alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Sidoarjo Barat Jadi TKP Kasus Laka Terbanyak

SIDOARJO – Angka laka lantas di minggu ketiga Juli mengalami penurunan sebesar 28,21 persen dengan total kejadian sebanyak 28 peristiwa atau turun 11 peristiwa dibanding pekan sebelumnya. Sementara total korban tewas turun sebesar 33,33 persen dengan jumlah kasus tewas empat orang.

Kanit Laka Lantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulitiyono menyampaikan, angka penurunan juga terjadi pada korban dengan luka ringan. Kini jumlahnya turun sebesar 44,44 persen. Jumlahnya mencapai 30 orang atau turun 24 orang dibanding minggu sebelumnya. “Termasuk kerugian materiil juga turun 23,64 persen dengan total kerugian Rp 8,4 juta atau turun sebesar Rp 2,6 juta dari sebelumnya,” kata Sugeng.

Meski demikian, lanjut dia, wilayah Sidoarjo Barat masih menjadi wilayah dengan kasus laka paling banyak. Di antaranya Balongbendo, Tarik, dan Prambon. “Laka tunggal juga menempati posisi terbanyak,” sambungnya.

Menurut Sugeng, tipe laka paling banyak adalah Out of Control sebanyak 12 kasus. Di samping itu ada pula kasus tabrak lari yang mencapai empat kasus. Penyebab laka juga beragam. Paling banyak terjadi karena abai terhadap jalur. “Jumlahnya mencapai sembilan kasus, disusul tata cara mendahului sebanyak enam kasus,” paparnya.

Lantas, bagaimana upaya untuk menekan hal itu? Sugeng menjelaskan, ada sejumlah cara yang terus dilakukan untuk menekan adanya laka lantas. Misalnya penindakan terhadap pelajar yang menggunakan kendaraan, padahal belum mendapatkan izin. “Sosialisasi terkait tata cara mendahului, berbelok hingga aturan jalur,” paparnya. (far/opi)

SIDOARJO – Angka laka lantas di minggu ketiga Juli mengalami penurunan sebesar 28,21 persen dengan total kejadian sebanyak 28 peristiwa atau turun 11 peristiwa dibanding pekan sebelumnya. Sementara total korban tewas turun sebesar 33,33 persen dengan jumlah kasus tewas empat orang.

Kanit Laka Lantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulitiyono menyampaikan, angka penurunan juga terjadi pada korban dengan luka ringan. Kini jumlahnya turun sebesar 44,44 persen. Jumlahnya mencapai 30 orang atau turun 24 orang dibanding minggu sebelumnya. “Termasuk kerugian materiil juga turun 23,64 persen dengan total kerugian Rp 8,4 juta atau turun sebesar Rp 2,6 juta dari sebelumnya,” kata Sugeng.

Meski demikian, lanjut dia, wilayah Sidoarjo Barat masih menjadi wilayah dengan kasus laka paling banyak. Di antaranya Balongbendo, Tarik, dan Prambon. “Laka tunggal juga menempati posisi terbanyak,” sambungnya.

Menurut Sugeng, tipe laka paling banyak adalah Out of Control sebanyak 12 kasus. Di samping itu ada pula kasus tabrak lari yang mencapai empat kasus. Penyebab laka juga beragam. Paling banyak terjadi karena abai terhadap jalur. “Jumlahnya mencapai sembilan kasus, disusul tata cara mendahului sebanyak enam kasus,” paparnya.

Lantas, bagaimana upaya untuk menekan hal itu? Sugeng menjelaskan, ada sejumlah cara yang terus dilakukan untuk menekan adanya laka lantas. Misalnya penindakan terhadap pelajar yang menggunakan kendaraan, padahal belum mendapatkan izin. “Sosialisasi terkait tata cara mendahului, berbelok hingga aturan jalur,” paparnya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/