alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Pedagang Hewan Kurban di Sidoarjo Diimbau Berjualan H-14 Jelang Idul Adha

SIDOARJO – Penjual hewan kurban diimbau untuk berjualan 14 hari sebelum hari Raya Idul Adha. Hal itu untuk meminimalisir penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Imbauan itu juga berlaku bagi pedagang ternak musiman yang biasa menjamur jelang Idul Adha. Nantinya pemerintah daerah bakal mengeluarkan sejumlah aturan terkait perdagangan ternak jelang kurban.

Kepala Bidang Produksi Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Tony Hartono mengungkapkan, imbauan H-14 itu berkaitan dengan masa inkubasi wabah PMK.

“Kalau kondisi sekarang terlalu lama bisa jadi waktu hari H-nya malah sakit kena PMK. Amannya, 14 hari sebelum Idul Adha baru berjualan,” urainya.

Tony menjabarkan, sesuai edaran Menteri Pertanian, setiap pedagang yang berjualan harus mengajukan izin ke dinas. Nantinya hewan yang dijual harus punya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal jika itu dikirim dari luar kota.

Tony juga akan mengeluarkan SKKH bagi pedagang ternak yang memeriksakan ternaknya pada H-14 Idul Adha mendatang. “Agar sama-sama aman,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya juga terus bergerilnya untuk menekan penyebaran wabah PMK di Sidoarjo. Petugas dibantu relawan banyak turun ke kandang-kandang peternak untuk memonitoring kondisi hewan ternak.

Selain itu, petugas akan memberikan obat jika ada ternak yang bergejala. Obat yang diberikan juga baru jenis obat untuk meredakan gejala. Karena vaksin atau obat khusus PMK belum ada.

Data dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo per 22 Mei, kasus kematian ternak yang terserang wabah PMK ada di 8 kecamatan. Yakni Tarik, Balongbendo, Krian, Taman, Sukodono, Tulangan, Candi dan Buduran. (son/vga)

SIDOARJO – Penjual hewan kurban diimbau untuk berjualan 14 hari sebelum hari Raya Idul Adha. Hal itu untuk meminimalisir penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Imbauan itu juga berlaku bagi pedagang ternak musiman yang biasa menjamur jelang Idul Adha. Nantinya pemerintah daerah bakal mengeluarkan sejumlah aturan terkait perdagangan ternak jelang kurban.

Kepala Bidang Produksi Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Tony Hartono mengungkapkan, imbauan H-14 itu berkaitan dengan masa inkubasi wabah PMK.

“Kalau kondisi sekarang terlalu lama bisa jadi waktu hari H-nya malah sakit kena PMK. Amannya, 14 hari sebelum Idul Adha baru berjualan,” urainya.

Tony menjabarkan, sesuai edaran Menteri Pertanian, setiap pedagang yang berjualan harus mengajukan izin ke dinas. Nantinya hewan yang dijual harus punya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal jika itu dikirim dari luar kota.

Tony juga akan mengeluarkan SKKH bagi pedagang ternak yang memeriksakan ternaknya pada H-14 Idul Adha mendatang. “Agar sama-sama aman,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya juga terus bergerilnya untuk menekan penyebaran wabah PMK di Sidoarjo. Petugas dibantu relawan banyak turun ke kandang-kandang peternak untuk memonitoring kondisi hewan ternak.

Selain itu, petugas akan memberikan obat jika ada ternak yang bergejala. Obat yang diberikan juga baru jenis obat untuk meredakan gejala. Karena vaksin atau obat khusus PMK belum ada.

Data dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo per 22 Mei, kasus kematian ternak yang terserang wabah PMK ada di 8 kecamatan. Yakni Tarik, Balongbendo, Krian, Taman, Sukodono, Tulangan, Candi dan Buduran. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/