alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Jelang Idul Adha, Pengecekan Sapi di Sidoarjo Perlu Dirutinkan

SIDOARJO – Pengecekan kesehatan dan deteksi sapi yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih harus dilakukan. Bahkan jika memungkinkan dilakukan secara rutin. Sebab Juli mendatang akan ada momen Hari Raya Idul Adha. Perlu dilakukan antisipasi agar peternak tidak merugi.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan mengatakan, deteksi dilakukan dengan memberi tanda agar para peternak yang hewannya tidak terkena virus atau penyakit tidak merugi. Mengingat menjelang Idul Adha banyak yang akan membeli hewan untuk kurban.

”Sekaligus membuat masyarakat yang membeli hewan kurban merasa aman dan enggak waswas,” katanya.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Gus Wawan itu menjelaskan, checklist lapangan dengan melakukan lokalisasi penyebaran virus penyakit PMK agar tidak bertambah luas ke wilayah lain. Hal ini adalah upaya mengantisipasi potensi kerugian peternak yang lebih luas.

Intinya, jangan sampai hewan ternak sehat yang tidak terkena PMK tidak bisa dijual. ”Sebab Idul Adha adalah bulannya peternak meraup untung setelah bertahun-tahun mereka menggembalakan hewan ternaknya,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan mendeteksi dapat menentukan kebijakan pergerakan hewan ternak menjelang Idul Adha. Selain itu, tindakan penguncian wilayah terpapar wabah PMK guna membatasi pergerakan hewan juga harus dilakukan. Bila perlu setelah dilakukan pendataan, ada kegiatan vaksinasi gratis untuk membatasi penyebaran penyakit. (nis/vga)

SIDOARJO – Pengecekan kesehatan dan deteksi sapi yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih harus dilakukan. Bahkan jika memungkinkan dilakukan secara rutin. Sebab Juli mendatang akan ada momen Hari Raya Idul Adha. Perlu dilakukan antisipasi agar peternak tidak merugi.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan mengatakan, deteksi dilakukan dengan memberi tanda agar para peternak yang hewannya tidak terkena virus atau penyakit tidak merugi. Mengingat menjelang Idul Adha banyak yang akan membeli hewan untuk kurban.

”Sekaligus membuat masyarakat yang membeli hewan kurban merasa aman dan enggak waswas,” katanya.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Gus Wawan itu menjelaskan, checklist lapangan dengan melakukan lokalisasi penyebaran virus penyakit PMK agar tidak bertambah luas ke wilayah lain. Hal ini adalah upaya mengantisipasi potensi kerugian peternak yang lebih luas.

Intinya, jangan sampai hewan ternak sehat yang tidak terkena PMK tidak bisa dijual. ”Sebab Idul Adha adalah bulannya peternak meraup untung setelah bertahun-tahun mereka menggembalakan hewan ternaknya,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan mendeteksi dapat menentukan kebijakan pergerakan hewan ternak menjelang Idul Adha. Selain itu, tindakan penguncian wilayah terpapar wabah PMK guna membatasi pergerakan hewan juga harus dilakukan. Bila perlu setelah dilakukan pendataan, ada kegiatan vaksinasi gratis untuk membatasi penyebaran penyakit. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/