alexametrics
27 C
Sidoarjo
Sunday, 29 May 2022

Sebanyak 75 Unit Kerja Pemkab Terpapar Covid-19

SIDOARJO – Penyebaran Covid-19 sudah merambah hampir ke seluruh unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Dari 509 unit kerja mulai dari Badan/Dinas/UPT, kecamatan, puskesmas, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Covid-19 sudah menyebar ke 75 unit kerja. Kumulatif sejak Maret hingga September.

Tepatnya di 22 unit kerja di Badan/Dinas/UPT. Sembilan kecamatan, 24 puskesmas dan 14 unit kerja Sekolah Dasar (SD). Serta enam unit kerja SMP ada kasus terpapar virus corona. Hasil ini diketahui dari monitoring dan evaluasi (monev) penerapan SE Plh Bupati yang dilakukan bidang organisasi Pemkab Sidoarjo. Sebelumnya bidang organisasi Setda Sidoarjo pada 12 September telah menghimpun sejumlah pertanyaan secara daring pada 509 unit kerja tersebut.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Sidoarjo Arif Mulyono mengatakan 92 persen puskesmas terpapar. Dua puskesmas masih nol kasus. Sementara itu tiga persen SD atau 14 dari 405 SD sudah ditemukan penyebaran virus corona ini. Kemudian 81 persen lingkungan SMP masih belum ditemukan penyebaran.

Apakah ada yang meninggal dunia? “Ada. SD 8 orang, badan/dinas 7 orang, puskesmas dua orang, kecamatan satu orang dan SMP nol,” katanya.

Sehingga untuk menekan penyebaran Covid-19 di perkantoran Pemkab, maka pembagian kerja 50:50 sesuai SE Plh Bupati tetap dilakukan. Dan hanya beberapa unit kerja yang sedikit sulit menerapkan WFH dan WFO ini. Seperti pelayanan di RSUD tidak memungkinkan pemberlakuan 50:50. PDAM Delta Tirta agar pelayanan tidak terganggu, serta beberapa pegawai BPR Delta Artha masih melaksanakan isolasi mandiri.

Sedangkan di beberapa puskesmas ada keterbatasan pegawai dengan sistem shift pada puskesmas rawat inap. Karena pelayanan kesehatan langsung pada masyarakat, sebagian pegawai isolasi mandiri dan petugas kesehatan melakukan tracing dan pendampingan.

Dia melanjutkan, sistem ini mampu menekan penyebaran 85,6 persen. “Sebanyak 70 persen mendukung tanpa kendala,” imbuhnya. Sehingga banyak yang mendukung jika pelaksanaan WFH dan WFO tetap diterapkan hingga Sidoarjo menjadi zona hijau Covid-19.

Kepala bidang pembinaan dan kesejahteraan ASN Badan Kepegawaian Daerah Sidoarjo Rachmad Satrijawan menambahkan ASN Sidoarjo yang terpapar virus corona sejak Maret sampai 16 September 2020, ada 68 orang terkonfirmasi positif, 14 PDP, 61 ODP. ODR sembilan orang. Total 152 orang. 32 dirawat dan 120 isolasi mandiri. “ASN yang sudah sehat dan dibuktikan dengan surat sehat. Apabila sudah bekerja jangan dikucilkan oleh lingkungan,” pesannya. (rpp/nis)

SIDOARJO – Penyebaran Covid-19 sudah merambah hampir ke seluruh unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Dari 509 unit kerja mulai dari Badan/Dinas/UPT, kecamatan, puskesmas, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Covid-19 sudah menyebar ke 75 unit kerja. Kumulatif sejak Maret hingga September.

Tepatnya di 22 unit kerja di Badan/Dinas/UPT. Sembilan kecamatan, 24 puskesmas dan 14 unit kerja Sekolah Dasar (SD). Serta enam unit kerja SMP ada kasus terpapar virus corona. Hasil ini diketahui dari monitoring dan evaluasi (monev) penerapan SE Plh Bupati yang dilakukan bidang organisasi Pemkab Sidoarjo. Sebelumnya bidang organisasi Setda Sidoarjo pada 12 September telah menghimpun sejumlah pertanyaan secara daring pada 509 unit kerja tersebut.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Sidoarjo Arif Mulyono mengatakan 92 persen puskesmas terpapar. Dua puskesmas masih nol kasus. Sementara itu tiga persen SD atau 14 dari 405 SD sudah ditemukan penyebaran virus corona ini. Kemudian 81 persen lingkungan SMP masih belum ditemukan penyebaran.

Apakah ada yang meninggal dunia? “Ada. SD 8 orang, badan/dinas 7 orang, puskesmas dua orang, kecamatan satu orang dan SMP nol,” katanya.

Sehingga untuk menekan penyebaran Covid-19 di perkantoran Pemkab, maka pembagian kerja 50:50 sesuai SE Plh Bupati tetap dilakukan. Dan hanya beberapa unit kerja yang sedikit sulit menerapkan WFH dan WFO ini. Seperti pelayanan di RSUD tidak memungkinkan pemberlakuan 50:50. PDAM Delta Tirta agar pelayanan tidak terganggu, serta beberapa pegawai BPR Delta Artha masih melaksanakan isolasi mandiri.

Sedangkan di beberapa puskesmas ada keterbatasan pegawai dengan sistem shift pada puskesmas rawat inap. Karena pelayanan kesehatan langsung pada masyarakat, sebagian pegawai isolasi mandiri dan petugas kesehatan melakukan tracing dan pendampingan.

Dia melanjutkan, sistem ini mampu menekan penyebaran 85,6 persen. “Sebanyak 70 persen mendukung tanpa kendala,” imbuhnya. Sehingga banyak yang mendukung jika pelaksanaan WFH dan WFO tetap diterapkan hingga Sidoarjo menjadi zona hijau Covid-19.

Kepala bidang pembinaan dan kesejahteraan ASN Badan Kepegawaian Daerah Sidoarjo Rachmad Satrijawan menambahkan ASN Sidoarjo yang terpapar virus corona sejak Maret sampai 16 September 2020, ada 68 orang terkonfirmasi positif, 14 PDP, 61 ODP. ODR sembilan orang. Total 152 orang. 32 dirawat dan 120 isolasi mandiri. “ASN yang sudah sehat dan dibuktikan dengan surat sehat. Apabila sudah bekerja jangan dikucilkan oleh lingkungan,” pesannya. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/