alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Cari Kontak Erat Wabup Sidoarjo, Dinkes Tracing Tiga Hari

SIDOARJO – Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mulai melakukan penelusuran kontak erat dengan almarhum Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin terkait penularan virus Covid-19. Nur Ahmad Syaifuddin atau Cak Nur dipastikan meninggal karena positif Covid-19.

Tak hanya itu, istri almarhum, Turidatus Salimah (Ida Nur Ahmad Syaifuddin) kini dinyatakan positif. Keduanya diketahui positif setelah melakukan swab bersama di RSUD Sidoarjo.

Meski positif, istri Cak Nur tidak mengalami gejala klinis. Untuk itu yang bersangkutan hanya menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Kepala Dinkes Sidoarjo dr Syaf Satriawarman mengaku akan melakukan swab terhadap kontak erat Wakil Bupati Sidoarjo tersebut. Yakni tiga anaknya, Chulliatul Murodah, Muhammad Abdul Aziz, dan Muhammad Hanif Mubarok. Selain itu sopir, ajudan dan juru masak juga akan di-swab. “Anak-anaknya belum. Makanya akan kami lakukan swab seluruh kontak erat di keluarga,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo dr Syaf Satriawarman, Minggu (23/8).

Diketahui Wakil Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Cak Nur itu meninggal sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (22/8). Bapak tiga anak itu mengeluh badan panas dan batuk sepulang dari Jakarta dan meminta foto thorax, Rabu (19/8).

Selain tes usap, Dinkes juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di kediaman maupun tempat yang disinggahi Cak Nur dan keluarga. Sterilisasi dilakukan selama masa inkubasi.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan tracing terhadap seluruh pihak yang hadir dalam rapat paripurna pada Rabu (19/8). Cak Nur sempat menghadiri rapat sebelum kondisi tubuhnya kian menurun. “Selama tiga hari tracing akan kami intensifkan terutama terhadap para pejabat yang ikut ke Jakarta,” sambung Syaf.

Sebab Selasa (18/8) Wabup didampingi kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Komisi A DPRD Sidoarjo berkonsultasi dengan Kemendagri terkait pelaksanaan Pilkades.

Sementara dari sisi istri Ida Nur Ahmad Syaifuddin, Dinas Kesehatan Sidoarjo juga akan melakukan pelacakan terhadap ibu-ibu PKK. Diketahui pada Senin (17/8) Ida bersama Tim Penggerak PKK Sidoarjo bersama Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Kepamongprajaan (IKAPTK) Sidoarjo membagikan masker pada warga.

Ditambah dengan tracing anggota dewan yang ikut rapat paripurna bersama Cak Nur pada Rabu malam (19/8). Dalam ruangan tersebut ada 40 anggota dewan yang hadir. (rpp/nis/opi)

SIDOARJO – Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mulai melakukan penelusuran kontak erat dengan almarhum Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin terkait penularan virus Covid-19. Nur Ahmad Syaifuddin atau Cak Nur dipastikan meninggal karena positif Covid-19.

Tak hanya itu, istri almarhum, Turidatus Salimah (Ida Nur Ahmad Syaifuddin) kini dinyatakan positif. Keduanya diketahui positif setelah melakukan swab bersama di RSUD Sidoarjo.

Meski positif, istri Cak Nur tidak mengalami gejala klinis. Untuk itu yang bersangkutan hanya menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Kepala Dinkes Sidoarjo dr Syaf Satriawarman mengaku akan melakukan swab terhadap kontak erat Wakil Bupati Sidoarjo tersebut. Yakni tiga anaknya, Chulliatul Murodah, Muhammad Abdul Aziz, dan Muhammad Hanif Mubarok. Selain itu sopir, ajudan dan juru masak juga akan di-swab. “Anak-anaknya belum. Makanya akan kami lakukan swab seluruh kontak erat di keluarga,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo dr Syaf Satriawarman, Minggu (23/8).

Diketahui Wakil Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Cak Nur itu meninggal sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (22/8). Bapak tiga anak itu mengeluh badan panas dan batuk sepulang dari Jakarta dan meminta foto thorax, Rabu (19/8).

Selain tes usap, Dinkes juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di kediaman maupun tempat yang disinggahi Cak Nur dan keluarga. Sterilisasi dilakukan selama masa inkubasi.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan tracing terhadap seluruh pihak yang hadir dalam rapat paripurna pada Rabu (19/8). Cak Nur sempat menghadiri rapat sebelum kondisi tubuhnya kian menurun. “Selama tiga hari tracing akan kami intensifkan terutama terhadap para pejabat yang ikut ke Jakarta,” sambung Syaf.

Sebab Selasa (18/8) Wabup didampingi kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Komisi A DPRD Sidoarjo berkonsultasi dengan Kemendagri terkait pelaksanaan Pilkades.

Sementara dari sisi istri Ida Nur Ahmad Syaifuddin, Dinas Kesehatan Sidoarjo juga akan melakukan pelacakan terhadap ibu-ibu PKK. Diketahui pada Senin (17/8) Ida bersama Tim Penggerak PKK Sidoarjo bersama Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Kepamongprajaan (IKAPTK) Sidoarjo membagikan masker pada warga.

Ditambah dengan tracing anggota dewan yang ikut rapat paripurna bersama Cak Nur pada Rabu malam (19/8). Dalam ruangan tersebut ada 40 anggota dewan yang hadir. (rpp/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/