alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Sarana dan Prasarana Sudah Siap, Zona Masih Belum

SIDOARJO – Tujuh bulan sudah masyarakat harus menghadapi pandemi Covid-19. Termasuk di dunia pendidikan. Guru dan siswa belajar secara daring. Jarak jauh memanfaatkan teknologi.

Karena Sidoarjo sudah zona oranye saat ini, beberapa sekolah telah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan. Kesiapan sarana prasarana tersebut ditinjau langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi, Selasa (22/9).

Dalam tinjauannya ke tiga sekolah di Sidoarjo, yakni SMAN 2, SMAN 4 dan SMA Negeri Olahraga, Wahid menilai sarpras (sarana dan prasarana) sudah mumpuni. “Dari sisi sarana prasarana Sidoarjo sudah siap. Dari sisi zona belum. Menunggu zona yang memungkinkan,” kata Wahid kemarin.

Di SMAN 2 misalnya. Fasilitas sarana prasarana cukup lengkap. Sudah ada cuci tangan di pintu masuk sekolah, ada petugas pemeriksa suhu tubuh. Masuk ke ruangan sudah diatur sedemikian rupa.

Meja-meja dipasang bilik dari plastik. “Jadi kalau siswa pakai masker, pakai face shield dan ada bilik. Berarti ada tiga pengaman di masing masing kelas,” katanya.

Sehingga dengan simulasi dan persiapan ini, apabila suatu saat sudah berubah zona hijau. Sekolah sudah lebih siap. Sebab membuka kembali sekolah tidak hanya berpatokan pada zona. Wahid menyebut ada dua syarat lain. Pertama mendapat rekomendasi gugus tugas covid-19 di kabupaten. Kemudian, siswanya dapat izin dari orang tua.

Tidak hanya itu, dalam pengamatannya ia mendorong sekolah lebih kreatif memanfaatkan teknologi membuat media pembelajaran. Seperti SMAN 4 Sidoarjo. Sekolah membuat laboratorium multimedia. Materi ajar divisualisasikan layaknya acara di televisi.

Kondisi seperti ini harus ditingkatkan terus menerus. Sebab pembelajaran berbasis teknologi akan terus dilaksanakan meskipun pasca pandemi Covid-19. Sedangkan paket data internet saat ini bukan kendala lagi bagi siswa dan guru. Kemendikbud dan provider seluler memberikan bantuan paket data ini. Akumulasi dari semua bantuan siswa mendapat paket data 56 GB per bulan dan guru 61 GB. “Sampai Desember,” tegasnya.

Kepala SMAN 4 Sidoarjo Imam Jawahir mengatakan meskipun daring, pembelajaran tidak hanya fokus akademis saja. Tapi kedepannya siswa akan punya keterampilan lebih di bidang multimedia. Dipakai proses pembelajaran baik antar teman, antar guru, kolaborasi guru dan siswa. “Artinya pembelajaran semakin menarik. Sementara lewat zoom itu jenuh. Harus ada sisi kreatif,” pungkasnya. (rpp/nis)

SIDOARJO – Tujuh bulan sudah masyarakat harus menghadapi pandemi Covid-19. Termasuk di dunia pendidikan. Guru dan siswa belajar secara daring. Jarak jauh memanfaatkan teknologi.

Karena Sidoarjo sudah zona oranye saat ini, beberapa sekolah telah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan. Kesiapan sarana prasarana tersebut ditinjau langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi, Selasa (22/9).

Dalam tinjauannya ke tiga sekolah di Sidoarjo, yakni SMAN 2, SMAN 4 dan SMA Negeri Olahraga, Wahid menilai sarpras (sarana dan prasarana) sudah mumpuni. “Dari sisi sarana prasarana Sidoarjo sudah siap. Dari sisi zona belum. Menunggu zona yang memungkinkan,” kata Wahid kemarin.

Di SMAN 2 misalnya. Fasilitas sarana prasarana cukup lengkap. Sudah ada cuci tangan di pintu masuk sekolah, ada petugas pemeriksa suhu tubuh. Masuk ke ruangan sudah diatur sedemikian rupa.

Meja-meja dipasang bilik dari plastik. “Jadi kalau siswa pakai masker, pakai face shield dan ada bilik. Berarti ada tiga pengaman di masing masing kelas,” katanya.

Sehingga dengan simulasi dan persiapan ini, apabila suatu saat sudah berubah zona hijau. Sekolah sudah lebih siap. Sebab membuka kembali sekolah tidak hanya berpatokan pada zona. Wahid menyebut ada dua syarat lain. Pertama mendapat rekomendasi gugus tugas covid-19 di kabupaten. Kemudian, siswanya dapat izin dari orang tua.

Tidak hanya itu, dalam pengamatannya ia mendorong sekolah lebih kreatif memanfaatkan teknologi membuat media pembelajaran. Seperti SMAN 4 Sidoarjo. Sekolah membuat laboratorium multimedia. Materi ajar divisualisasikan layaknya acara di televisi.

Kondisi seperti ini harus ditingkatkan terus menerus. Sebab pembelajaran berbasis teknologi akan terus dilaksanakan meskipun pasca pandemi Covid-19. Sedangkan paket data internet saat ini bukan kendala lagi bagi siswa dan guru. Kemendikbud dan provider seluler memberikan bantuan paket data ini. Akumulasi dari semua bantuan siswa mendapat paket data 56 GB per bulan dan guru 61 GB. “Sampai Desember,” tegasnya.

Kepala SMAN 4 Sidoarjo Imam Jawahir mengatakan meskipun daring, pembelajaran tidak hanya fokus akademis saja. Tapi kedepannya siswa akan punya keterampilan lebih di bidang multimedia. Dipakai proses pembelajaran baik antar teman, antar guru, kolaborasi guru dan siswa. “Artinya pembelajaran semakin menarik. Sementara lewat zoom itu jenuh. Harus ada sisi kreatif,” pungkasnya. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/