alexametrics
30 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Sah, Penawaran Lelang Parkir di Sidoarjo Capai Rp 32,09 Miliar

SIDOARJO – Setelah sempat tertunda beberapa kali, Pemkab Sidoarjo akhirnya mengadakan lelang terbuka mitra kerjasama parkir. Tiga kandidat saut menyaut memberi penawaran harga di depan Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) di Delta Karya Sekretariat Daerah Sidoarjo, Kamis (27/1).

Indonesia Sarana Servis (ISS)-KSO, dinyatakan menang setelah berani menawar dengan harga lebih tinggi Rp 32,09 miliar dalam lelang terbuka. PT ISS-KSO berhasil menyingkirkan PT Piramida Teknologi Informasi, dan PT Prasetya Dwidharma (Inkoppol)-KSO dalam proses lelang tersebut.

Ketua Panitia Lelang, Yugo Adi Prabowo menjelaskan, lelang ini dilakukan dengan mekanisme penawaran terbuka yang dilakukan oleh tiga perusahaan peserta tender yang telah lolos seleksi awal.

Lelang tersebut dilakukan dalam enam sesi. Di sesi pertama para kontestan berhak mengajukan penawaran minimal sama dengan passing grade Rp 20,4 miliar. Di 10 menit terakhir pada sesi enam, Inkoppol-KSO mematok angka Rp 31,09 miliar. Namun hanya berselalang bebebrapa detik kemudian PT ISS-KSO kembali menaikkan tawarannya menjadi Rp 32,09 miliar hingga ditutupnya seluruh sesi lelang tender parkir ini.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dalam sambutannya saat membuka acara tersebut mengatakan lelang tender parkir ini akan menjadi contoh bagi daerah lain karena berani dilakukan secara transparan, bahkan disiarkan secara langsung melalui YouTube.

“Semua orang bisa melihat dengan jelas semua proses lelang ini. Jadi siapapun yang jadi pemenang adalah mereka yang peduli dengan Sidoarjo karena telah memberikan benefit bagi pendapatan asli daerah (PAD) Sidoarjo,” katanya.

Namun terlepas dari nilai tender yang diputus, bupati meminta pemenang lelang ini untuk menjaga komitmen kerjasama dengan Pemkab Sidoarjo dalam memberikan layanan parkir yang prima pada masyarakat.

Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemkab Sidoarjo, M. Ainur Rahman berharap hasil lelang ini menjadi sebuah angka yang realistis.

Ainur mengatakan, pemkab pasti akan mendukung dan meningkatkan kualitas layanan perparkiran di Sidoarjo.

“Terkait pengawasan secara detail nantinya akan kami tuangkan dalam naskah kerjasama dengan calon mitra yang telah menang. Ini masih proses karena kita masih menunggu persetujuan dari DPRD,” jelasnya.

Direktur ISS-KSO, Reza Kurniawan mengaku sudah lama mengetahui potensi perparkiran di Sidoarjo. Dia juga sudah memperhitungkan dengan sangat matang.

Saat ditanya kapan perparkiran di Sidoarjo menerapkan sistem parkir elektronik. “Kita akan berdiskusi terus dengan pemkab. Rencana akan dilakukan di tahun ke dua,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam proyek ini, Pemkab Sidoarjo membuka penawaran di angka Rp 20,4 miliar untuk pengelolaan 351 titik parkir selama tahun 2022. Tahun berikutnya setorannya ke kas daerah ditambah 5 persen dari nilai tender. Dan di tahun terakhir kontrak, bilangan rupiahnya kembali didongkrak 7,5 persen.

Aturan mainnya, pihak mitra harus menyetor lebih dulu nilai proyek yang disepakati kedua belah pihak. Selanjutnya mereka harus menyediakan SDM sekaligus dengan hardware dan software untuk penerapan e-parking. Namun, di tahun pertama, mereka masih diperkenankan untuk menggunakan karcis parkir jika perangkat lunak dan beratnya belum tersedia.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Benny Airlangga Yogaswara menguraikan sesuai hasil pemetaan yang dilakukan pihak konsultan, potensi pendapatan dari pengelolaan parkir di 359 titik potensinya sebesar Rp 98 miliar.

Dirinya berharap mitra kerjasama yang terpilih ini bisa mengelola perparkiran lebih baik. Tahun 2021 pemkab hanya memperoleh PAD parkir sebesar Rp 1,6 miliar saja. Kemudian jelang berakhirnya Januari ini, pendapatan parkir baru mencapai Rp 130 juta. (rpp/vga)

SIDOARJO – Setelah sempat tertunda beberapa kali, Pemkab Sidoarjo akhirnya mengadakan lelang terbuka mitra kerjasama parkir. Tiga kandidat saut menyaut memberi penawaran harga di depan Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) di Delta Karya Sekretariat Daerah Sidoarjo, Kamis (27/1).

Indonesia Sarana Servis (ISS)-KSO, dinyatakan menang setelah berani menawar dengan harga lebih tinggi Rp 32,09 miliar dalam lelang terbuka. PT ISS-KSO berhasil menyingkirkan PT Piramida Teknologi Informasi, dan PT Prasetya Dwidharma (Inkoppol)-KSO dalam proses lelang tersebut.

Ketua Panitia Lelang, Yugo Adi Prabowo menjelaskan, lelang ini dilakukan dengan mekanisme penawaran terbuka yang dilakukan oleh tiga perusahaan peserta tender yang telah lolos seleksi awal.

Lelang tersebut dilakukan dalam enam sesi. Di sesi pertama para kontestan berhak mengajukan penawaran minimal sama dengan passing grade Rp 20,4 miliar. Di 10 menit terakhir pada sesi enam, Inkoppol-KSO mematok angka Rp 31,09 miliar. Namun hanya berselalang bebebrapa detik kemudian PT ISS-KSO kembali menaikkan tawarannya menjadi Rp 32,09 miliar hingga ditutupnya seluruh sesi lelang tender parkir ini.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dalam sambutannya saat membuka acara tersebut mengatakan lelang tender parkir ini akan menjadi contoh bagi daerah lain karena berani dilakukan secara transparan, bahkan disiarkan secara langsung melalui YouTube.

“Semua orang bisa melihat dengan jelas semua proses lelang ini. Jadi siapapun yang jadi pemenang adalah mereka yang peduli dengan Sidoarjo karena telah memberikan benefit bagi pendapatan asli daerah (PAD) Sidoarjo,” katanya.

Namun terlepas dari nilai tender yang diputus, bupati meminta pemenang lelang ini untuk menjaga komitmen kerjasama dengan Pemkab Sidoarjo dalam memberikan layanan parkir yang prima pada masyarakat.

Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemkab Sidoarjo, M. Ainur Rahman berharap hasil lelang ini menjadi sebuah angka yang realistis.

Ainur mengatakan, pemkab pasti akan mendukung dan meningkatkan kualitas layanan perparkiran di Sidoarjo.

“Terkait pengawasan secara detail nantinya akan kami tuangkan dalam naskah kerjasama dengan calon mitra yang telah menang. Ini masih proses karena kita masih menunggu persetujuan dari DPRD,” jelasnya.

Direktur ISS-KSO, Reza Kurniawan mengaku sudah lama mengetahui potensi perparkiran di Sidoarjo. Dia juga sudah memperhitungkan dengan sangat matang.

Saat ditanya kapan perparkiran di Sidoarjo menerapkan sistem parkir elektronik. “Kita akan berdiskusi terus dengan pemkab. Rencana akan dilakukan di tahun ke dua,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam proyek ini, Pemkab Sidoarjo membuka penawaran di angka Rp 20,4 miliar untuk pengelolaan 351 titik parkir selama tahun 2022. Tahun berikutnya setorannya ke kas daerah ditambah 5 persen dari nilai tender. Dan di tahun terakhir kontrak, bilangan rupiahnya kembali didongkrak 7,5 persen.

Aturan mainnya, pihak mitra harus menyetor lebih dulu nilai proyek yang disepakati kedua belah pihak. Selanjutnya mereka harus menyediakan SDM sekaligus dengan hardware dan software untuk penerapan e-parking. Namun, di tahun pertama, mereka masih diperkenankan untuk menggunakan karcis parkir jika perangkat lunak dan beratnya belum tersedia.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Benny Airlangga Yogaswara menguraikan sesuai hasil pemetaan yang dilakukan pihak konsultan, potensi pendapatan dari pengelolaan parkir di 359 titik potensinya sebesar Rp 98 miliar.

Dirinya berharap mitra kerjasama yang terpilih ini bisa mengelola perparkiran lebih baik. Tahun 2021 pemkab hanya memperoleh PAD parkir sebesar Rp 1,6 miliar saja. Kemudian jelang berakhirnya Januari ini, pendapatan parkir baru mencapai Rp 130 juta. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/