alexametrics
25.5 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Belajar Pemulasaran Jenazah saat Ramadan

SIDOARJO – Puasa di bulan suci Ramadan jangan dijadikan alasan diri untuk bisa bermalas-malasan. Justru bulan Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu agama. Seperti siswa SMAMDA ini. Di kegiatan Baitul Arqam para siswa dilatih tata cara bersuci atau taharah hingga pemulasaran jenazah.

Kegiatan tersebut wajib bagi siswa dan siswi. Dalam pelajaran tatap muka itu, para siswa dan siswi dibagi di masing-masing kelompok dan dibagi di setiap kelas. Rata-rata per kelompok berisi enam orang dan setiap kelas diisi tiga kelompok dengan seorang guru pembimbing.

“Pembagian materi dalam Baitul Arqam yakni bagi kelas X praktik bersuci mulai wudhu, tayamum, mandi besar. Sedangkan siswa kelas XI praktik pemulasaran jenazah mulai memandikan, mengkafani, mensalatkan hingga memakamkan,” ujar Kepala SMAMDA Wigatiningsih.

Seluruh siswa nampak antusias memperhatikan setiap tahap yang dipraktikkan guru pembimbing. M. Aufa Izul Haq siswa kelas XI mengatakan ilmu yang didapat tersebut sangat bermanfaat. “Sekarang jadi tahu bagaimana cara mengkafani jenazah,” ungkapnya.

Nur Hasan Basri Guru Bahasa Arab menjelaskan melalui pembelajaran ini, pembimbingan ingin membenarkan tata cara beribadah dan bersuci para siswa. “Mungkin selama ini masih ada kurangnya,” katanya.

Kemudian Hasan mengatakan pembimbing punya alasan khusus memberikan pengetahuan pemulasaran jenazah diberikan bagi siswa kelas XI.

Mengapa ? Agar mereka bisa menerapkan ilmunya di kehidupan bermasyarakat. Saat ada keluarga atau tetangga yang meninggal. “Jangan sampai jenazah dibiarkan terlalu lama karena menunggu orang lain. Generasi milenial sekarang harus bisa beramal baik dan benar, sesuai tuntunan ajaran agama,” imbuhnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Puasa di bulan suci Ramadan jangan dijadikan alasan diri untuk bisa bermalas-malasan. Justru bulan Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu agama. Seperti siswa SMAMDA ini. Di kegiatan Baitul Arqam para siswa dilatih tata cara bersuci atau taharah hingga pemulasaran jenazah.

Kegiatan tersebut wajib bagi siswa dan siswi. Dalam pelajaran tatap muka itu, para siswa dan siswi dibagi di masing-masing kelompok dan dibagi di setiap kelas. Rata-rata per kelompok berisi enam orang dan setiap kelas diisi tiga kelompok dengan seorang guru pembimbing.

“Pembagian materi dalam Baitul Arqam yakni bagi kelas X praktik bersuci mulai wudhu, tayamum, mandi besar. Sedangkan siswa kelas XI praktik pemulasaran jenazah mulai memandikan, mengkafani, mensalatkan hingga memakamkan,” ujar Kepala SMAMDA Wigatiningsih.

Seluruh siswa nampak antusias memperhatikan setiap tahap yang dipraktikkan guru pembimbing. M. Aufa Izul Haq siswa kelas XI mengatakan ilmu yang didapat tersebut sangat bermanfaat. “Sekarang jadi tahu bagaimana cara mengkafani jenazah,” ungkapnya.

Nur Hasan Basri Guru Bahasa Arab menjelaskan melalui pembelajaran ini, pembimbingan ingin membenarkan tata cara beribadah dan bersuci para siswa. “Mungkin selama ini masih ada kurangnya,” katanya.

Kemudian Hasan mengatakan pembimbing punya alasan khusus memberikan pengetahuan pemulasaran jenazah diberikan bagi siswa kelas XI.

Mengapa ? Agar mereka bisa menerapkan ilmunya di kehidupan bermasyarakat. Saat ada keluarga atau tetangga yang meninggal. “Jangan sampai jenazah dibiarkan terlalu lama karena menunggu orang lain. Generasi milenial sekarang harus bisa beramal baik dan benar, sesuai tuntunan ajaran agama,” imbuhnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/