alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Picu Kerumunan, Pengambilan Bantuan Dibubarkan Polisi

SIDOARJO – Agenda pengambilan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Selasa (20/4) malam, di Krian terpaksa dibubarkan polisi. Penyebabnya pengambilan bantuan dari pemerintah itu menyebabkan kerumunan massa.

Kapolsek Krian Kompol Mukhlason mengatakan, pengambilan bantuan langsung tunai bagi pelaku UMKM itu terpaksa dibubarkan setelah pihaknya mendapat laporan. Pihaknya langsung mendatangi bank yang menjadi lokasi pengambilan BLT UMKM tersebut.

“Akhirnya kami bersma anggota langsung meluncur ke Jalan Imam Bonjol, Sidodadi, Krian,” katanya.

Mukhlason mengatakan, pembubaran itu dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 di Krian. Apalagi Sidoarjo masih berjuang melawan pandemi. Menurutnya, pembagian bantuan itu mestinya dilakukan mulai pukul 20.00.

Sayangnya, sejak pukul 15.00 warga sudah mulai berdatangan ke lokasi. Saat didatangi, ternyata benar jika massa nampak berkurumun dan tak menjaga jarak. Sontak pembubaran pun langsung dilakukan meski warga sempat ada yang menolak.

“Harusnya penyalurannya dibatasi 150 orang saja, tapi ternyata warga yang datang terlampau banyak karena warga mengira kupon akan hangus,” ujarnya.

Informasi yang beredar di warga, jika tidak segera diambil maka kupon akan hangus. Hal tersebut diduga lantaran sosialiasi bantuan yang disampaikan tak begitu jelas. Padahal kata Mukhlason, jika tak diambil di hari itu, maka juga tidak akan hangus.

Salah seorang penerima BLT UMKM, Nurul menyebut jika kerumunan itu terjadi lantaran lambatnya penyaluran dari panitia. Bahkan dirinya juga mengira jika penyaluran harusnya dimulai sejak pukul 15.00. namun pembagian baru dimulai pada pukul 21.00.

“Karena tadinya kan bilangnya pukul 15.00, tapi gimana sampai malam, orang akhirnya berkerumun sampai dorong-dorongan di sini,” jelasnya. (far/opi)

 

SIDOARJO – Agenda pengambilan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Selasa (20/4) malam, di Krian terpaksa dibubarkan polisi. Penyebabnya pengambilan bantuan dari pemerintah itu menyebabkan kerumunan massa.

Kapolsek Krian Kompol Mukhlason mengatakan, pengambilan bantuan langsung tunai bagi pelaku UMKM itu terpaksa dibubarkan setelah pihaknya mendapat laporan. Pihaknya langsung mendatangi bank yang menjadi lokasi pengambilan BLT UMKM tersebut.

“Akhirnya kami bersma anggota langsung meluncur ke Jalan Imam Bonjol, Sidodadi, Krian,” katanya.

Mukhlason mengatakan, pembubaran itu dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 di Krian. Apalagi Sidoarjo masih berjuang melawan pandemi. Menurutnya, pembagian bantuan itu mestinya dilakukan mulai pukul 20.00.

Sayangnya, sejak pukul 15.00 warga sudah mulai berdatangan ke lokasi. Saat didatangi, ternyata benar jika massa nampak berkurumun dan tak menjaga jarak. Sontak pembubaran pun langsung dilakukan meski warga sempat ada yang menolak.

“Harusnya penyalurannya dibatasi 150 orang saja, tapi ternyata warga yang datang terlampau banyak karena warga mengira kupon akan hangus,” ujarnya.

Informasi yang beredar di warga, jika tidak segera diambil maka kupon akan hangus. Hal tersebut diduga lantaran sosialiasi bantuan yang disampaikan tak begitu jelas. Padahal kata Mukhlason, jika tak diambil di hari itu, maka juga tidak akan hangus.

Salah seorang penerima BLT UMKM, Nurul menyebut jika kerumunan itu terjadi lantaran lambatnya penyaluran dari panitia. Bahkan dirinya juga mengira jika penyaluran harusnya dimulai sejak pukul 15.00. namun pembagian baru dimulai pada pukul 21.00.

“Karena tadinya kan bilangnya pukul 15.00, tapi gimana sampai malam, orang akhirnya berkerumun sampai dorong-dorongan di sini,” jelasnya. (far/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/