alexametrics
30 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Manfaatkan Bekas Gedung Cabang Dinas Jadi Kafe UMKM

SIDOARJO – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Wonoayu terus dikembangkan. Saat ini di kantor kecamatan telah memiliki sudut khusus sebagai gerai pamer berbagai produk UMKM. Namun, hal itu dirasa belum cukup.

Camat Wonoayu Probo Agus Sunarno mengatakan, UMKM varian makanan minuman tidak kalah dari produk pabrikan. “Ini perlu difasilitasi. Produk non mamin juga kita rangkul,” katanya.

Untuk memfasilitasi ini, pihaknya melirik gedung eks kantor Cabang Dinas Pendidikan Wonoayu bisa dimanfaatkan sebagai ruang pamer produk UMKM.

“Ingin kami jadikan kafe. Diisi dan dikelola sendiri oleh pelaku UMKM,” katanya.

Pasalnya gedung itu bukan gedung biasa. Termasuk gedung bersejarah. Dari luar telah menampakkan kesan klasik. Ya, gedung tersebut telah ada sejak zaman kolonial. Ketika itu pada tahun 1900-an berfungsi sebagai rumah dinas kepala mekanik Pabrik Gula Popoh.

Menurut mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa itu, gedung tersebut bisa mendukung kemajuan UMKM di Wonoayu.

Ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, maka selain menjadi wisata belanja bisa juga menjadi wisata sejarah. “Dari struktur bangunan saja sudah mengundang perhatian. Penasaran ingin berkunjung,” katanya.

Probo mengatakan keinginan tersebut telah ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Gedung itu aset dinas pendidikan. Kondisinya kosong. Kita izin mau memanfaatkannya,” jelas Probo. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Wonoayu terus dikembangkan. Saat ini di kantor kecamatan telah memiliki sudut khusus sebagai gerai pamer berbagai produk UMKM. Namun, hal itu dirasa belum cukup.

Camat Wonoayu Probo Agus Sunarno mengatakan, UMKM varian makanan minuman tidak kalah dari produk pabrikan. “Ini perlu difasilitasi. Produk non mamin juga kita rangkul,” katanya.

Untuk memfasilitasi ini, pihaknya melirik gedung eks kantor Cabang Dinas Pendidikan Wonoayu bisa dimanfaatkan sebagai ruang pamer produk UMKM.

“Ingin kami jadikan kafe. Diisi dan dikelola sendiri oleh pelaku UMKM,” katanya.

Pasalnya gedung itu bukan gedung biasa. Termasuk gedung bersejarah. Dari luar telah menampakkan kesan klasik. Ya, gedung tersebut telah ada sejak zaman kolonial. Ketika itu pada tahun 1900-an berfungsi sebagai rumah dinas kepala mekanik Pabrik Gula Popoh.

Menurut mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa itu, gedung tersebut bisa mendukung kemajuan UMKM di Wonoayu.

Ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, maka selain menjadi wisata belanja bisa juga menjadi wisata sejarah. “Dari struktur bangunan saja sudah mengundang perhatian. Penasaran ingin berkunjung,” katanya.

Probo mengatakan keinginan tersebut telah ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Gedung itu aset dinas pendidikan. Kondisinya kosong. Kita izin mau memanfaatkannya,” jelas Probo. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/