alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Wabup Subandi Mediasi Konflik Lahan Jalan Perumahan di Bligo

SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo Subandi turun memediasi sengketa lahan di Desa Bligo, Kecamatan Candi. Dia memberikan dua opsi solusi pemecahan masalah tersebut.

Opsi pertama adalah pengembang memberikan kompensasi 600 juta kepada pemilik objek lahan. Opsi kedua membangun jembatan baru untuk akses jalan umum. “Batas waktunya 2 bulan,” katanya.

Jika opsi pertama yang dipilih, lanjut Subabdi, maka tanah tersebut dihibahkan ke masyarakat untuk menjadi jalan umum. Sehingga tidak ada lagi aksi saling tutup jalan.

Konflik lahan itu terjadi antara antara Rudi sebagai pemilik lahan dengan pengembang Perumahan Citra Tama Adigraha. Hal itu bermula dari lahan milik Rudi yang digunakan akses jalan umum dari perumahan.

Rudi tidak terima karena merasa memiliki lahan itu dengan bukti kepemilikan lahan berdasarkan SK Gubernur. Satu tahun terakhir, akses jalan itu pun sering bongkar tutup. Karena kedua belah pihak tidak ketemu.

“Saya meminta kompensasi dari pengembang perumahan sebesar Rp 600 juta,” katanya.

Subandi sengaja datang ke lokasi sengketa itu. Ia berupaya mempertemukan kedua belah pihak. Dengan harapan dua opsi yang diberikan bisa dipilih.

Di lain pihak, Halim pengembang Perumahan Citra Tama Adigraha mengungkapkan, konflik akses jalan ini sudah lama terjadi dan belum ada titik temunya. Pihaknya juga ngotot memiliki legalitas terkait tanah yang disengketakan. (son/vga)

SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo Subandi turun memediasi sengketa lahan di Desa Bligo, Kecamatan Candi. Dia memberikan dua opsi solusi pemecahan masalah tersebut.

Opsi pertama adalah pengembang memberikan kompensasi 600 juta kepada pemilik objek lahan. Opsi kedua membangun jembatan baru untuk akses jalan umum. “Batas waktunya 2 bulan,” katanya.

Jika opsi pertama yang dipilih, lanjut Subabdi, maka tanah tersebut dihibahkan ke masyarakat untuk menjadi jalan umum. Sehingga tidak ada lagi aksi saling tutup jalan.

Konflik lahan itu terjadi antara antara Rudi sebagai pemilik lahan dengan pengembang Perumahan Citra Tama Adigraha. Hal itu bermula dari lahan milik Rudi yang digunakan akses jalan umum dari perumahan.

Rudi tidak terima karena merasa memiliki lahan itu dengan bukti kepemilikan lahan berdasarkan SK Gubernur. Satu tahun terakhir, akses jalan itu pun sering bongkar tutup. Karena kedua belah pihak tidak ketemu.

“Saya meminta kompensasi dari pengembang perumahan sebesar Rp 600 juta,” katanya.

Subandi sengaja datang ke lokasi sengketa itu. Ia berupaya mempertemukan kedua belah pihak. Dengan harapan dua opsi yang diberikan bisa dipilih.

Di lain pihak, Halim pengembang Perumahan Citra Tama Adigraha mengungkapkan, konflik akses jalan ini sudah lama terjadi dan belum ada titik temunya. Pihaknya juga ngotot memiliki legalitas terkait tanah yang disengketakan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/