alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Kebanjiran Setiap Tahun, SMPN 2 Tanggulangin Direlokasi

SIDOARJO – Dampak banjir di Desa Kedungbanteng, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tanggulangin akan direlokasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Wacana tersebut telah dikoordinasikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih Ahmad Muhdlor Ali – Subandi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo.

Gus Muhdlor, sapaan Ahmad Muhdlor Ali, menguraikan, wilayah Desa Kedungbanteng mengalami penurunan tanah akibat dampak semburan lumpur panas. Sehingga setiap tahun saat musim hujan, wilayah ini akan terus dilanda banjir.

Banjir ini melanda permukiman dan juga SMPN 2 Tanggulangin. Sekolah tersebut menjadi tidak layak ditempati. Untuk itu secepatnya dipindah ke wilayah yang lebih aman, layak dan tidak rawan kebanjiran.

“Lokasi yang dipilih tetap berada di timur Kecamatan Tanggulangin. Sebab di sisi barat sudah ada SMPN 1 Tanggulangin,” ungkap Gus Muhdlor.

Wakil Bupati Sidoarjo terpilih, Subandi menambahkan, selain rencana relokasi SMPN 2 Tanggulangin, kajian wilayah terdampak penurunan tanah tetap menjadi prioritas.

Kepala SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo, Al Hadi mengaku, seluruh halaman sekolah beserta ruang kelas di lantai satu, telah ditinggikan hingga 50 cm.

Namun tetap saja kebanjiran. Bahkan lebih tinggi dari sebelumnya. Hadi pun setuju dengan rencana relokasi sekolah ini. “Memang sekolah sudah tidak layak ditempati,” ujarnya.

Pihak sekolah mengusulkan lokasi yang tepat untuk SMPN 2 Tanggulangin nanti berada di Desa Ngaban. Karena wilayah tersebut dinilai sangat strategis. (rpp/vga)

SIDOARJO – Dampak banjir di Desa Kedungbanteng, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tanggulangin akan direlokasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Wacana tersebut telah dikoordinasikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih Ahmad Muhdlor Ali – Subandi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo.

Gus Muhdlor, sapaan Ahmad Muhdlor Ali, menguraikan, wilayah Desa Kedungbanteng mengalami penurunan tanah akibat dampak semburan lumpur panas. Sehingga setiap tahun saat musim hujan, wilayah ini akan terus dilanda banjir.

Banjir ini melanda permukiman dan juga SMPN 2 Tanggulangin. Sekolah tersebut menjadi tidak layak ditempati. Untuk itu secepatnya dipindah ke wilayah yang lebih aman, layak dan tidak rawan kebanjiran.

“Lokasi yang dipilih tetap berada di timur Kecamatan Tanggulangin. Sebab di sisi barat sudah ada SMPN 1 Tanggulangin,” ungkap Gus Muhdlor.

Wakil Bupati Sidoarjo terpilih, Subandi menambahkan, selain rencana relokasi SMPN 2 Tanggulangin, kajian wilayah terdampak penurunan tanah tetap menjadi prioritas.

Kepala SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo, Al Hadi mengaku, seluruh halaman sekolah beserta ruang kelas di lantai satu, telah ditinggikan hingga 50 cm.

Namun tetap saja kebanjiran. Bahkan lebih tinggi dari sebelumnya. Hadi pun setuju dengan rencana relokasi sekolah ini. “Memang sekolah sudah tidak layak ditempati,” ujarnya.

Pihak sekolah mengusulkan lokasi yang tepat untuk SMPN 2 Tanggulangin nanti berada di Desa Ngaban. Karena wilayah tersebut dinilai sangat strategis. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/