alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Pemkab Sidoarjo Tuntaskan Pembebasan Lahan Frontage Road Awal Juli

SIDOARJO – Setelah membebaskan 40 bidang untuk pembangunan Frontage Road (FR), Pemkab Sidoarjo berencana menuntaskan pembebasan lahan lainnya pada awal Juli mendatang. Sehingga bulan depan pembangunan fisik bisa segera dimulai.

Plt Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, total bangunan yang terdampak pembangunan FR ada 101 bidang. Untuk segmen Gedangan sudah terbayar semua. Namun masih ada beberapa yang belum terbayar.

Dia menyebutkan, ada 14 bangunan yang belum terbayar. Yakni di kawasan Deltasari ada 5 bidang, Gedangan sampai Lingkar Timur ada 9 bidang. Selain itu juga ada 4 bangunan yang terdampak FR di tahun lalu yang belum mendapat ganti rugi.  ”Itu semua rencananya dituntaskan bulan depan,” ujarnya.

Dwi mengungkapkan, nantinya, nilai appraisal tersebut akan keluar pada akhir Juni nanti. Dengan begitu, pihaknya sudah dapat menyelesaikan proses pembayaran bangunan yang terdampak tersebut di awal Juli.

”Nilai yang kami bayarkan baru ketahuan setelah nilai appraisal keluar,” imbuhnya.

Proyek pembangunan FR segemen 2 ini sebesar Rp 47,4 miliar. Proyek direncanakan akan berjalan pada awal Juli dari segmen utara yakni dari Aloha ke Deltasari, kemudian Gedangan sampai Jalan Lingkar Timur.

Pada proses pembongkaran bangunan untuk FR beberapa waktu lalu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor juga menyempatkan hadir di kegiatan pembongkaran di Gedangan. Dia berharap hingga akhir tahun nanti FR bisa nyambung dari Delta Sari-Lingkar Timur.

“FR bukan hajat bupati, tapi hajat masyarakat,” jelasnya.

Muhdlor mengharapkan semua pihak dapat mendukung proyek tersebut. Termasuk pihak pemilik lahan yang kini masih belum tuntas dibebaskan. Harapanya bisa bekerjasama demi kepentingan masyarakat agar FR bisa cepat terealisasi. (nis/vga)

SIDOARJO – Setelah membebaskan 40 bidang untuk pembangunan Frontage Road (FR), Pemkab Sidoarjo berencana menuntaskan pembebasan lahan lainnya pada awal Juli mendatang. Sehingga bulan depan pembangunan fisik bisa segera dimulai.

Plt Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, total bangunan yang terdampak pembangunan FR ada 101 bidang. Untuk segmen Gedangan sudah terbayar semua. Namun masih ada beberapa yang belum terbayar.

Dia menyebutkan, ada 14 bangunan yang belum terbayar. Yakni di kawasan Deltasari ada 5 bidang, Gedangan sampai Lingkar Timur ada 9 bidang. Selain itu juga ada 4 bangunan yang terdampak FR di tahun lalu yang belum mendapat ganti rugi.  ”Itu semua rencananya dituntaskan bulan depan,” ujarnya.

Dwi mengungkapkan, nantinya, nilai appraisal tersebut akan keluar pada akhir Juni nanti. Dengan begitu, pihaknya sudah dapat menyelesaikan proses pembayaran bangunan yang terdampak tersebut di awal Juli.

”Nilai yang kami bayarkan baru ketahuan setelah nilai appraisal keluar,” imbuhnya.

Proyek pembangunan FR segemen 2 ini sebesar Rp 47,4 miliar. Proyek direncanakan akan berjalan pada awal Juli dari segmen utara yakni dari Aloha ke Deltasari, kemudian Gedangan sampai Jalan Lingkar Timur.

Pada proses pembongkaran bangunan untuk FR beberapa waktu lalu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor juga menyempatkan hadir di kegiatan pembongkaran di Gedangan. Dia berharap hingga akhir tahun nanti FR bisa nyambung dari Delta Sari-Lingkar Timur.

“FR bukan hajat bupati, tapi hajat masyarakat,” jelasnya.

Muhdlor mengharapkan semua pihak dapat mendukung proyek tersebut. Termasuk pihak pemilik lahan yang kini masih belum tuntas dibebaskan. Harapanya bisa bekerjasama demi kepentingan masyarakat agar FR bisa cepat terealisasi. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/