Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Petugas Rutan Medaeng Sidoarjo Dibekali Ilmu Intelijen

D
Penulis: Diky Putra Sansiri❯
KEAMANAN: Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo (tengah) saat kegiatan pelatihan ilmu intelijen. (RUTAN KELAS I SURABAYA)
KEAMANAN: Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo (tengah) saat kegiatan pelatihan ilmu intelijen. (RUTAN KELAS I SURABAYA)

Advertisement

RADAR SIDOARJO - Keterbatasan jumlah personel menjadi tantangan tersendiri bagi petugas keamanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng, Waru, Sidoarjo. Bagaimana tidak, sebanyak 15 petugas keamanan dalam satu regu harus mengawasi sekitar 2.600 warga binaan.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), petugas dibekali pengetahuan dasar intelijen guna memperkuat deteksi dini dan mitigasi risiko di dalam rutan.

Advertisement

Pembekalan tersebut merupakan hasil sinergi Rutan Kelas I Surabaya dengan Polsek Waru. Kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas dalam mengenali potensi ancaman sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan warga binaan.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo mengatakan, sosialisasi intelijen menjadi pengalaman baru bagi jajarannya. Sebab, kegiatan serupa belum pernah dilaksanakan sebelumnya di Rutan Medaeng.

Advertisement

"Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan bekal kepada petugas dalam melaksanakan tugas sehari-hari, terutama untuk pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban serta mendukung pembinaan warga binaan," ujar pria yang akrab disapa Bowo itu, Rabu (21/10).

Menurut Tristiantoro, pengetahuan intelijen penting untuk membantu petugas memperoleh informasi awal mengenai potensi gangguan di dalam rutan.

Informasi tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan pimpinan dalam menentukan langkah penanganan dan mitigasi risiko.

Dia mengakui, perbandingan jumlah petugas dengan warga binaan masih menjadi tantangan. Dengan hanya 15 personel keamanan dalam setiap regu yang harus mengawasi sekitar 2.600 penghuni, dukungan dan sinergi dengan kepolisian dinilai sangat berarti.

Karena itu, selain membekali petugas dengan kemampuan deteksi dini, pihak rutan juga meningkatkan intensitas pengawasan. Salah satunya melalui kontrol keliling secara lebih intensif untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

"Pengawasan terhadap warga binaan terus kami tingkatkan, termasuk intensitas kontrol keliling petugas dalam menjaga keamanan dan tata tertib di dalam rutan," jelasnya.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

45 Napi Berisiko Tinggi di Jatim Dipindah ke Nusakambangan, Ada dari Lapas Porong Sidoarjo

45 Napi Berisiko Tinggi di Jatim Dipindah ke Nusakambangan, Ada dari Lapas Porong Sidoarjo

Sebanyak 45 narapidana kategori berisiko tinggi (high risk) dari tiga lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Timur dipindahkan ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 12 narapidana

Sabu Diselundupkan dalam Ayam Krispi ke Lapas Porong Sidoarjo

Sabu Diselundupkan dalam Ayam Krispi ke Lapas Porong Sidoarjo

Upaya menyelundupkan sabu-sabu ke Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo, kembali digagalkan. Kali ini, empat paket sabu dengan berat bruto 17,11 gram disamarkan di dalam daging ayam goreng yang dibawa

100 Napi Lapas Sidoarjo Dievaluasi

100 Napi Lapas Sidoarjo Dievaluasi

Sebanyak 100 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo menjalani evaluasi melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Minggu (4/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer