alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Cegah Air Meluber, Tinggikan Plengsengan Afvoer Kedungpeluk 

SIDOARJO – Penanganan banjir di Tanggulangin yang dilakukan Pemkab Sidoarjo tidak main-main. Tiga desa yang menjadi langganan banjir dipantau secara ketat. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo melakukan beberapa kegiatan untuk mengantisipasi genangan di permukiman warga.

Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, Desa Kedungbanteng, Banjarasri, dan Banjarpanji selalu tergenang saat musim hujan. Saat ini pihaknya sudah melakukan enam langkah pencegahan. Yakni, revitalisasi saluran Gedangrowo, peningkatan afvoer Kedungpeluk di Desa Kedungbanteng, pembangunan dam baru Desa Banjarpanji, pembangunan dam di saluran losing Gedangrowo, pembangunan dam afvoer Kedungpeluk, dan normalisasi saluran air.

Untuk peningkatan afvoer di Kedungbanteng, Sigit menyebutkan ada pembangunan plengsengan baru. Hal itu dilakukan karena plengsengan yang lama sudah tidak memadai. Kondisinya sudah setara dengan jalan.

Dengan begitu, ketika musim hujan dan sungai penuh, air akan meluber ke jalan. “Kami tinggikan agar mampu menampung lebih banyak air dan tidak menggenang ke jalan atau rumah warga,” katanya.

Hingga Kamis (25/11) pekerjaan tersebut tampak masih berjalan. Sebagian plengsengan sudah terbangun. Pekerjaan ini ditargetkan akan selesai bulan depan.

Selain mencegah genangan di permukiman warga, pembangunan plengsengan juga untuk menjaga kualitas jalan. Sebab luberan air sungai yang menggenang di jalan akan menyebabkan kerusakan. “Berbahaya bagi pengendara yang melintas,” imbuh Sigit. (nis/vga)

SIDOARJO – Penanganan banjir di Tanggulangin yang dilakukan Pemkab Sidoarjo tidak main-main. Tiga desa yang menjadi langganan banjir dipantau secara ketat. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo melakukan beberapa kegiatan untuk mengantisipasi genangan di permukiman warga.

Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, Desa Kedungbanteng, Banjarasri, dan Banjarpanji selalu tergenang saat musim hujan. Saat ini pihaknya sudah melakukan enam langkah pencegahan. Yakni, revitalisasi saluran Gedangrowo, peningkatan afvoer Kedungpeluk di Desa Kedungbanteng, pembangunan dam baru Desa Banjarpanji, pembangunan dam di saluran losing Gedangrowo, pembangunan dam afvoer Kedungpeluk, dan normalisasi saluran air.

Untuk peningkatan afvoer di Kedungbanteng, Sigit menyebutkan ada pembangunan plengsengan baru. Hal itu dilakukan karena plengsengan yang lama sudah tidak memadai. Kondisinya sudah setara dengan jalan.

Dengan begitu, ketika musim hujan dan sungai penuh, air akan meluber ke jalan. “Kami tinggikan agar mampu menampung lebih banyak air dan tidak menggenang ke jalan atau rumah warga,” katanya.

Hingga Kamis (25/11) pekerjaan tersebut tampak masih berjalan. Sebagian plengsengan sudah terbangun. Pekerjaan ini ditargetkan akan selesai bulan depan.

Selain mencegah genangan di permukiman warga, pembangunan plengsengan juga untuk menjaga kualitas jalan. Sebab luberan air sungai yang menggenang di jalan akan menyebabkan kerusakan. “Berbahaya bagi pengendara yang melintas,” imbuh Sigit. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/