alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Sarankan Warga Candipari Gugat Perizinan

SIDOARJO – Komisi A DPRD Sidoarjo menyarankan warga Desa Candipari, Porong yang keberatan soal pembangunan minimarket di kampungnya untuk mengajukan gugatan. Hal itu disampaikan dalam hearing lanjutan bersama perwakilan warga dan pihak minimarket di Gedung DPRD Sidoarjo kemarin (21/9).

Dalam pertemuan itu, Ida, salah satu perwakilan warga mengungkapkan keberatannya soal rencana pembangunan minimarket di kampungnya itu. Menurutnya banyak warga yang menolak terutama para pemilik toko merancang yang ada di sekitaran minimarket.

Baginya, pembangunan minimarket juga harus memperhatikan dampak positif dan negatif kepada toko tradisional yang ada di sekitar lokasi. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam Perda Kabupaten Sidoarjo Nomor 10 Tahun 2019 tentang penataan toko swalayan di Sidoarjo. “Apa juga dampak positifnya bagi toko tradisional. Kami minta tolong untuk dikawal bapak DPRD,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo Warih Andono menguraikan jika solusi dari polemik yang ada di masyarakat itu harus dipecahkan dengan ketentuan yang ada. Yang jadi kejanggalan adalah kajian sosial ekonomi terhadap pembangunan minimarket itu.

Dasar kajian sosial ekonomi ini menjadi salah satu landasan perijinan bisa turun. “Karena pihak minimarket sudah ada ijin, maka kami persilahkan kepada pengadu untuk melakukan gugatan,” terang politikus Golkar itu.

Dari gugatan itu, nantinya pihak berwajib bakal menelusuri sejumlah kecurigaan terkait turunya perijian. “Harus ada pembuktian dulu, apakah ada prosedur yang kurang pas,” imbuhnya.

Warih berharap, seluruh elemen dapat mengambil sikap bijak dalam kejadian ini. Nantinya pihak Komisi juga bakal melakukan hearing lagi jika dibutuhkan. (son/vga)

SIDOARJO – Komisi A DPRD Sidoarjo menyarankan warga Desa Candipari, Porong yang keberatan soal pembangunan minimarket di kampungnya untuk mengajukan gugatan. Hal itu disampaikan dalam hearing lanjutan bersama perwakilan warga dan pihak minimarket di Gedung DPRD Sidoarjo kemarin (21/9).

Dalam pertemuan itu, Ida, salah satu perwakilan warga mengungkapkan keberatannya soal rencana pembangunan minimarket di kampungnya itu. Menurutnya banyak warga yang menolak terutama para pemilik toko merancang yang ada di sekitaran minimarket.

Baginya, pembangunan minimarket juga harus memperhatikan dampak positif dan negatif kepada toko tradisional yang ada di sekitar lokasi. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam Perda Kabupaten Sidoarjo Nomor 10 Tahun 2019 tentang penataan toko swalayan di Sidoarjo. “Apa juga dampak positifnya bagi toko tradisional. Kami minta tolong untuk dikawal bapak DPRD,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo Warih Andono menguraikan jika solusi dari polemik yang ada di masyarakat itu harus dipecahkan dengan ketentuan yang ada. Yang jadi kejanggalan adalah kajian sosial ekonomi terhadap pembangunan minimarket itu.

Dasar kajian sosial ekonomi ini menjadi salah satu landasan perijinan bisa turun. “Karena pihak minimarket sudah ada ijin, maka kami persilahkan kepada pengadu untuk melakukan gugatan,” terang politikus Golkar itu.

Dari gugatan itu, nantinya pihak berwajib bakal menelusuri sejumlah kecurigaan terkait turunya perijian. “Harus ada pembuktian dulu, apakah ada prosedur yang kurang pas,” imbuhnya.

Warih berharap, seluruh elemen dapat mengambil sikap bijak dalam kejadian ini. Nantinya pihak Komisi juga bakal melakukan hearing lagi jika dibutuhkan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/