alexametrics
26 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Libatkan Desa Untuk Sediakan Jamban Sehat

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo tidak diam saja melihat masih banyaknya warga yang belum memiliki jamban atau tempat pembuangan air besar (BAB). Peran desa menjadi salah satu langkah untuk menyediakan jamban sehat bagi warga Sidoarjo.

Tujuanya adalah untuk menciptakan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan. ODF merupakan kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Karena pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, Heri Soesanto menerangkan, bahwa program untuk menciptakan jamban sehat sudah berjalan di Sidoarjo. “Program kesehatan yang eksekusi Perkim CKTR melalui jambanisasi,” katanya, kemarin (21/3).

Selain itu, lanjut Heri, Pemkab juga telah melibatkan pihak desa untuk menuntaskan masalah jamban itu. “Ada dana desa juga dengan jumlah variatif tiap desa untuk membantu program jambanisasi,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, masalah jamban ini juga tengah menjadi sorotan salah satu pemerhati lingkungan, Abdul Gofur. Ia mengoleksi data bahwa masih ada sekitar 20 ribu rumah warga masih yang saluran buang air besar (BAB) ke sungai.

Data itu juga dikumpulkan dari petugas sanitarian yang ada di setiap kecamatan. “Hampir di semua kecamatan. Masih ada warga BAB langsung ke sungai atau jambanya langsung mengalir ke sungai tanpa septic tank,” urai Gofur.

Menurut Gofur, tentunya praktik BAB yang langsung kesuangai itu bakal memberikan dampak buruk. Yakni pencemaran lingkungan. Ada sekitar 80 persen pencemaran lingkungan juga berasal dari limbah rumah tangga. Salah satunya adalah masalah BAB. “Orang sakit tipes atau hepatitis tentu tinjanya juga masih mengandung virus,” imbuhnya

Gofur menjabarkan, jika setiap orang menghasilkan 250 gram. Kalau satu rumah ada 4 orang, maka dalam satu hari 1 kilogram. Kemudian dikalikan 20 ribu rumah, maka setiap hari ada 2 ton tinja yang dibuang ke sungai. (son/opi)

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo tidak diam saja melihat masih banyaknya warga yang belum memiliki jamban atau tempat pembuangan air besar (BAB). Peran desa menjadi salah satu langkah untuk menyediakan jamban sehat bagi warga Sidoarjo.

Tujuanya adalah untuk menciptakan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan. ODF merupakan kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Karena pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, Heri Soesanto menerangkan, bahwa program untuk menciptakan jamban sehat sudah berjalan di Sidoarjo. “Program kesehatan yang eksekusi Perkim CKTR melalui jambanisasi,” katanya, kemarin (21/3).

Selain itu, lanjut Heri, Pemkab juga telah melibatkan pihak desa untuk menuntaskan masalah jamban itu. “Ada dana desa juga dengan jumlah variatif tiap desa untuk membantu program jambanisasi,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, masalah jamban ini juga tengah menjadi sorotan salah satu pemerhati lingkungan, Abdul Gofur. Ia mengoleksi data bahwa masih ada sekitar 20 ribu rumah warga masih yang saluran buang air besar (BAB) ke sungai.

Data itu juga dikumpulkan dari petugas sanitarian yang ada di setiap kecamatan. “Hampir di semua kecamatan. Masih ada warga BAB langsung ke sungai atau jambanya langsung mengalir ke sungai tanpa septic tank,” urai Gofur.

Menurut Gofur, tentunya praktik BAB yang langsung kesuangai itu bakal memberikan dampak buruk. Yakni pencemaran lingkungan. Ada sekitar 80 persen pencemaran lingkungan juga berasal dari limbah rumah tangga. Salah satunya adalah masalah BAB. “Orang sakit tipes atau hepatitis tentu tinjanya juga masih mengandung virus,” imbuhnya

Gofur menjabarkan, jika setiap orang menghasilkan 250 gram. Kalau satu rumah ada 4 orang, maka dalam satu hari 1 kilogram. Kemudian dikalikan 20 ribu rumah, maka setiap hari ada 2 ton tinja yang dibuang ke sungai. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/