alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Kampus Akhirnya Kuliah Tatap Muka

SIDOARJO – Satu tahun lebih warga Sidoarjo melalui pandemi Covid-19. Selama rentang waktu tersebut, pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, berlangsung daring. Saat situasi mulai membaik, perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo akhirnya memulai perkuliahan tatap muka dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, Senin (24/5).

Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Hana Catur Wahyuni mengatakan, tujuan dari perkuliahan tatap muka ini untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa. Untuk itu pihaknya berharap seluruh jajaran, khususnya mahasiswa, untuk menerapkan prokes dengan ketat.

“Kami sudah siapkan Satgas Covid-19 untuk mengecek mahasiswa yang akan masuk kelas. Misalnya dengan thermo gun dan wajib menggunakan masker. Dan kami juga sudah siapkan tempat cuci tangan. Mahasiswa juga dilarang membawa makanan, dan kalau perkuliahan selesai wajib langsung pulang. Karena ini untuk kepentingan bersama,” katanya.

Hana menjelaskan, dalam penerapan prokes, tidak semua mahasiswa dapat melaksanakan kuliah tatap muka. Dalam satu kelas hanya diperbolehkan 25 mahasiswa saja. Sisanya mengikuti kuliah secara online melalui e-learning yang sudah disiapkan oleh pihak kampus.

Sehingga mahasiswa di minta memperhatikan dengan baik jadwal perkuliahan daring dan tatap muka. Sebab bergiliran mahasiswa akan mengikuti perkuliahan tatap muka dan daring sesuai jadwal.

Lebih jauh, Hana menambahkan, saat ini yang melaksanakan kuliah tatap muka mulai dari semester empat hingga delapan. Sementara mahasiswa semester dua masih menjalani perkuliahan daring.

“Karena semester dua ini jumlahnya relatif banyak, sehingga tidak mungkin dilaksanakan kuliah tatap muka. Perkuliahan minggu pertama ini sifatnya masih uji coba, akhir pekan ini akan kami lakukan evaluasi. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyambut baik kesiapan Umsida dalam melaksanakan kuliah tatap muka. Menurutnya pandemi bukan satu alasan untuk tidak produktif, apalagi sampai berhenti belajar maupun berkarya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada semua civitas akademika Umsida untuk menjaga prokes dengan baik.

“Kita harus bisa hidup berdampingan dengan Covid-19, tanpa mengurangi esensi pembelajaran yang wajib bagi kita. Makanya saya himbau kepada semua mahasiswa, jaga diri anda keluarga, lingkungan, dan kampus umsida, serta jaga Sidoarjo ini dengan tetap menerapkan prokes di mana pun Anda berada,” pesannya.

Sementara Rektor Umaha Ahmad Fathoni Rodli mengatakan, perkuliahan di Umaha masih berlangsung secara daring. “Belum tatap muka,” tandasnya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Satu tahun lebih warga Sidoarjo melalui pandemi Covid-19. Selama rentang waktu tersebut, pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, berlangsung daring. Saat situasi mulai membaik, perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo akhirnya memulai perkuliahan tatap muka dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, Senin (24/5).

Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Hana Catur Wahyuni mengatakan, tujuan dari perkuliahan tatap muka ini untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa. Untuk itu pihaknya berharap seluruh jajaran, khususnya mahasiswa, untuk menerapkan prokes dengan ketat.

“Kami sudah siapkan Satgas Covid-19 untuk mengecek mahasiswa yang akan masuk kelas. Misalnya dengan thermo gun dan wajib menggunakan masker. Dan kami juga sudah siapkan tempat cuci tangan. Mahasiswa juga dilarang membawa makanan, dan kalau perkuliahan selesai wajib langsung pulang. Karena ini untuk kepentingan bersama,” katanya.

Hana menjelaskan, dalam penerapan prokes, tidak semua mahasiswa dapat melaksanakan kuliah tatap muka. Dalam satu kelas hanya diperbolehkan 25 mahasiswa saja. Sisanya mengikuti kuliah secara online melalui e-learning yang sudah disiapkan oleh pihak kampus.

Sehingga mahasiswa di minta memperhatikan dengan baik jadwal perkuliahan daring dan tatap muka. Sebab bergiliran mahasiswa akan mengikuti perkuliahan tatap muka dan daring sesuai jadwal.

Lebih jauh, Hana menambahkan, saat ini yang melaksanakan kuliah tatap muka mulai dari semester empat hingga delapan. Sementara mahasiswa semester dua masih menjalani perkuliahan daring.

“Karena semester dua ini jumlahnya relatif banyak, sehingga tidak mungkin dilaksanakan kuliah tatap muka. Perkuliahan minggu pertama ini sifatnya masih uji coba, akhir pekan ini akan kami lakukan evaluasi. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyambut baik kesiapan Umsida dalam melaksanakan kuliah tatap muka. Menurutnya pandemi bukan satu alasan untuk tidak produktif, apalagi sampai berhenti belajar maupun berkarya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada semua civitas akademika Umsida untuk menjaga prokes dengan baik.

“Kita harus bisa hidup berdampingan dengan Covid-19, tanpa mengurangi esensi pembelajaran yang wajib bagi kita. Makanya saya himbau kepada semua mahasiswa, jaga diri anda keluarga, lingkungan, dan kampus umsida, serta jaga Sidoarjo ini dengan tetap menerapkan prokes di mana pun Anda berada,” pesannya.

Sementara Rektor Umaha Ahmad Fathoni Rodli mengatakan, perkuliahan di Umaha masih berlangsung secara daring. “Belum tatap muka,” tandasnya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/