alexametrics
27 C
Sidoarjo
Sunday, 29 May 2022

Matangkan Persiapan Pilkades, Anggaran Mulai Disalurkan

SIDOARJO – Persiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) terus dimatangkan Pemkab Sidoarjo. Sebanyak 84 desa yang menjadi peserta juga sudah mulai menerima penyaluran anggaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo, Mulyawan mengatakan, dari 84 desa tersebut, lima di antaranya akan menggunakan sistem e-voting. Saat ini pihaknya sudah mengajukan nama-nama desa peserta pilkades untuk penerbitan Surat Keputusan Bupati.

Sedangkan anggarannya sudah tersebar di masing-masing desa. Sesuai pembahasan APBD 2022, anggarannya sebesar Rp 49 miliar. “Melalui dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus, Red),” ujarnya.

Idealnya, tahapan pilkades dilakukan enam bulan sebelum pelaksanaan. Untuk itu, saat ini seharusnya pembentukan panitia pilkades sudah bisa dimulai.

“Apalagi perda yang mengatur pelaksanaan pilkades juga sudah disahkan,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga bakal melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) kepada perangkat desa dan panitia. Tujuannya sekaligus untuk sosialisasi pelaksanaan pilkades.

Mulyawan menyebutkan, pelaksanaan pilkades pada Juni nanti kurang lebih bakal sama dengan pilkades sebelumnya. Yakni menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penyediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan juga dipastikan ada di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). (nis/vga)

SIDOARJO – Persiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) terus dimatangkan Pemkab Sidoarjo. Sebanyak 84 desa yang menjadi peserta juga sudah mulai menerima penyaluran anggaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo, Mulyawan mengatakan, dari 84 desa tersebut, lima di antaranya akan menggunakan sistem e-voting. Saat ini pihaknya sudah mengajukan nama-nama desa peserta pilkades untuk penerbitan Surat Keputusan Bupati.

Sedangkan anggarannya sudah tersebar di masing-masing desa. Sesuai pembahasan APBD 2022, anggarannya sebesar Rp 49 miliar. “Melalui dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus, Red),” ujarnya.

Idealnya, tahapan pilkades dilakukan enam bulan sebelum pelaksanaan. Untuk itu, saat ini seharusnya pembentukan panitia pilkades sudah bisa dimulai.

“Apalagi perda yang mengatur pelaksanaan pilkades juga sudah disahkan,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga bakal melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) kepada perangkat desa dan panitia. Tujuannya sekaligus untuk sosialisasi pelaksanaan pilkades.

Mulyawan menyebutkan, pelaksanaan pilkades pada Juni nanti kurang lebih bakal sama dengan pilkades sebelumnya. Yakni menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penyediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan juga dipastikan ada di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/