alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Sidak Mamin, Wabup Temukan Mamin Kedaluwarsa dan Rusak

SIDOARJO – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi sidak makanan dan minuman (mamin) di empat supermarket yang ada di Sidoarjo, Senin (25/4).

Sidak dilakukan bersama bersama Ketua DPRD Sidoarjo Usman, Kasdim 0816 Sidoarjo, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan perdagangan, serta Dinas Pangan dan Pertanian. Hal itu untuk memastikan tidak adanya mamin kedaluwarsa yang dapat membahayakan konsumen. Selain itu juga untuk memastikan kemasan mamin yang dijual dalam keadaan baik alias tidak rusak.

Dengan teliti dan seksama Subandi bersama tim mengecek tanggal kedaluwarsa mamin, kemasan mamin serta kualitas mamin itu sendiri.

“Saya bersama tim gabungan datang ke swalayan ini untuk melakukan sidak supaya membantu masyarakat agar merasa aman saat membeli kebutuhan untuk Lebaran. Karena yang dikhawatirkan ada makanan dan minuman yang telah kedaluwarsa tetapi tetap dijual,” kata Subandi.

Dalam Sidak kali ini, tim gabungan menemukan beberapa mamin yang kedaluwarsa maupun kemasan yang rusak. Wabup meminta kepada pengelola swalayan untuk segera menarik produk tersebut akan agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Sidak kali ini ditemukan beberapa barang yang exspired dan kemasan yang rusak, saya berpesan pada masyarakat barangkali beli susu, biskuit kaleng yang kemasannya penyok atau rusak, jangan dibeli karena ini sudah tidak layak untuk dikonsumsi nantinya,” terangnya.

Dia menegaskan, barang yang telah habis masa berlakunya harus segera dikembalikan dan ditarik. Produk seperti itu dimintanya tidak dijual karena berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Bahkan kalau bisa harus dimusnahkan.

“Untuk itu diharapkan kejelian dari para pedagang, jika ditemukan barang yang masa kedaluwarsanya habis segera hubungi distributor untuk minta ganti yang baru. Demikian pula masyarakat, sebelum membeli teliti terlebih dahulu barang yang akan dibelinya, baik kemasan, kualitas maupun masa berlakunya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Subandi juga mengimbau kepada semua penyelenggara mal dan supermarket untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) meskipun Sidoarjo saat ini sudah level 1. Prokes pencegahan penularan Covid-19 tidak boleh kendor. Apalagi mulai Minggu kemarin mal-mal sudah mulai ramai pengunjung berbelanja kebutuhan Lebaran. (rpp/vga)

SIDOARJO – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi sidak makanan dan minuman (mamin) di empat supermarket yang ada di Sidoarjo, Senin (25/4).

Sidak dilakukan bersama bersama Ketua DPRD Sidoarjo Usman, Kasdim 0816 Sidoarjo, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan perdagangan, serta Dinas Pangan dan Pertanian. Hal itu untuk memastikan tidak adanya mamin kedaluwarsa yang dapat membahayakan konsumen. Selain itu juga untuk memastikan kemasan mamin yang dijual dalam keadaan baik alias tidak rusak.

Dengan teliti dan seksama Subandi bersama tim mengecek tanggal kedaluwarsa mamin, kemasan mamin serta kualitas mamin itu sendiri.

“Saya bersama tim gabungan datang ke swalayan ini untuk melakukan sidak supaya membantu masyarakat agar merasa aman saat membeli kebutuhan untuk Lebaran. Karena yang dikhawatirkan ada makanan dan minuman yang telah kedaluwarsa tetapi tetap dijual,” kata Subandi.

Dalam Sidak kali ini, tim gabungan menemukan beberapa mamin yang kedaluwarsa maupun kemasan yang rusak. Wabup meminta kepada pengelola swalayan untuk segera menarik produk tersebut akan agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Sidak kali ini ditemukan beberapa barang yang exspired dan kemasan yang rusak, saya berpesan pada masyarakat barangkali beli susu, biskuit kaleng yang kemasannya penyok atau rusak, jangan dibeli karena ini sudah tidak layak untuk dikonsumsi nantinya,” terangnya.

Dia menegaskan, barang yang telah habis masa berlakunya harus segera dikembalikan dan ditarik. Produk seperti itu dimintanya tidak dijual karena berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Bahkan kalau bisa harus dimusnahkan.

“Untuk itu diharapkan kejelian dari para pedagang, jika ditemukan barang yang masa kedaluwarsanya habis segera hubungi distributor untuk minta ganti yang baru. Demikian pula masyarakat, sebelum membeli teliti terlebih dahulu barang yang akan dibelinya, baik kemasan, kualitas maupun masa berlakunya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Subandi juga mengimbau kepada semua penyelenggara mal dan supermarket untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) meskipun Sidoarjo saat ini sudah level 1. Prokes pencegahan penularan Covid-19 tidak boleh kendor. Apalagi mulai Minggu kemarin mal-mal sudah mulai ramai pengunjung berbelanja kebutuhan Lebaran. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/