alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Ajak Komunitas, Terungwetan Jadi Percontohan Desa Bersih dan Asri

SIDOARJO – Sebanyak 14 komunitas pemuda di Sidoarjo bahu membahu menanam seribu pohon. Tempat yang dipilih kali ini adalah situs bersejarah Pesarean Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di Desa Terungwetan, Kecamatan Krian, Minggu (24/10).

Ketua pelaksana Angga Pratama Julianto mengatakan, kegiatan penghijauan melibatkan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih), Guk Yuk Sidoarjo dan juga Pramuka.

Angga mengungkapkan, penghijauan di kawasan wisata ini berkolaborasi dengan pemdes dan pemkab. Tujuannya merebranding kawasan wisata agar memiliki nilai plus.

Selain membuat lingkungan jadi lebih asri, pemusatan penghijauan di situs bersejarah ini dijadikan momen tersendiri agar komunitas pemuda lebih mengenal sejarah Sidoarjo bagian barat.

“Pariwisata tidak terpusat di kota saja. Kita ajak mengenal Terungwetan dan sejarahnya. Lebih peduli terhadap lingkungan dan pariwisata di desa,” urainya.

Selain di Terungwetan, pada 2019 Pepelingasih pernah melakukan penghijauan di kawasan bersejarah Candi Tawangalun di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati.

Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo Mharta Wara Kusuma berharap penghijauan yang dilakukan pemuda ini bisa menyebar ke seluruh desa di Sidoarjo. “Generasi pemuda lah yang akan membawa wilayah Sidoarjo ke depan. Harapannya jika sudah peduli, maka lingkungan di Sidoarjo menjadi lebih baik lagi,” paparnya.

Sementara itu, pembina komunitas pemuda Didik Tri Wahyudi yang juga mantan Kepala Bidang Kepemudaan menjelaskan, Disporapar tahun ini bakal membentuk desa asri dan bersih. “Baru satu desa, di Terungwetan.  Disamping penghijauan ada sinergisitas penghijauan dan pariwisata,” katanya.

Setelah aksi penghijauan itu, telah disimpan MoU melalui pemberdayaan pemuda dan UMKM. ” Ada sinergisitas juga dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro,” pungkasnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Sebanyak 14 komunitas pemuda di Sidoarjo bahu membahu menanam seribu pohon. Tempat yang dipilih kali ini adalah situs bersejarah Pesarean Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di Desa Terungwetan, Kecamatan Krian, Minggu (24/10).

Ketua pelaksana Angga Pratama Julianto mengatakan, kegiatan penghijauan melibatkan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih), Guk Yuk Sidoarjo dan juga Pramuka.

Angga mengungkapkan, penghijauan di kawasan wisata ini berkolaborasi dengan pemdes dan pemkab. Tujuannya merebranding kawasan wisata agar memiliki nilai plus.

Selain membuat lingkungan jadi lebih asri, pemusatan penghijauan di situs bersejarah ini dijadikan momen tersendiri agar komunitas pemuda lebih mengenal sejarah Sidoarjo bagian barat.

“Pariwisata tidak terpusat di kota saja. Kita ajak mengenal Terungwetan dan sejarahnya. Lebih peduli terhadap lingkungan dan pariwisata di desa,” urainya.

Selain di Terungwetan, pada 2019 Pepelingasih pernah melakukan penghijauan di kawasan bersejarah Candi Tawangalun di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati.

Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo Mharta Wara Kusuma berharap penghijauan yang dilakukan pemuda ini bisa menyebar ke seluruh desa di Sidoarjo. “Generasi pemuda lah yang akan membawa wilayah Sidoarjo ke depan. Harapannya jika sudah peduli, maka lingkungan di Sidoarjo menjadi lebih baik lagi,” paparnya.

Sementara itu, pembina komunitas pemuda Didik Tri Wahyudi yang juga mantan Kepala Bidang Kepemudaan menjelaskan, Disporapar tahun ini bakal membentuk desa asri dan bersih. “Baru satu desa, di Terungwetan.  Disamping penghijauan ada sinergisitas penghijauan dan pariwisata,” katanya.

Setelah aksi penghijauan itu, telah disimpan MoU melalui pemberdayaan pemuda dan UMKM. ” Ada sinergisitas juga dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro,” pungkasnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/