alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Bagi 3 Ribu Paket Bansos untuk PKL dan Sopir Angkot di Sidoarjo

SIDOARJO – Kucuran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat kembali mengalir ke Sidoarjo. Totalnya 3 ribu paket beras berisi 5 kilogram.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo Tirto Adi menerangkan, bantuan yang dikucurkan dari Kementerian Sosial itu sasarannya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang lebih fleksibel. Di antaranya akan menyasar para pedagang kaki lima (PKL) sampai para sopir angkot.

“Kami masih mendata, nanti segera disalurkan,” katanya, kemarin (25/7)

Di Sidoarjo, para PKL menjadi salah satu kelompok masyarakat yang juga terdampak pandemi Covid-19. Mereka kesulitan mengais rejeki di tengah ketatnya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Contohnya adalah para PKL yang biasa berjualan di kawasan GOR Sidoarjo, Jalan Gading Fajar, Jalan Ponti. Termasuk para PKL yang biasa berjualan di area Alun-alun Sidoarjo. Pendapatannya anjlok, dan harus kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP.

Sekretaris Dinsos Sidoarjo Ahmad Misbahul Munir menambahkan, bantuan beras 5 kilogram itu sama dengan bantuan beras 10 kilogram sebelumnya. Yakni, disiapkan dari Bulog.

Hanya saja sasaran dan jumlah beras yang berbeda. Bantuan pertama beras 10 kilogram lebih menyasar pada KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Masih disiapkan,” imbuhnya.

Diharapkan, bantuan itu dapat meringankan beban warga Sidoarjo yang terdampak pandemi Covid-19. Selain bantuan dari pusat, Pemkab Sidoarjo juga mengalokasikan bantuan paket sembako sebanyak 35 ribu paket.

Bantuan itu banyak menyasar warga Sidoarjo yang sedang isolasi mandiri (isoman). Untuk tahap pertama, sembako yang berisi beras, tepung, minyak goreng dan gula itu didistribusikan ke desa-desa. (son/vga)

SIDOARJO – Kucuran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat kembali mengalir ke Sidoarjo. Totalnya 3 ribu paket beras berisi 5 kilogram.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo Tirto Adi menerangkan, bantuan yang dikucurkan dari Kementerian Sosial itu sasarannya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang lebih fleksibel. Di antaranya akan menyasar para pedagang kaki lima (PKL) sampai para sopir angkot.

“Kami masih mendata, nanti segera disalurkan,” katanya, kemarin (25/7)

Di Sidoarjo, para PKL menjadi salah satu kelompok masyarakat yang juga terdampak pandemi Covid-19. Mereka kesulitan mengais rejeki di tengah ketatnya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Contohnya adalah para PKL yang biasa berjualan di kawasan GOR Sidoarjo, Jalan Gading Fajar, Jalan Ponti. Termasuk para PKL yang biasa berjualan di area Alun-alun Sidoarjo. Pendapatannya anjlok, dan harus kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP.

Sekretaris Dinsos Sidoarjo Ahmad Misbahul Munir menambahkan, bantuan beras 5 kilogram itu sama dengan bantuan beras 10 kilogram sebelumnya. Yakni, disiapkan dari Bulog.

Hanya saja sasaran dan jumlah beras yang berbeda. Bantuan pertama beras 10 kilogram lebih menyasar pada KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Masih disiapkan,” imbuhnya.

Diharapkan, bantuan itu dapat meringankan beban warga Sidoarjo yang terdampak pandemi Covid-19. Selain bantuan dari pusat, Pemkab Sidoarjo juga mengalokasikan bantuan paket sembako sebanyak 35 ribu paket.

Bantuan itu banyak menyasar warga Sidoarjo yang sedang isolasi mandiri (isoman). Untuk tahap pertama, sembako yang berisi beras, tepung, minyak goreng dan gula itu didistribusikan ke desa-desa. (son/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags