alexametrics
26 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

SMA/SMK Persiapkan Sekolah Tatap Muka

SIDOARJO – Mendikbud Nadiem Makarim mengizinkan sekolah tatap muka pada Januari 2021. Di Sidoarjo, berbagai persiapan pun telah dilakukan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Sidoarjo Ristiwi Peni mengatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dimulai pada semester genap pada bulan Januari 2021 sesuai kebijakan Mendikbud.

“Untuk saat ini proses tatap muka pembelajaran terbatas memang belum dilakukan, namun di SMA Negeri 3 Sidoarjo sudah mulai melakukan simulasi pembelajaran tatap muka terbatas khusus bagi peserta didik cepat belajar yang masa pembelajarannya dua tahun,” katanya Senin (23/11).

Ristiwi menerangkan saat ini jumlah siswa yang masuk dalam kelas Cepat Belajar (akselerasi) sebanyak 70 siswa. Sedangkan kelas regular baik itu siswa kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 1.198 pembelajarannya masih dilakukan dengan cara daring.

Untuk persiapan sekolah tatap muka pada bulan Januari 2021, SMAN 3 Sidoarjo telah melakukan persiapan yang matang. Sekolah harus menaati SOP dan syarat yang telah ditetapkan Kemendikbud.

Di antaranya sekolah diperbolehkan melakukan proses pembelajaran tatap muka dengan seizin orang tua peserta didik. Zona daerah setempat juga harus dalam level zona kuning atau hijau,” terangnya.

Ristiwi menambahkan jumlah peserta didik yang diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka maksimal sebanyak 30 persen yang terbagi dalam beberapa shift dengan waktu pembelajaran maksimal selama tiga jam.

“Selain hal tersebut, syarat yang harus dipenuhi adalah persetujuan dari komite sekolah dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo serta sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tambahnya.

Ristiwi menjelaskan semua yang berada di lingkungan sekolah harus bermasker. Sarana cuci tangan juga telah disiapkan di beberapa sudut. Tempat duduk di dalam kelas juga telah diatur agar berjarak

“Selain penerapan 3M, SMA Negeri 3 Sidoarjo juga telah memesan sekat acrylic yang akan digunakan di meja peserta didik saat proses pembelajaran tatap muka dimulai pada Januari 2021 nanti,” katanya.

Sementara itu, SMKN 1 Buduran juga telah mempersiapkan diri untuk sekolah tatap muka. Kepala Sekolah SMKN 1 Buduran, Agustina mengatakan untuk persiapan pembelajaran tatap muka di bulan Januari, pihaknya masih menunggu kabar dari gugus tugas Covid-19 Sidoarjo. “Rencana masih menunggu status zona dari gugus tugas Sidoarjo,” tegasnya.

Agustina menambahkan penerapannya menurut aturannya bila masih zona kuning hanya diperbolehkan 25 persen. Sementara itu apabila zona hijau baru 50 persen. “Meski begitu kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap siswa-siswi karena kami sudah ada siswa yang masuk untuk ujian praktik,” urainya.

Agustina menjelaskan saat ini di SMKN 1 Buduran sudah menjalankan pembelajaran praktik khusus yang akan melakukan uji kompentesi. Karena sarana praktik itu hanya disekolah. “Kegiatan praktik itu hanya diikuti lima siswa, dan hanya dalam waktu selama dua jam,” jelasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Mendikbud Nadiem Makarim mengizinkan sekolah tatap muka pada Januari 2021. Di Sidoarjo, berbagai persiapan pun telah dilakukan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Sidoarjo Ristiwi Peni mengatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dimulai pada semester genap pada bulan Januari 2021 sesuai kebijakan Mendikbud.

“Untuk saat ini proses tatap muka pembelajaran terbatas memang belum dilakukan, namun di SMA Negeri 3 Sidoarjo sudah mulai melakukan simulasi pembelajaran tatap muka terbatas khusus bagi peserta didik cepat belajar yang masa pembelajarannya dua tahun,” katanya Senin (23/11).

Ristiwi menerangkan saat ini jumlah siswa yang masuk dalam kelas Cepat Belajar (akselerasi) sebanyak 70 siswa. Sedangkan kelas regular baik itu siswa kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 1.198 pembelajarannya masih dilakukan dengan cara daring.

Untuk persiapan sekolah tatap muka pada bulan Januari 2021, SMAN 3 Sidoarjo telah melakukan persiapan yang matang. Sekolah harus menaati SOP dan syarat yang telah ditetapkan Kemendikbud.

Di antaranya sekolah diperbolehkan melakukan proses pembelajaran tatap muka dengan seizin orang tua peserta didik. Zona daerah setempat juga harus dalam level zona kuning atau hijau,” terangnya.

Ristiwi menambahkan jumlah peserta didik yang diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka maksimal sebanyak 30 persen yang terbagi dalam beberapa shift dengan waktu pembelajaran maksimal selama tiga jam.

“Selain hal tersebut, syarat yang harus dipenuhi adalah persetujuan dari komite sekolah dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo serta sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tambahnya.

Ristiwi menjelaskan semua yang berada di lingkungan sekolah harus bermasker. Sarana cuci tangan juga telah disiapkan di beberapa sudut. Tempat duduk di dalam kelas juga telah diatur agar berjarak

“Selain penerapan 3M, SMA Negeri 3 Sidoarjo juga telah memesan sekat acrylic yang akan digunakan di meja peserta didik saat proses pembelajaran tatap muka dimulai pada Januari 2021 nanti,” katanya.

Sementara itu, SMKN 1 Buduran juga telah mempersiapkan diri untuk sekolah tatap muka. Kepala Sekolah SMKN 1 Buduran, Agustina mengatakan untuk persiapan pembelajaran tatap muka di bulan Januari, pihaknya masih menunggu kabar dari gugus tugas Covid-19 Sidoarjo. “Rencana masih menunggu status zona dari gugus tugas Sidoarjo,” tegasnya.

Agustina menambahkan penerapannya menurut aturannya bila masih zona kuning hanya diperbolehkan 25 persen. Sementara itu apabila zona hijau baru 50 persen. “Meski begitu kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap siswa-siswi karena kami sudah ada siswa yang masuk untuk ujian praktik,” urainya.

Agustina menjelaskan saat ini di SMKN 1 Buduran sudah menjalankan pembelajaran praktik khusus yang akan melakukan uji kompentesi. Karena sarana praktik itu hanya disekolah. “Kegiatan praktik itu hanya diikuti lima siswa, dan hanya dalam waktu selama dua jam,” jelasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/