alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Bangun Jalan Layang Aloha Tunggu Pembebasan Lahan

SIDOARJO – Selain membangun Frontage Road (FR), di Gedangan rencananya juga dibangun jalan layang. Tepatnya di bundaran Aloha. Namun proyek tersebut belum bisa dibangun jika FR belum selesai.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa-Bali Achmad Subki mengatakan, proyek jalan layang tersebut masih sulit terealisasi. Bahkan rencana pembangunannya belum masuk dalam APBN 2022. Alasannya, karena lahan belum siap.

Dia menyebutkan, pengerjaan jalan layang Aloha diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp 438 miliar. Pembangunan jalan layang di Aloha masih terganjal pembebasan tanah milik TNI. Dua simpang susun itu akan melintasi bundaran Aloha yang dikelola Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal).

Namun, lahan tersebut saat ini masih dijadikan sebagai kawasan ekonomi baru. Ada kafe dan pasar malam yang ramai setiap akhir pekan. Pembebasan tanah tentu tidak mudah karena ada banyak warga yang menggantungkan usaha di sana.

Nampaknya, pembebasan Aloha juga masih belum bisa dianggarkan tahun depan. Sebab Pemkab Sidoarjo masih fokus menyambung FR. Proyek sepanjang 1,6 kilometer itu juga membutuhkan anggaran pembebasan tanah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, Senin (25/10) pihaknya sedang melakukan appraisal terhadap semua tanah yang terkena pembangunan FR. “Diperkirakan appraisal selesai 10 November,” katanya.

Setelah itu, akan dilakukan penyampaian nilai appraisal dan ditindaklanjuti dengan pembayaran kepada warga pemilik tanah. Untuk saat ini pihaknya fokus menyelesaikan pembebasan di Desa Gedangan.

Hal itu, karena ada kegiatan konstruksi di Desa Gedangan yang harus selesai akhir Desember nanti. (nis/vga)

 

SIDOARJO – Selain membangun Frontage Road (FR), di Gedangan rencananya juga dibangun jalan layang. Tepatnya di bundaran Aloha. Namun proyek tersebut belum bisa dibangun jika FR belum selesai.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa-Bali Achmad Subki mengatakan, proyek jalan layang tersebut masih sulit terealisasi. Bahkan rencana pembangunannya belum masuk dalam APBN 2022. Alasannya, karena lahan belum siap.

Dia menyebutkan, pengerjaan jalan layang Aloha diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp 438 miliar. Pembangunan jalan layang di Aloha masih terganjal pembebasan tanah milik TNI. Dua simpang susun itu akan melintasi bundaran Aloha yang dikelola Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal).

Namun, lahan tersebut saat ini masih dijadikan sebagai kawasan ekonomi baru. Ada kafe dan pasar malam yang ramai setiap akhir pekan. Pembebasan tanah tentu tidak mudah karena ada banyak warga yang menggantungkan usaha di sana.

Nampaknya, pembebasan Aloha juga masih belum bisa dianggarkan tahun depan. Sebab Pemkab Sidoarjo masih fokus menyambung FR. Proyek sepanjang 1,6 kilometer itu juga membutuhkan anggaran pembebasan tanah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, Senin (25/10) pihaknya sedang melakukan appraisal terhadap semua tanah yang terkena pembangunan FR. “Diperkirakan appraisal selesai 10 November,” katanya.

Setelah itu, akan dilakukan penyampaian nilai appraisal dan ditindaklanjuti dengan pembayaran kepada warga pemilik tanah. Untuk saat ini pihaknya fokus menyelesaikan pembebasan di Desa Gedangan.

Hal itu, karena ada kegiatan konstruksi di Desa Gedangan yang harus selesai akhir Desember nanti. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/