alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Hindari Kerumunan saat Libur Nataru, Alun-Alun Sidoarjo Ditutup

SIDOARJO – Antisipasi penularan Covid-19 di saat libur Natal dan tahun baru 2022 (Nataru) disikapi Pemkab Sidoarjo. Salah satunya dengan menutup seluruh ruang terbuka hijau dan juga Alun-alun Sidoarjo. Penutupan akan dilakukan sejak 24 Desember hingga 2 Januari 2022.

“Selama 10 hari penutupannya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan PJU Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Edy Sutiono.

Dia menyebut sosialisasi sudah mulai dilakukan ke pengunjung taman dan Alun-alun. Termasuk ke para pedagang yang berjualan di dekat Alun-alun Kota Delta. Satpol PP Sidoarjo juga turut melakukan sosialisasi ke titik-titik potensi keramaian.

“Nanti kami pasang papan pengumuman penutupan di Alun-alun dan setiap taman serta kami kunci,” imbuh Edi.

Sekretaris Daerah Sidoarjo Achmad Zaini menegaskan, pada tahun baru nanti tidak ada perayaan yang menimbulkan kerumunan.

“Itu dilarang sudah jelas,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sidoarjo pun dilarang cuti. “ASN dilarang cuti, tidak boleh pergi ke luar kota,” tegasnya.

Selain RTH, upaya pembatasan juga dilakukan di titik keramaian lain seperti tempat wisata maupun mal. Selain di tempat berpotensi keramaian, upaya sosialisasi pun juga dilakukan di sejumlah gereja.

Sosialisasi dilakukan oleh jajaran Polsek Krian ke gereja yang ada di sana. Antara lain terkait penyediaan tempat cuci tangan, pengaturan tempat duduk dan lainnya.

“Kondisi gereja di Krian sudah sesuai prokes, penataan kursi, hand sanitizer, bahkan CCTV juga ada baik mengarah ke luar atau dalam juga sudah ada,” jelas Kapolsek Krian Kompol Gatot Setyo. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Antisipasi penularan Covid-19 di saat libur Natal dan tahun baru 2022 (Nataru) disikapi Pemkab Sidoarjo. Salah satunya dengan menutup seluruh ruang terbuka hijau dan juga Alun-alun Sidoarjo. Penutupan akan dilakukan sejak 24 Desember hingga 2 Januari 2022.

“Selama 10 hari penutupannya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan PJU Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Edy Sutiono.

Dia menyebut sosialisasi sudah mulai dilakukan ke pengunjung taman dan Alun-alun. Termasuk ke para pedagang yang berjualan di dekat Alun-alun Kota Delta. Satpol PP Sidoarjo juga turut melakukan sosialisasi ke titik-titik potensi keramaian.

“Nanti kami pasang papan pengumuman penutupan di Alun-alun dan setiap taman serta kami kunci,” imbuh Edi.

Sekretaris Daerah Sidoarjo Achmad Zaini menegaskan, pada tahun baru nanti tidak ada perayaan yang menimbulkan kerumunan.

“Itu dilarang sudah jelas,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sidoarjo pun dilarang cuti. “ASN dilarang cuti, tidak boleh pergi ke luar kota,” tegasnya.

Selain RTH, upaya pembatasan juga dilakukan di titik keramaian lain seperti tempat wisata maupun mal. Selain di tempat berpotensi keramaian, upaya sosialisasi pun juga dilakukan di sejumlah gereja.

Sosialisasi dilakukan oleh jajaran Polsek Krian ke gereja yang ada di sana. Antara lain terkait penyediaan tempat cuci tangan, pengaturan tempat duduk dan lainnya.

“Kondisi gereja di Krian sudah sesuai prokes, penataan kursi, hand sanitizer, bahkan CCTV juga ada baik mengarah ke luar atau dalam juga sudah ada,” jelas Kapolsek Krian Kompol Gatot Setyo. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/