alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Perkuat Alutsista, Puspenerbal Juanda Uji Coba Pesawat Udara Tanpa Awak

SIDOARJO – Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista) bakal makin canggih. Salah satunya adalah Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) Scan Eagle.

Pesawat itu juga telah diujicoba Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda beberapa hari lalu. Hadirnya pesawat tanpa awak itu bakal semakin memperkuat pertahanan udara NKRI.

Uji coba peluncuran Scan Eagle dilaksanakan di Apron Skuadron 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda. Danpuspenerbal Juanda Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan juga ikut menyaksikan langsung uji coba itu. Uji coba juga berjalan lancar.

Scan Eagle pertama kali dikenalkan pada Juni  2021 lalu.  Tepatnya pada HUT Penerbangan TNI AL ke-65. Saat itu juga, Skuadron Udara 700 Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) juga diresmikan.

“Untuk semakin mengamankan wilayah NKRI,” tegas Dwika Tjahja Setiawan.

Scan Eagle tergolong alutsista yang canggih. Drone itu dapat beroperasi di atas 15.000 kaki dan berkeliaran di medan perang untuk misi yang diperpanjang hingga 20 jam. Drone itu digerakkan mesin piston model pusher berdaya 15 hp.

Indonesia direncanakan memiliki 14 unit Scan Eagle. Nantinya Indonesia hanya akan mengeluarkan dana sekitar Rp 10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan alutsista lainnya.

Kecepatan terbang jelajah Scan Eagle berada di kisaran 111 km/jam dan kecepatan maksimum 148 km/jam. Batas ketinggian terbang mencapai 5.950 meter. Pesawat itu sanggup berada di udara dengan lama terbang lebih dari 24 jam. (son/vga)

SIDOARJO – Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista) bakal makin canggih. Salah satunya adalah Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) Scan Eagle.

Pesawat itu juga telah diujicoba Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda beberapa hari lalu. Hadirnya pesawat tanpa awak itu bakal semakin memperkuat pertahanan udara NKRI.

Uji coba peluncuran Scan Eagle dilaksanakan di Apron Skuadron 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda. Danpuspenerbal Juanda Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan juga ikut menyaksikan langsung uji coba itu. Uji coba juga berjalan lancar.

Scan Eagle pertama kali dikenalkan pada Juni  2021 lalu.  Tepatnya pada HUT Penerbangan TNI AL ke-65. Saat itu juga, Skuadron Udara 700 Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) juga diresmikan.

“Untuk semakin mengamankan wilayah NKRI,” tegas Dwika Tjahja Setiawan.

Scan Eagle tergolong alutsista yang canggih. Drone itu dapat beroperasi di atas 15.000 kaki dan berkeliaran di medan perang untuk misi yang diperpanjang hingga 20 jam. Drone itu digerakkan mesin piston model pusher berdaya 15 hp.

Indonesia direncanakan memiliki 14 unit Scan Eagle. Nantinya Indonesia hanya akan mengeluarkan dana sekitar Rp 10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan alutsista lainnya.

Kecepatan terbang jelajah Scan Eagle berada di kisaran 111 km/jam dan kecepatan maksimum 148 km/jam. Batas ketinggian terbang mencapai 5.950 meter. Pesawat itu sanggup berada di udara dengan lama terbang lebih dari 24 jam. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/