alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

88 Siswa MI Progresif Bumi Shalawat, Kunjungi Kantor Radar Surabaya

SURABAYA – Sebanyak 88 siswa Madrasah Ibtida’iyah (MI) Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, Selasa (26/10), berkunjung ke kantor Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun, Surabaya. Begitu turun dari kendaraan dan memasuki kantor yang juga salah satu bangunan cagar budaya ini, tampak rasa antusiasme menghiasi raut wajah para siswa kelas IV.

Didampingi oleh empat guru wali kelas, mereka ditemui langsung oleh Pemimpin Redaksi Radar Surabaya Nofilawati Anisa dan Manajer Pemasaran Indra Wijayanto. Dalam kesempatan tersebut, para siswa belajar mengenai proses pembuatan koran. Mulai dari datangnya informasi yang nantinya akan diliput oleh wartawan hingga proses kirim ke percetakan.

SERIUS: Pemimpin Redaksi Radar Surabaya Nofilawati Anisa (kanan) menjelaskan proses pengeditan berita di meja redaktur.

Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan MI Progresif Bumi Shalawat, Nurul Tazkiya mengungkapkan, sesuai dengan salah satu program unggulan di MI yakni outdoor learning, para siswa diajak mengunjungi tempat-tempat yang sesuai dengan tema kurikulum mata pelajaran (mapel).

“Outdoor learning menjadi salah satu program favorit di MI Progresif Bumi Shalawat. Selama satu tahun, kami merencanakan pembelajaran di luar sekolah sebanyak dua kali,” ujarnya.

Untuk semester ini, Kiki, sapaan karib Nurul Tazkiya, pihaknya selain mengajak ke kantor Radar Surabaya, mereka juga diajak ke Museum NU Surabaya.

“Sebelum ke sini (Radar Surabaya, Red), kami ke Museum NU Surabaya dulu. Tempatnya disesuaikan dengan mapel ahlusunnah wal jamaah (aswaja) yang ingin mengenalkan dan menanamkan paham aswaja ke para siswa,” tambah Kiki.

OUTDOOR LEARNING: Siswa MI Progresif Bumi Shalawat berfoto bersama usai kegiatan outdoor learning yang dilakukan di Kantor Radar Surabaya, Selasa (26/10).

Sementara itu, penjelasan mengenai proses pembuatan koran diterima sangat baik oleh para siswa. Bahkan saat sesi tanya jawab, mereka saling berebut bertanya. Sesuai dengan mapel Bahasa Indonesia dengan tema wawancara, Kiki ingin agar para siswa mengaplikasikan pembelajaran yang didapat di sekolah.

Seperti Erina Wulan Angraeni. Meski pada awalnya sempat ragu, Erina bertanya mengenai bagaimana koran bisa sampai ke tangan pembaca.

“Setelah semua tahapan di kantor ini selesai, file akan dikirim ke percetakan kemudian didistribusikan agen dan diantar oleh loper. Jadi kalau orang tua Erina berlangganan koran, nanti loper itu yang akan mengantar ke rumah,” jawab Opi, sapaan akrab Nofilawati Anisa.

Selama kegiatan berlangsung, protokol kesehatan seperti pemakaian hand sanitizer, masker, dan pengecekan suhu tetap dilakukan secara ketat. (rul/vga)

SURABAYA – Sebanyak 88 siswa Madrasah Ibtida’iyah (MI) Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, Selasa (26/10), berkunjung ke kantor Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun, Surabaya. Begitu turun dari kendaraan dan memasuki kantor yang juga salah satu bangunan cagar budaya ini, tampak rasa antusiasme menghiasi raut wajah para siswa kelas IV.

Didampingi oleh empat guru wali kelas, mereka ditemui langsung oleh Pemimpin Redaksi Radar Surabaya Nofilawati Anisa dan Manajer Pemasaran Indra Wijayanto. Dalam kesempatan tersebut, para siswa belajar mengenai proses pembuatan koran. Mulai dari datangnya informasi yang nantinya akan diliput oleh wartawan hingga proses kirim ke percetakan.

SERIUS: Pemimpin Redaksi Radar Surabaya Nofilawati Anisa (kanan) menjelaskan proses pengeditan berita di meja redaktur.

Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan MI Progresif Bumi Shalawat, Nurul Tazkiya mengungkapkan, sesuai dengan salah satu program unggulan di MI yakni outdoor learning, para siswa diajak mengunjungi tempat-tempat yang sesuai dengan tema kurikulum mata pelajaran (mapel).

“Outdoor learning menjadi salah satu program favorit di MI Progresif Bumi Shalawat. Selama satu tahun, kami merencanakan pembelajaran di luar sekolah sebanyak dua kali,” ujarnya.

Untuk semester ini, Kiki, sapaan karib Nurul Tazkiya, pihaknya selain mengajak ke kantor Radar Surabaya, mereka juga diajak ke Museum NU Surabaya.

“Sebelum ke sini (Radar Surabaya, Red), kami ke Museum NU Surabaya dulu. Tempatnya disesuaikan dengan mapel ahlusunnah wal jamaah (aswaja) yang ingin mengenalkan dan menanamkan paham aswaja ke para siswa,” tambah Kiki.

OUTDOOR LEARNING: Siswa MI Progresif Bumi Shalawat berfoto bersama usai kegiatan outdoor learning yang dilakukan di Kantor Radar Surabaya, Selasa (26/10).

Sementara itu, penjelasan mengenai proses pembuatan koran diterima sangat baik oleh para siswa. Bahkan saat sesi tanya jawab, mereka saling berebut bertanya. Sesuai dengan mapel Bahasa Indonesia dengan tema wawancara, Kiki ingin agar para siswa mengaplikasikan pembelajaran yang didapat di sekolah.

Seperti Erina Wulan Angraeni. Meski pada awalnya sempat ragu, Erina bertanya mengenai bagaimana koran bisa sampai ke tangan pembaca.

“Setelah semua tahapan di kantor ini selesai, file akan dikirim ke percetakan kemudian didistribusikan agen dan diantar oleh loper. Jadi kalau orang tua Erina berlangganan koran, nanti loper itu yang akan mengantar ke rumah,” jawab Opi, sapaan akrab Nofilawati Anisa.

Selama kegiatan berlangsung, protokol kesehatan seperti pemakaian hand sanitizer, masker, dan pengecekan suhu tetap dilakukan secara ketat. (rul/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/