alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Ponpes Bumi Shalawat

SIDOARJO – Sebanyak dua ribu santri Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Desa Lebo dan 500 warga Dusun Biting Desa Suko, Sidoarjo mendapat vaksinasi Covid-19. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) pada, Minggu (25/7).

Kuota vaksinasi di Ponpes Progresif Bumi Shalawat disesuaikan dengan jumlah santrinya. Sementara untuk vaksinasi warga, pelaksanaannya di teras salah satu rumah warga. Selain itu juga ada yang dilaksanakan dengan mendatangi langsung rumah warga.

Selain vaksinasi, BIN juga membagikan 15 ribu paket bantuan sosial ke warga Desa Lemahputro, Kecamatan Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali bersama jajaran Forkopimda Sidoarjo turut mendampingi Forkopimda Jawa Timur yang ikut menyaksikan kegiatan vaksinasi di Ponpes Progresif Bumi Shalawat.

Yakni, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, serta Pangkoarmada II Laksamana Muda Iwan Isnurwanto. Mereka bersama-sama meninjau pelaksanaan vaksinasi di ponpes milik KH Agoes Ali Masyhuri itu.

Gubernur Khofifah mengatakan, percepatan vaksinasi akan terus dilakukan meskipun harus menunggu pasokan vaksin dari pusat. Setiap vaksin tiba, akan langsung dilakukan vaksinasi dan segera dihabiskan.

Khofifah juga optimistis target vaksinasi 70 persen tercapai saat HUT RI 17 Agustus mendatang. Dia juga mengajak agar tidak pesimis terkait percepatan vaksinasi di Jawa Timur.

“Kita ingin memaksimalkan dari seluruh sinergitas yang bisa kita bangun. Saat HUT RI nanti, kita ingin capaian vaksinasi di Jawa Timur bukan 70 tapi 76 persen,” tegasnya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, Sidoarjo turut mensupport keinginan Gubernur Jawa Timur untuk memberikan capaian vaksinasi di atas 70 persen tersebut.

Untuk pemberian vaksin bagi remaja atau pelajar, masuk dalam kategori tahap ketiga yang ditujukan bagi masyarakat yang berusia 12-17 tahun. Selain untuk mendukung program pemerintah juga untuk melindungi santri dari virus corona.

Muhdlor yang juga putra KH Agoes Ali Masyhuri itu mengajak semua pihak mencegah penyebaran pandemi Covid-19 ini dari hulu sampai hilir.

“Jangan hanya fokus pada hilir dengan penuhnya rumah sakit, selama hulunya tidak kita selesaikan maka rumah sakit akan selalu penuh. Penanganan di hulunya adalah dengan memberikan vaksin untuk masyarakat,” ucapnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Sebanyak dua ribu santri Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Desa Lebo dan 500 warga Dusun Biting Desa Suko, Sidoarjo mendapat vaksinasi Covid-19. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) pada, Minggu (25/7).

Kuota vaksinasi di Ponpes Progresif Bumi Shalawat disesuaikan dengan jumlah santrinya. Sementara untuk vaksinasi warga, pelaksanaannya di teras salah satu rumah warga. Selain itu juga ada yang dilaksanakan dengan mendatangi langsung rumah warga.

Selain vaksinasi, BIN juga membagikan 15 ribu paket bantuan sosial ke warga Desa Lemahputro, Kecamatan Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali bersama jajaran Forkopimda Sidoarjo turut mendampingi Forkopimda Jawa Timur yang ikut menyaksikan kegiatan vaksinasi di Ponpes Progresif Bumi Shalawat.

Yakni, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, serta Pangkoarmada II Laksamana Muda Iwan Isnurwanto. Mereka bersama-sama meninjau pelaksanaan vaksinasi di ponpes milik KH Agoes Ali Masyhuri itu.

Gubernur Khofifah mengatakan, percepatan vaksinasi akan terus dilakukan meskipun harus menunggu pasokan vaksin dari pusat. Setiap vaksin tiba, akan langsung dilakukan vaksinasi dan segera dihabiskan.

Khofifah juga optimistis target vaksinasi 70 persen tercapai saat HUT RI 17 Agustus mendatang. Dia juga mengajak agar tidak pesimis terkait percepatan vaksinasi di Jawa Timur.

“Kita ingin memaksimalkan dari seluruh sinergitas yang bisa kita bangun. Saat HUT RI nanti, kita ingin capaian vaksinasi di Jawa Timur bukan 70 tapi 76 persen,” tegasnya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, Sidoarjo turut mensupport keinginan Gubernur Jawa Timur untuk memberikan capaian vaksinasi di atas 70 persen tersebut.

Untuk pemberian vaksin bagi remaja atau pelajar, masuk dalam kategori tahap ketiga yang ditujukan bagi masyarakat yang berusia 12-17 tahun. Selain untuk mendukung program pemerintah juga untuk melindungi santri dari virus corona.

Muhdlor yang juga putra KH Agoes Ali Masyhuri itu mengajak semua pihak mencegah penyebaran pandemi Covid-19 ini dari hulu sampai hilir.

“Jangan hanya fokus pada hilir dengan penuhnya rumah sakit, selama hulunya tidak kita selesaikan maka rumah sakit akan selalu penuh. Penanganan di hulunya adalah dengan memberikan vaksin untuk masyarakat,” ucapnya. (rpp/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags