alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Vaksinasi Pelajar Masih Minim, Sekolah Harus Rutin Jaga Prokes

SIDOARJO – Pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM) sudah berjalan 2 bulan. Namun belum semua pelajar sudah divaksin. Persentase vaksinasi usia 12-17 tahun baru tercapai 12 persen dari target provinsi.

Komisi D DPRD Sidoarjo mengingatkan sekolah untuk terus memantau protokol kesehatan (porkes) di wilayahnya. Terutama di tingkat TK dan SD. Sebab seluruh siswanya belum divaksin.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mengatakan, perlu ada satgas Covid-19 yang mengawasi. “Bisa dari pihak sekolah, guru atau anggota OSIS,” katanya.

Politikus PKB tersebut mengaku hingga saat ini tidak ada kendala yang berarti saat PTM. Sebab sekolah benar-benar memperhatikan dan mengingatkan siswanya untuk selalu menaati prokes.

Justru yang perlu menjadi catatan adalah saat anak berangkat dan pulang sekolah. Dukungan orang tua juga diperlukan agar anak tetap taat prokes.

Saat pulang sekolah misalnya, siswa banyak berkerumun di depan sekolah. Ada yang menunggu jemputan, ada juga yang membeli makanan ringan. Kerumunan ini yang perlu diawasi.

Menurut Dhamroni, pihak sekolah bisa membuka lagi kantin dan menyediakan makanan sehat. Sehingga siswa tidak lagi berkerumun di depan sekolah untuk membeli makanan yang belum tentu sehat.

“Sebab selain prokes, untuk antisipasi terjangkit Covid-19 juga harus makan makanan sehat dan higienis,” imbuhnya.

Mengenai angka vaksinasi yang masih minim, dia meminta Dinas Kesehatan untuk lebih masif melakukan vaksinasi. Terutama di kalangan pelajar.

“Jangan sampai ada stok vaksin nganggur, harus segera digunakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN Pucang II Alfiyah mengaku pihaknya tidak mengalami kendala yang berarti selama PTM. Wali murid bahkan mendukung PTM 100 persen.

“Saat ini kan masih 50 persen yang masuk” ujarnya.

Dalam 2 bulan ini pun pihaknya tidak henti-henti mengingatkan siswa untuk prokes. Bahkan para siswa sudah mulai terbiasa untuk mencuci tangan dan mengukur suhu.

Diakuinya yang paling sulit itu mengatur kerumunan. Sebab siswa SD masih suka bermain bersama. Tapi ada guru piket yang keliling untuk mengingatkan siswa.

“Kadang juga kami ingatkan lewat pengeras suara,” pungkasnya. (nis/vga)

 

SIDOARJO – Pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM) sudah berjalan 2 bulan. Namun belum semua pelajar sudah divaksin. Persentase vaksinasi usia 12-17 tahun baru tercapai 12 persen dari target provinsi.

Komisi D DPRD Sidoarjo mengingatkan sekolah untuk terus memantau protokol kesehatan (porkes) di wilayahnya. Terutama di tingkat TK dan SD. Sebab seluruh siswanya belum divaksin.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mengatakan, perlu ada satgas Covid-19 yang mengawasi. “Bisa dari pihak sekolah, guru atau anggota OSIS,” katanya.

Politikus PKB tersebut mengaku hingga saat ini tidak ada kendala yang berarti saat PTM. Sebab sekolah benar-benar memperhatikan dan mengingatkan siswanya untuk selalu menaati prokes.

Justru yang perlu menjadi catatan adalah saat anak berangkat dan pulang sekolah. Dukungan orang tua juga diperlukan agar anak tetap taat prokes.

Saat pulang sekolah misalnya, siswa banyak berkerumun di depan sekolah. Ada yang menunggu jemputan, ada juga yang membeli makanan ringan. Kerumunan ini yang perlu diawasi.

Menurut Dhamroni, pihak sekolah bisa membuka lagi kantin dan menyediakan makanan sehat. Sehingga siswa tidak lagi berkerumun di depan sekolah untuk membeli makanan yang belum tentu sehat.

“Sebab selain prokes, untuk antisipasi terjangkit Covid-19 juga harus makan makanan sehat dan higienis,” imbuhnya.

Mengenai angka vaksinasi yang masih minim, dia meminta Dinas Kesehatan untuk lebih masif melakukan vaksinasi. Terutama di kalangan pelajar.

“Jangan sampai ada stok vaksin nganggur, harus segera digunakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN Pucang II Alfiyah mengaku pihaknya tidak mengalami kendala yang berarti selama PTM. Wali murid bahkan mendukung PTM 100 persen.

“Saat ini kan masih 50 persen yang masuk” ujarnya.

Dalam 2 bulan ini pun pihaknya tidak henti-henti mengingatkan siswa untuk prokes. Bahkan para siswa sudah mulai terbiasa untuk mencuci tangan dan mengukur suhu.

Diakuinya yang paling sulit itu mengatur kerumunan. Sebab siswa SD masih suka bermain bersama. Tapi ada guru piket yang keliling untuk mengingatkan siswa.

“Kadang juga kami ingatkan lewat pengeras suara,” pungkasnya. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/