alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Cuaca Tidak Menentu di Sidoarjo Diperkirakan Berakhir Hari Ini

SIDOARJO – Cuaca yang tidak menentu di Sidoarjo terjadi selama sepekan terakhir. Terkadang hujan saat pagi hari namun panas di siang hari. Bahkan cuaca sempat mendung dan hujan seharian. Padahal sebelumnya diprediksi bulan ini mulai memasuki musim kemarau.

Fenomena tersebut, menurut Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Sidoarjo Teguh Tri Susanto disebabkan oleh pengaruh dari daerah pusaran angin pada awal hingga pertengahan Mei. Ada pengaruh dari Siklonik di wilayah Kalimantan bagian selatan.

”Sehingga wilayah Jawa Timur terjadi daerah belokan angin ditambah oleh suhu permukaan laut yang masih cukup hangat,” ujarnya.

Cuaca tidak menentu itu juga merupakan dampak dari La Nina. Yakni fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah yang mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Selain itu, Teguh juga menjelaskan bahwa gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di sekitar wilayah Jawa Timur sedang aktif. Hal itu mempengaruhi pertumbuhan awan dan meningkatkan potensi curah hujan.

Dia mengatakan, wilayah yang dilewati gelombang Kelvin berpotensi mengalami peningkatan awan penghujan, seperti cumolonimbus (CB). Dampaknya, sebuah wilayah bisa berpotensi turun hujan deras disertai angin kencang dan petir atau cuaca ekstrem.
Menurut Teguh, fenomena cuaca yang tidak menentu tersebut akan berakhir hari ini. ”Sebab hingga Jumat (27/5) gelombang Rossby dan Kelvin masih aktif,” katanya. (nis/vga)

SIDOARJO – Cuaca yang tidak menentu di Sidoarjo terjadi selama sepekan terakhir. Terkadang hujan saat pagi hari namun panas di siang hari. Bahkan cuaca sempat mendung dan hujan seharian. Padahal sebelumnya diprediksi bulan ini mulai memasuki musim kemarau.

Fenomena tersebut, menurut Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Sidoarjo Teguh Tri Susanto disebabkan oleh pengaruh dari daerah pusaran angin pada awal hingga pertengahan Mei. Ada pengaruh dari Siklonik di wilayah Kalimantan bagian selatan.

”Sehingga wilayah Jawa Timur terjadi daerah belokan angin ditambah oleh suhu permukaan laut yang masih cukup hangat,” ujarnya.

Cuaca tidak menentu itu juga merupakan dampak dari La Nina. Yakni fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah yang mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Selain itu, Teguh juga menjelaskan bahwa gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di sekitar wilayah Jawa Timur sedang aktif. Hal itu mempengaruhi pertumbuhan awan dan meningkatkan potensi curah hujan.

Dia mengatakan, wilayah yang dilewati gelombang Kelvin berpotensi mengalami peningkatan awan penghujan, seperti cumolonimbus (CB). Dampaknya, sebuah wilayah bisa berpotensi turun hujan deras disertai angin kencang dan petir atau cuaca ekstrem.
Menurut Teguh, fenomena cuaca yang tidak menentu tersebut akan berakhir hari ini. ”Sebab hingga Jumat (27/5) gelombang Rossby dan Kelvin masih aktif,” katanya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/