alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Rusak Parah, SDN Waung Butuh Renovasi

SIDOARJO – Kondisi SDN Waung, Kecamatan Krembung cukup mengenaskan. Sedikitnya satu ruang kelas rusak parah, atapnya ambruk, ruang kelasnya penuh dengan puing-puing atap dan genteng. Hal itu merupakan hasil temuan sidak dari Komisi C DPRD Sidoarjo kemarin (21/9).

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko menjabarkan, sebenarnya SDN Waung ini sudah masuk dalam rencana renovasi. Sayangnya anggaran renovasi di tahun 2020 ini teralihkan karena refocusing untuk penanggulangan Covid-19. “Harusnya pencoretan refocusing melihat situasi, pembangunan gedung ini seharusnya tidak ditunda,” terangnya.

Karena itulah, anggaran renovasi baru bisa dimasukkan pada tahun anggaran 2021. Ada pos anggaran sekitar Rp 350 juta untuk renovasi gedung pendidikan itu.

Permasalahan gedung pendidikan ini seharusnya juga menjadi sesuatu yang penting. Memang saat ini sistem pembelajaran dilaksanakan secara daring. Tetapi jika sewaktu-waktu kembali tatap muka tentunya gedung tersebut akan tidak optimal untuk pembelajaran.

Komisi C juga merekomendasikan untuk renovasi secara menyeluruh. Karena memang kondisi gedung yang kurang layak. Harapanya pembangunan pada 2021 nanti benar-benar bisa tepat waktu.” Kami tetap rekom bangun ulang,” imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya menekankan, penyediaan sarana prasaran pendidikan yang layak untuk peserta didik merupakan hal wajib. Oleh karena itu, dirinya berharap agar perbaikan tersebut bisa segera terealisasi di awal tahun. (son/vga)

SIDOARJO – Kondisi SDN Waung, Kecamatan Krembung cukup mengenaskan. Sedikitnya satu ruang kelas rusak parah, atapnya ambruk, ruang kelasnya penuh dengan puing-puing atap dan genteng. Hal itu merupakan hasil temuan sidak dari Komisi C DPRD Sidoarjo kemarin (21/9).

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko menjabarkan, sebenarnya SDN Waung ini sudah masuk dalam rencana renovasi. Sayangnya anggaran renovasi di tahun 2020 ini teralihkan karena refocusing untuk penanggulangan Covid-19. “Harusnya pencoretan refocusing melihat situasi, pembangunan gedung ini seharusnya tidak ditunda,” terangnya.

Karena itulah, anggaran renovasi baru bisa dimasukkan pada tahun anggaran 2021. Ada pos anggaran sekitar Rp 350 juta untuk renovasi gedung pendidikan itu.

Permasalahan gedung pendidikan ini seharusnya juga menjadi sesuatu yang penting. Memang saat ini sistem pembelajaran dilaksanakan secara daring. Tetapi jika sewaktu-waktu kembali tatap muka tentunya gedung tersebut akan tidak optimal untuk pembelajaran.

Komisi C juga merekomendasikan untuk renovasi secara menyeluruh. Karena memang kondisi gedung yang kurang layak. Harapanya pembangunan pada 2021 nanti benar-benar bisa tepat waktu.” Kami tetap rekom bangun ulang,” imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya menekankan, penyediaan sarana prasaran pendidikan yang layak untuk peserta didik merupakan hal wajib. Oleh karena itu, dirinya berharap agar perbaikan tersebut bisa segera terealisasi di awal tahun. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/