alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Tiga Pemilik Lahan Terima Ganti Rugi, Bupati Ingin FR Dikebut

SIDOARJO – Pemilik lahan terdampak pembangunan Frontage Road (FR) di Desa Gedangan mulai menerima pembayaran ganti rugi dari Pemkab Sidoarjo. Ketiga warga yakni Jidah Supartiningsih, Radi Sardjono dan Siti Ngaisah dengan total pembayaran Rp 3,71 miliar.

Pembayaran ganti rugi itu untuk memperlancar proyek FR Aloha- Gedangan sepanjang 1,6 kilometer. Ada 23 bidang termasuk dua bangunan musala yang sudah melalui proses appraisal. Atau menentukan nilai jual sebuah aset yang dimiliki seseorang.

Sebanyak 14 bidang di antaranya sudah bersedia menerima proses pembayaran. Dan tiga bidang sudah menerima pembayaran. Semua bidang tersebut masuk wilayah Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor terus mengawal proses pembebasan lahan untuk kebutuhan FR Aloha-Gedangan. Ia berharap proses pembebasan lahan selesai secepatnya.

“Kita ingin proses pembebasan lahan bisa cepat diselesaikan,” ujar Muhdlor ketika menghadiri pembayaran pembebasan lahan secara simbolis kepada pemilik lahan di Kantor Kecamatan Gedangan, Kamis sore (25/11).

Dia berharap warga yang tanahnya terkena dampak pembangunan jalan FR itu segera menyetujui agar bisa langsung diproses pembayarannya.

Selanjutnya, Dinas Pekerjaaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo segera melakukan pembongkaran. Semakin cepat penyelesaian ganti rugi lahan semakin baik dan pembangunan FR bisa selesai sesuai target.

“Kita berharap warga yang tanahnya terkena dampak proyek pembangunan FR bisa segera menyetujui proses pembebasan lahan. Mengingat ini untuk kepentingan publik,” katanya.

Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Sigit Setyawan menegaskan, pemkab terus berkoordinasi dengan manajemen konstruksi, kontraktor dan tim percepatan pembangunan untuk mencari solusi kebutuhan yang mungkin terjadi.

Dari pihak kontraktor optimistis hingga akhir Desember FR tuntas hingga 96 persen. “Kita akan terus dorong agar 100 persen,” tegasnya.

Saat ini, kata Sigit, pengerjaan berjalan bersamaan di segmen satu (lahan depan brigif) dan segmen dua hingga berbatasan dengan perempatan Gedangan. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Pemilik lahan terdampak pembangunan Frontage Road (FR) di Desa Gedangan mulai menerima pembayaran ganti rugi dari Pemkab Sidoarjo. Ketiga warga yakni Jidah Supartiningsih, Radi Sardjono dan Siti Ngaisah dengan total pembayaran Rp 3,71 miliar.

Pembayaran ganti rugi itu untuk memperlancar proyek FR Aloha- Gedangan sepanjang 1,6 kilometer. Ada 23 bidang termasuk dua bangunan musala yang sudah melalui proses appraisal. Atau menentukan nilai jual sebuah aset yang dimiliki seseorang.

Sebanyak 14 bidang di antaranya sudah bersedia menerima proses pembayaran. Dan tiga bidang sudah menerima pembayaran. Semua bidang tersebut masuk wilayah Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor terus mengawal proses pembebasan lahan untuk kebutuhan FR Aloha-Gedangan. Ia berharap proses pembebasan lahan selesai secepatnya.

“Kita ingin proses pembebasan lahan bisa cepat diselesaikan,” ujar Muhdlor ketika menghadiri pembayaran pembebasan lahan secara simbolis kepada pemilik lahan di Kantor Kecamatan Gedangan, Kamis sore (25/11).

Dia berharap warga yang tanahnya terkena dampak pembangunan jalan FR itu segera menyetujui agar bisa langsung diproses pembayarannya.

Selanjutnya, Dinas Pekerjaaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo segera melakukan pembongkaran. Semakin cepat penyelesaian ganti rugi lahan semakin baik dan pembangunan FR bisa selesai sesuai target.

“Kita berharap warga yang tanahnya terkena dampak proyek pembangunan FR bisa segera menyetujui proses pembebasan lahan. Mengingat ini untuk kepentingan publik,” katanya.

Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Sigit Setyawan menegaskan, pemkab terus berkoordinasi dengan manajemen konstruksi, kontraktor dan tim percepatan pembangunan untuk mencari solusi kebutuhan yang mungkin terjadi.

Dari pihak kontraktor optimistis hingga akhir Desember FR tuntas hingga 96 persen. “Kita akan terus dorong agar 100 persen,” tegasnya.

Saat ini, kata Sigit, pengerjaan berjalan bersamaan di segmen satu (lahan depan brigif) dan segmen dua hingga berbatasan dengan perempatan Gedangan. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/