alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

592 Ekor Sapi di Sidoarjo Sembuh dari PMK

SIDOARJO – Kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sidoarjo menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari ratusan ekor sapi bisa sembuh dari penyakit hewan ternak itu.

Data dari Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo pada Selasa (24/5) tercatat ada 592 ekor sapi sembuh dari PMK. Padahal pada Jumat (20/5), sapi yang sembuh PMK di Sidoarjo masih di angka 489.

Catatan positif itu menjadi angin segar bagi peternak di Kota Delta. Yakni wabah PMK bisa disembuhkan sehingga para peternak tidak perlu khawatir.

Tren positif itu juga menjadi angin segar para pedagang sapi musiman jelang Hari Raya Idul Adha. Nampaknya para pedagang hewan kurban masih bisa berjualan lebih longgar dibanding awal kali merebaknya wabah PMK.

Kepala Bidang Produksi Peternakan Dispaperta Sidoarjo Tony Hartono mengungkapkan, pemerintah daerah masih menyusun aturan turunan terkait peredaran ternak jelang Idul Adha.

“Masih dibuat aturan turunannya, ada acuan dari SK menteri,” terangnya.

Misalnya, pedagang bisa berjualan dengan catatan khusus. Yakni kandang yang memiliki tempat yang bersih, hingga sertifikat kesehatan bagi hewan ternak.

Selain itu, pedagang atau peternak juga perlu menyiapkan sanitasi pembuangan limbah yang baik. Karena urine sapi juga bisa menjadi sarana penularan. (son/vga)

SIDOARJO – Kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sidoarjo menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari ratusan ekor sapi bisa sembuh dari penyakit hewan ternak itu.

Data dari Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo pada Selasa (24/5) tercatat ada 592 ekor sapi sembuh dari PMK. Padahal pada Jumat (20/5), sapi yang sembuh PMK di Sidoarjo masih di angka 489.

Catatan positif itu menjadi angin segar bagi peternak di Kota Delta. Yakni wabah PMK bisa disembuhkan sehingga para peternak tidak perlu khawatir.

Tren positif itu juga menjadi angin segar para pedagang sapi musiman jelang Hari Raya Idul Adha. Nampaknya para pedagang hewan kurban masih bisa berjualan lebih longgar dibanding awal kali merebaknya wabah PMK.

Kepala Bidang Produksi Peternakan Dispaperta Sidoarjo Tony Hartono mengungkapkan, pemerintah daerah masih menyusun aturan turunan terkait peredaran ternak jelang Idul Adha.

“Masih dibuat aturan turunannya, ada acuan dari SK menteri,” terangnya.

Misalnya, pedagang bisa berjualan dengan catatan khusus. Yakni kandang yang memiliki tempat yang bersih, hingga sertifikat kesehatan bagi hewan ternak.

Selain itu, pedagang atau peternak juga perlu menyiapkan sanitasi pembuangan limbah yang baik. Karena urine sapi juga bisa menjadi sarana penularan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/