alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Pariwisata di Sidoarjo Tumbuh dengan Terapkan Protokol Kesehatan

SIDOARJO – Geliat pariwisata di Sidoarjo diharapkan kembali menggeliat pascapandemi Covid-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimistis pariwisata di Kota Delta kembali diminati melalui rangkaian festival pariwisata dan kesenian yang kembali digaungkan.

Perwakilan Kemenparekraf bidang koordinator event internasional Wahyu Wicaksono mengatakan, untuk mendorong hal itu, pihaknya telah memulai pertujukan seni tari dan musik tradisional di halaman situs bersejarah Candi Pari, Kecamatan Porong, Minggu (27/3).

“Seniman di Sidoarjo tetap berkreasi menghasilkan kesenian daerah yang berkualitas untuk memajukan atau mempromosikan destinasi wisata di daerahnya,” ungkap Wahyu.

Dengan panduan protokol kesehatan, dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan dalam berkunjung ke Sidoarjo.

Di tempat yang sama Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor mengatakan, tari, musik ataupun hasil kebudayaan yang erat kaitannya dengan kebudayaan dan  pariwisata harus memiliki ekosistem khusus.

Menurutnya jangan sampai aparatur kabupaten, kecamatan, desa tidak memberikan ekosistemnya. Hingga hasil kebudayaan itu mati dengan sendirinya.

“Pembangunan budaya oleh karenanya perlu didukung dengan ekosistem dan komunitas yang tepat sehingga menciptakan pengaruh luas, seperti ekonomi kreatif dan lain sebagainya,” ujar Gus Muhdlor sapaan akrabnya.

Dirinya mengatakan, pembangunan budaya yang berbasis kearifan lokal atau “Local Wisdom”, diperlukan dalam rangka pengembangan jati diri serta wawasan kebangsaan sehingga masyarakat tidak mudah diadu domba dan dipecah belah oleh berbagai isu dari luar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, Sidoarjo memiliki banyak aset bersejarah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebagai obyek pariwisata.

Pemkab sudah punya program city tour untuk pelajar dan umum. Menggunakan bus, berkeliling sejumlah lokasi. Candi Pari menjadi salah satu destinasi wajib dikunjungi.

“Sempat terkendala pandemi, Februari lalu sudah mulai lagi memberangkatkan wisatawan,” jabarnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Geliat pariwisata di Sidoarjo diharapkan kembali menggeliat pascapandemi Covid-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimistis pariwisata di Kota Delta kembali diminati melalui rangkaian festival pariwisata dan kesenian yang kembali digaungkan.

Perwakilan Kemenparekraf bidang koordinator event internasional Wahyu Wicaksono mengatakan, untuk mendorong hal itu, pihaknya telah memulai pertujukan seni tari dan musik tradisional di halaman situs bersejarah Candi Pari, Kecamatan Porong, Minggu (27/3).

“Seniman di Sidoarjo tetap berkreasi menghasilkan kesenian daerah yang berkualitas untuk memajukan atau mempromosikan destinasi wisata di daerahnya,” ungkap Wahyu.

Dengan panduan protokol kesehatan, dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan dalam berkunjung ke Sidoarjo.

Di tempat yang sama Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor mengatakan, tari, musik ataupun hasil kebudayaan yang erat kaitannya dengan kebudayaan dan  pariwisata harus memiliki ekosistem khusus.

Menurutnya jangan sampai aparatur kabupaten, kecamatan, desa tidak memberikan ekosistemnya. Hingga hasil kebudayaan itu mati dengan sendirinya.

“Pembangunan budaya oleh karenanya perlu didukung dengan ekosistem dan komunitas yang tepat sehingga menciptakan pengaruh luas, seperti ekonomi kreatif dan lain sebagainya,” ujar Gus Muhdlor sapaan akrabnya.

Dirinya mengatakan, pembangunan budaya yang berbasis kearifan lokal atau “Local Wisdom”, diperlukan dalam rangka pengembangan jati diri serta wawasan kebangsaan sehingga masyarakat tidak mudah diadu domba dan dipecah belah oleh berbagai isu dari luar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, Sidoarjo memiliki banyak aset bersejarah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebagai obyek pariwisata.

Pemkab sudah punya program city tour untuk pelajar dan umum. Menggunakan bus, berkeliling sejumlah lokasi. Candi Pari menjadi salah satu destinasi wajib dikunjungi.

“Sempat terkendala pandemi, Februari lalu sudah mulai lagi memberangkatkan wisatawan,” jabarnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/