alexametrics
28 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

Keluar Zona Merah, Optimistis Pilkades Digelar 6 September

SIDOARJO – Meningkatnya jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di Sidoarjo memberikan angin segar pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak. Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin memutuskan, Pilkades bakal digelar 6 September mendatang.

Politikus PKB itu mengungkapkan, pihaknya merasa lega karena Kabupaten Sidoarjo setidaknya sudah keluar dari zona merah. “Kalau kondisi baik, 6 September Pilkades bisa dilaksanakan,” ujarnya, Rabu (22/7).

Dia berharap persoalan Pilkades ini menjadi pemikiran bersama. Sebab, dirinya juga menyadari bagaimana sengsaranya para calon kepala desa yang ingin maju Pilkades. “Tetapi kami juga ingin melindungi kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Ditanya soal surat Mendagri, diakuinya jika surat pemberitahuan itu juga belum mendapat balasan. Namun secara kewenangan Pemkab Sidoarjo juga dapat mengambil keputusan.
Di lain pihak, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Subandi juga terus mendorong untuk pelaksanaan Pilkades dapat digelar tahun ini. Sabtu (25/7) nanti, komisi A DPRD juga berencana memanggil Wabup, dan Kapolres, Dandim, FKKD dan dinas terkait untuk membahas kepastian Pilkades. “Kami ingin ada kepastian pada pelaksanaan Pilkades serentak di Sidoarjo ini. Karena sebelumnya sudah disepakati pada 6 September 2020,” terang politikus PKB itu.

Dia berharap seluruh pihak juga dapat memahami kondisi saat ini. Yakni dalam memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat juga. Jangan sampai Pilkades malah menjadi klaster baru penularan Covid-19. Pihak penyelenggara juga harus mempersiapkan dengan matang. Bagaimana penerapan protokol kesehatan selama Pilkades. (son/nis/opi)

SIDOARJO – Meningkatnya jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di Sidoarjo memberikan angin segar pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak. Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin memutuskan, Pilkades bakal digelar 6 September mendatang.

Politikus PKB itu mengungkapkan, pihaknya merasa lega karena Kabupaten Sidoarjo setidaknya sudah keluar dari zona merah. “Kalau kondisi baik, 6 September Pilkades bisa dilaksanakan,” ujarnya, Rabu (22/7).

Dia berharap persoalan Pilkades ini menjadi pemikiran bersama. Sebab, dirinya juga menyadari bagaimana sengsaranya para calon kepala desa yang ingin maju Pilkades. “Tetapi kami juga ingin melindungi kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Ditanya soal surat Mendagri, diakuinya jika surat pemberitahuan itu juga belum mendapat balasan. Namun secara kewenangan Pemkab Sidoarjo juga dapat mengambil keputusan.
Di lain pihak, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Subandi juga terus mendorong untuk pelaksanaan Pilkades dapat digelar tahun ini. Sabtu (25/7) nanti, komisi A DPRD juga berencana memanggil Wabup, dan Kapolres, Dandim, FKKD dan dinas terkait untuk membahas kepastian Pilkades. “Kami ingin ada kepastian pada pelaksanaan Pilkades serentak di Sidoarjo ini. Karena sebelumnya sudah disepakati pada 6 September 2020,” terang politikus PKB itu.

Dia berharap seluruh pihak juga dapat memahami kondisi saat ini. Yakni dalam memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat juga. Jangan sampai Pilkades malah menjadi klaster baru penularan Covid-19. Pihak penyelenggara juga harus mempersiapkan dengan matang. Bagaimana penerapan protokol kesehatan selama Pilkades. (son/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/