alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Industri Diminta Serap Tenaga Kerja Lokal Sidoarjo

SIDOARJO – Pelaku industri diminta lebih optimal lagi menyerap tenaga kerja lokal. Dari warga Kabupaten Sidoarjo.

Sebab, Pemkab Sidoarjo ingin angka pengangguran terbuka yang tinggi saat ini, 10,9 persen, bisa sedikit demi sedikit ditekan. Salah satu upayanya yakni pelaku industri besar untuk merekrut warga Sidoarjo sebagai pekerja.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor Ali mencontohkan di kawasan industri Jabon. “Sebagai kawasan industri baru, pemkab lebih mudah menatanya. Kita meminta ada sekian persen dari warga sekitar Kecamatan Jabon, Krembung, Porong, dan Tanggulangin di dahulukan sebagai pekerja,” katanya Rabu (23/6).

Terkait dengan rencana ini, pemkab sudah meminta secara resmi pada pelaku industri yang ada di kecamatan Jabon. “Kalau kemudian ada kualifikasi yang kurang, pengusaha sudah menyiapkan balai pelatihan kerja seluas 6 – 8 hektar untuk melatih masyarakat itu lalu kemudian diterima. Memudahkan kita, memastikan warga Sidoarjo menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” urainya.

Selain itu, menekan angka pengangguran pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melakukan MoU atau perjanjian kerja sama dengan ratusan perusahaan yang ada di Sidoarjo. Memfasilitasi para lulusan SMK agar segera mendapatkan pekerjaan.

Dengan jumlah jurusan di SMK mencapai 38 bidang jurusan, Bupati Muhdlor melihat peluangnya terbuka lebar. “Total ada 76 SMK di Sidoarjo negeri maupun swasta yang selama ini sudah kerjasama dengan perusahaan tertentu,” tegasnya.

Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Kabupaten Sidoarjo, Heru Sasmita menjelaskan setiap tahun ada 14 ribu lulusan SMK di Sidoarjo. Selama ini BKK mayoritas masih berjalan sendiri-sendiri.

“Tahun ini akan kami buatkan aplikasi khusus BKK. Segala informasi hubungan industrial ada disana,” katanya.

Dengan BKK yang terintegrasi antar SMK peluang bekerja bisa terbuka lebih luas. “Calon lulusan SMK bisa mempersiapkan kualifikasi, kemampuan, ilmu mereka sehingga perusahaan bisa menerima lebih banyak lulusan SMK dari Sidoarjo,” jelasnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Pelaku industri diminta lebih optimal lagi menyerap tenaga kerja lokal. Dari warga Kabupaten Sidoarjo.

Sebab, Pemkab Sidoarjo ingin angka pengangguran terbuka yang tinggi saat ini, 10,9 persen, bisa sedikit demi sedikit ditekan. Salah satu upayanya yakni pelaku industri besar untuk merekrut warga Sidoarjo sebagai pekerja.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor Ali mencontohkan di kawasan industri Jabon. “Sebagai kawasan industri baru, pemkab lebih mudah menatanya. Kita meminta ada sekian persen dari warga sekitar Kecamatan Jabon, Krembung, Porong, dan Tanggulangin di dahulukan sebagai pekerja,” katanya Rabu (23/6).

Terkait dengan rencana ini, pemkab sudah meminta secara resmi pada pelaku industri yang ada di kecamatan Jabon. “Kalau kemudian ada kualifikasi yang kurang, pengusaha sudah menyiapkan balai pelatihan kerja seluas 6 – 8 hektar untuk melatih masyarakat itu lalu kemudian diterima. Memudahkan kita, memastikan warga Sidoarjo menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” urainya.

Selain itu, menekan angka pengangguran pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melakukan MoU atau perjanjian kerja sama dengan ratusan perusahaan yang ada di Sidoarjo. Memfasilitasi para lulusan SMK agar segera mendapatkan pekerjaan.

Dengan jumlah jurusan di SMK mencapai 38 bidang jurusan, Bupati Muhdlor melihat peluangnya terbuka lebar. “Total ada 76 SMK di Sidoarjo negeri maupun swasta yang selama ini sudah kerjasama dengan perusahaan tertentu,” tegasnya.

Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Kabupaten Sidoarjo, Heru Sasmita menjelaskan setiap tahun ada 14 ribu lulusan SMK di Sidoarjo. Selama ini BKK mayoritas masih berjalan sendiri-sendiri.

“Tahun ini akan kami buatkan aplikasi khusus BKK. Segala informasi hubungan industrial ada disana,” katanya.

Dengan BKK yang terintegrasi antar SMK peluang bekerja bisa terbuka lebih luas. “Calon lulusan SMK bisa mempersiapkan kualifikasi, kemampuan, ilmu mereka sehingga perusahaan bisa menerima lebih banyak lulusan SMK dari Sidoarjo,” jelasnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/