggali makam menceritakan, malam itu ia bersama tiga rekannya Muin, Bilal dan Ridwan, ditugasi untuk menggali makam karena ada warga yang meninggal. Namun setelah menggali sekitar 1,2 meter, cangkul yang digunakannya seperti mengenai benda keras. “Krakk, seperti kena beling (kaca, Red),” kata Suntoro.

Dia bersama rekannya semakin kaget lantaran barang yang ditemukan itu mata uang kuno. Jumlahnya pun cukup banyak. Sekitar satu ember besar dengan bobot sekitar 25 kilogram. “Sekitar pukul 01.00 lah waktu itu, terus kami simpan di gudang kerandah,” ungkapnya.

Suntoro juga sempat membawa contoh uang kuno itu ke penjual emas. Tujuannya untuk memeriksa kandungan logamnya. Menurut pedagang yang ditemui, tidak ada kandungan emas dalam koin itu. Tetapi lebih ke campuran perunggu, perak dan kuningan.

Kepala Dusun Sigit, Ari Maulina menambahkan, kejadian penemuan uang kuno itu baru pertama kali di kampungnya. Nantinya barang temuan itu akan diamankan di kantor desa. Selain itu juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Sementara itu, Agus Subagyo, salah satu anggota dari komunitas pegiat sejarah menerangkan, uang kuno itu diduga berasal dari Dinasti Yuan yang ada di sekitar tahun 1200 masehi. “Dari bentuknya memang peninggalan uang dari Tiongkok. Biar nanti tim ahli dari BPCB yang lebih tahu asal uang tersebut,” katanya.

Dilihat dari bentuknya, imbuhnya, uang kuno itu juga sama dengan penemuan uang kuno di daerah lain. Seperti di Desa Tamansuruh, Glagah, Banyuwangi pada awal Februari lalu. (son/vga)

 

SIDOARJO – Uang kuno yang diduga ada sejak Dinasti Song atau Yuan ditemukan tukang gali makam Dusun Sigit, Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon, Minggu (27/6) dini hari. Saat dikumpulkan, uang dari Tiongkok itu jumlahnya cukup banyak. Hingga satu ember.

Suntoro, salah satu penggali makam menceritakan, malam itu ia bersama tiga rekannya Muin, Bilal dan Ridwan, ditugasi untuk menggali makam karena ada warga yang meninggal. Namun setelah menggali sekitar 1,2 meter, cangkul yang digunakannya seperti mengenai benda keras. “Krakk, seperti kena beling (kaca, Red),” kata Suntoro.

Dia bersama rekannya semakin kaget lantaran barang yang ditemukan itu mata uang kuno. Jumlahnya pun cukup banyak. Sekitar satu ember besar dengan bobot sekitar 25 kilogram. “Sekitar pukul 01.00 lah waktu itu, terus kami simpan di gudang kerandah,” ungkapnya.

Suntoro juga sempat membawa contoh uang kuno itu ke penjual emas. Tujuannya untuk memeriksa kandungan logamnya. Menurut pedagang yang ditemui, tidak ada kandungan emas dalam koin itu. Tetapi lebih ke campuran perunggu, perak dan kuningan.

Kepala Dusun Sigit, Ari Maulina menambahkan, kejadian penemuan uang kuno itu baru pertama kali di kampungnya. Nantinya barang temuan itu akan diamankan di kantor desa. Selain itu juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Sementara itu, Agus Subagyo, salah satu anggota dari komunitas pegiat sejarah menerangkan, uang kuno itu diduga berasal dari Dinasti Yuan yang ada di sekitar tahun 1200 masehi. “Dari bentuknya memang peninggalan uang dari Tiongkok. Biar nanti tim ahli dari BPCB yang lebih tahu asal uang tersebut,” katanya.

Dilihat dari bentuknya, imbuhnya, uang kuno itu juga sama dengan penemuan uang kuno di daerah lain. Seperti di Desa Tamansuruh, Glagah, Banyuwangi pada awal Februari lalu. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/