alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

IDI Berikan Layanan Medis Online untuk Pasien Isoman di Sidoarjo

SIDOARJO – Pekan ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sidoarjo memberikan pendampingan melalui daring atau telemedicine bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Layanan medis online gratis ini tersebar di sembilan kecamatan. Yakni, Waru, Gedangan, Sedati, Krian, Sidoarjo, Taman, Krembung, Tulangan dan Candi.

“Kami punya satu gagasan. Pendampingan isolasi mandiri terutama di daerah zona merah. Per kecamatan ada dokter koordinator tersendiri,” kata Ketua IDI Sidoarjo dr Eddy Santoso, S.Si, kemarin (26/7).

Satu kecamatan tersebut akan memiliki jumlah dokter yang berbeda. Jumlahnya lima hingga delapan dokter. Sesuai dengan banyaknya pasien isoman yang ditangani. Satu dokter bisa mendampingi sekitar 15 pasien.

“Teman-teman yang isoman kesepian, perlu pendampingan. Nanti pasien isoman itu digabungkan di grup percakapan. Misal pasien merasa demam atau sesak. Apa yang harus saya lakukan? Akan dijawab dalam grup itu. Misalkan mengarahkan untuk berjemur sebentar di pagi hari,” imbuhnya.

Untuk layanan telemedicine, pihak IDI sebagai pendamping menjalin komunikasi inten dengan puskesmas untuk menangani pasien OTG.

Menurutnya, bagi warga yang membutuhkan pendampingan, pihak puskesmas akan menghubungi dokter koordinator yang ada di masing-masing kecamatan. Dari situ, dokter memberikan saran-saran secara online. Sehingga tidak ada kontak fisik.

“Apabila ada gejala yang dialami pasien dan perlu tindakan yang harus dilakukan, maka kita akan kontak puskesmas terdekat,” katanya.

Tujuannya, agar puskesmas bergerak ke pasiennya. Termasuk pasien membutuhkan obat tertentu.

“Kami memberikan pendampingan, tidak memberikan resep. Resep harus diberikan dari dokter yang merawat dia,” tandasnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Pekan ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sidoarjo memberikan pendampingan melalui daring atau telemedicine bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Layanan medis online gratis ini tersebar di sembilan kecamatan. Yakni, Waru, Gedangan, Sedati, Krian, Sidoarjo, Taman, Krembung, Tulangan dan Candi.

“Kami punya satu gagasan. Pendampingan isolasi mandiri terutama di daerah zona merah. Per kecamatan ada dokter koordinator tersendiri,” kata Ketua IDI Sidoarjo dr Eddy Santoso, S.Si, kemarin (26/7).

Satu kecamatan tersebut akan memiliki jumlah dokter yang berbeda. Jumlahnya lima hingga delapan dokter. Sesuai dengan banyaknya pasien isoman yang ditangani. Satu dokter bisa mendampingi sekitar 15 pasien.

“Teman-teman yang isoman kesepian, perlu pendampingan. Nanti pasien isoman itu digabungkan di grup percakapan. Misal pasien merasa demam atau sesak. Apa yang harus saya lakukan? Akan dijawab dalam grup itu. Misalkan mengarahkan untuk berjemur sebentar di pagi hari,” imbuhnya.

Untuk layanan telemedicine, pihak IDI sebagai pendamping menjalin komunikasi inten dengan puskesmas untuk menangani pasien OTG.

Menurutnya, bagi warga yang membutuhkan pendampingan, pihak puskesmas akan menghubungi dokter koordinator yang ada di masing-masing kecamatan. Dari situ, dokter memberikan saran-saran secara online. Sehingga tidak ada kontak fisik.

“Apabila ada gejala yang dialami pasien dan perlu tindakan yang harus dilakukan, maka kita akan kontak puskesmas terdekat,” katanya.

Tujuannya, agar puskesmas bergerak ke pasiennya. Termasuk pasien membutuhkan obat tertentu.

“Kami memberikan pendampingan, tidak memberikan resep. Resep harus diberikan dari dokter yang merawat dia,” tandasnya. (rpp/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags