alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Kemendikbud Perbanyak SMK BLUD

SIDOARJO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mendorong SMK untuk mengubah teaching factory unggulan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Melalui BLUD, SMK yang memiliki produk-produk unggulan dapat mengelola proses produksi di teaching factory secara lebih fleksibel tanpa melanggar peraturan.

Di sisi lain, siswa akan dilatih untuk memproses produksi selayaknya industri yang kemudian dapat dipasarkan secara umum karena memenuhi standar industri.

Dirjen Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengapresiasi Jawa Timur memiliki 20 SMKN sudah berbentuk BLUD. “Terbanyak se Indonesia. Jumlah ini harus ditambah,” katanya saat berkunjung ke Edotel SMKN 1 Buduran, Jumat (26/2).

Wikan mengatakan salah satu contoh SMKN dengan BLUD terbaik di Jawa Timur ada di Sidoarjo. Di SMKN 1 Buduran memiliki edukasi hotel (Edotel) yang dikelola BLUD. Dengan sistem ini ternyata Edotel SMKN 1 Buduran bisa berkembang dengan baik. “Tata kelola industri profesional,” imbuhnya.

Ia menilai SMKN dengan pengelolaan baik akan menjadi center of excellence (COE). “Di sekolah ini merupakan COE di Jawa Timur. Pemerintah pusat mensupport dana Rp 2,4 miliar untuk revitalisasi gedung, sarana prasarana dan pembenahan manajemen,” ungkap Wikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menguraikan tahun ini sebanyak 57 SMKN di Jawa Timur menuju BLUD pada 2021 ini.

Mengapa? “Supaya penghasilan itu bisa dikelola SMK sendiri. Fasilitas yang ada, dimanfaatkan menghasilkan produk secara profesional, meluaskan pemasaran dan membangun jaringan,” ungkap Wahid.

Kepala SMKN 1 Buduran Sidoarjo Agustine mengatakan sejak menerapkan BLUD Edotel yang dikelola sekolah pengelolaannya semakin baik. Sebelum pandemi, omzet Edotel mencapai Rp 1,2 miliar per tahun.

Karena tingkat okupansi yang tinggi, sekolah berencana mengembangkan hotel edukasi ini lebih besar lagi. Dari 15 kamar menjadi 40 kamar. (rpp/opi)

SIDOARJO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mendorong SMK untuk mengubah teaching factory unggulan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Melalui BLUD, SMK yang memiliki produk-produk unggulan dapat mengelola proses produksi di teaching factory secara lebih fleksibel tanpa melanggar peraturan.

Di sisi lain, siswa akan dilatih untuk memproses produksi selayaknya industri yang kemudian dapat dipasarkan secara umum karena memenuhi standar industri.

Dirjen Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengapresiasi Jawa Timur memiliki 20 SMKN sudah berbentuk BLUD. “Terbanyak se Indonesia. Jumlah ini harus ditambah,” katanya saat berkunjung ke Edotel SMKN 1 Buduran, Jumat (26/2).

Wikan mengatakan salah satu contoh SMKN dengan BLUD terbaik di Jawa Timur ada di Sidoarjo. Di SMKN 1 Buduran memiliki edukasi hotel (Edotel) yang dikelola BLUD. Dengan sistem ini ternyata Edotel SMKN 1 Buduran bisa berkembang dengan baik. “Tata kelola industri profesional,” imbuhnya.

Ia menilai SMKN dengan pengelolaan baik akan menjadi center of excellence (COE). “Di sekolah ini merupakan COE di Jawa Timur. Pemerintah pusat mensupport dana Rp 2,4 miliar untuk revitalisasi gedung, sarana prasarana dan pembenahan manajemen,” ungkap Wikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menguraikan tahun ini sebanyak 57 SMKN di Jawa Timur menuju BLUD pada 2021 ini.

Mengapa? “Supaya penghasilan itu bisa dikelola SMK sendiri. Fasilitas yang ada, dimanfaatkan menghasilkan produk secara profesional, meluaskan pemasaran dan membangun jaringan,” ungkap Wahid.

Kepala SMKN 1 Buduran Sidoarjo Agustine mengatakan sejak menerapkan BLUD Edotel yang dikelola sekolah pengelolaannya semakin baik. Sebelum pandemi, omzet Edotel mencapai Rp 1,2 miliar per tahun.

Karena tingkat okupansi yang tinggi, sekolah berencana mengembangkan hotel edukasi ini lebih besar lagi. Dari 15 kamar menjadi 40 kamar. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/